UNTUK INDONESIA
Bus Double Decker Bebas Masuki Inti Kota Siantar
Bus double decker milik Paradep Taxi dan Intra sangat leluasa melintasi ruas jalan di inti Kota Pematangsiantar.
Bus Double Decker milik Paradep Taxi yang leluasa keluar masuk inti kota di Pematangsiantar, Sumatera Utara. (Foto; Tagar/tangkapan layar Facebook)

Pematangsiantar - Pada jam-jam tertentu, bus double decker milik dua operator angkutan darat di Pematangsiantar, Paradep Taxi dan Intra sangat leluasa melintasi ruas jalan di inti kota.

Meski menurut pihak Dinas Perhubungan setempat, itu melanggar aturan lalu lintas.

"Ada mobilnya bertingkat, besar ukurannya. Dua kalau enggak salah. Satunya warna merah satunya hijau. Kalau masuk dari depan (Jalan Sutomo) terus parkir di belakang situ," ungkap warga yang enggan menyebutkan nama, Senin 27 Januari 2020. Dia menyebut bus milik Paradep Taxi.

Sebelumnya dengan dalih kemacetan di beberapa titik, Dinas Perhubungan Pematangsiantar mengeluarkan larangan angkutan desa (angdes) masuk ke Jalan Sutomo atau Jalan Merdeka, yang merupakan ruas jalan inti kota di Pematangsiantar.

Kemudian diterapkan sosialisasi agar angdes dan bus memanfaatkan kembali terminal Tanjung Pinggir sebagai tempat pemberhentian penumpang dari dalam dan luar kota. Untuk bus yang ingin mengantarkan penumpang disarankan menggunakan bus berukuran kecil.

Bantulah kita arahkan semua kendaraan ke sana agar terminal Tanjung Pinggir itu kembali hidup

Amatan Tagar beberapa angdes, bus milik Paradep Taxi dan bus milik Intra tampak bebas saja melintas di Jalan Sutomo. Bus Intra setiap hari melewati jalan ini untuk menuju loketnya di Jalan Patimura, ruas jalan di samping pusat perbelanjaan Ramayana.

Kondektur bus itu setiap hari menunggu, menaikkan dan menurunkan penumpang di sana. Tak pelak bus berbadan besar yang leluasa parkir itu memakan hampir setengah badan jalan dan memicu kemacetan setiap hari.

Kepala Dinas Perhubungaan Esron Sinaga tak berkutik saat ditanyai perihal leluasanya dua perusahaan angkutan itu keluar masuk inti kota menggunakan bus berbadan besar. Dia cuma bisa berharap bus-bus itu segera menggunakan terminal Tanjung Pinggir.

"Sekarang ini memang mau diarahkan itu ke sana, (terminal Tanjung Pinggir) dan ini juga saya ada pertemuan dengan kepala terminal (kater). Makanya aku bilang, ayo lah kater, bantulah kita arahkan semua kendaraan ke sana agar terminal Tanjung Pinggir itu kembali hidup," ungkap pejabat yang juga kerabat pemilik perusahan bus Intra itu, Senin 27 Januari 2020.

Esron enggan menanggapi saat disinggung soal perusahaan angkutan yang melanggar aturan. "Sudahlah ya, saya ada pertemuan ini. Lain kali saja ya," katanya. []

Berita terkait
Paradep Rugikan Penumpang, Netizen Minta Bus Damri
Warganet di Facebook geram terhadap Paradep Taksi yang telah merugikan penumpang tujuan Bandara Internasional Kualanamu
Paradep Taksi di Siantar Rugikan Penumpang
Perusahaan angkutan taksi di Kota Pematangsiantar membuat satu keluarga gagal berangkat ke Bekasi.
Viral, Kisah Novita Purba Ambilalih Bus Paradep Siantar-Kualanamu, Tinggalkan Supir
Kisah seorang ibu bernama Novita Metty Purba yang mengambilalih bus penumpang dan meninggalkan supirnya di tengah jalan.
0
Cara Stop Orang yang Stalking WhatsApp
Untuk stalking WhatsApp seseorang sebenarnya tidak sulit, hanya perlu menemukan nomor ponsel orang tersebut.