Untuk Indonesia
Paradep Taksi di Siantar Rugikan Penumpang
Perusahaan angkutan taksi di Kota Pematangsiantar membuat satu keluarga gagal berangkat ke Bekasi.
Haris dan keluarga di kantor Paradep Taksi. (Foto: Tagar/Fernandho Pasaribu)

Pematangsiantar - Perusahaan angkutan taksi di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara membuat satu keluarga gagal berangkat ke Bekasi, Jawa Barat. Perusahaan tersebut, Paradep Taksi berada di Jalan Sutomo.

Angkutan ini terlambat mengantarkan penumpang di Bandara Kualanamu akibat kelalaian manajemen serta ulah sopir yang menaikkan dan menurunkan penumpang di tengah jalan.

Satu keluarga tersebut, sebanyak sembilan orang gagal naik pesawat tujuan Halim Perdana Kusuma Jakarta, dan tiket yang sudah sempat mereka pesan pun hangus.

Korban buruknya manajemen perusahaan tersebut, Haris (27) mengatakan, pada 10 Juni 2019 lalu mereka membeli tiket di Paradep Taksi. Mereka bermaksud kembali ke tempat tinggal di Bekasi, penerbangan pukul 18.20 WIB.

Artikel lainnya: Tiket Mahal: Bus Senang, Taksi Paradep Meradang

Haris dan keluarga tiba di terminal taksi pukul 14.35 WIB. "Jam 15.45 kami disuruh naik ke bus Paradep berbadan besar. Orang sudah masuk, barang sudah masuk dan tinggal berangkat. Ditanyai pesawat jam berapa sama mandor bernama Ando Purba," kata Haris.

Setelah disebutkan jam keberangkatan pesawat pukul 18.20 WIB, pihak Paradep menyanggupi akan tiba di Bandara Kualanamu sebelum jam penerbangan. "Kami beli tiket dan kami ngomong juga pesawat kami berangkat 18.20 mereka menerima dan mengambil uang kami dan disuruh nunggu," ungkapnya.

Tidak lama setelah mereka disuruh masuk, mendadak disuruh pindah ke mobil ukuran kecil. "Sudah duduk keluargaku di bus yang besar. Bukannya langsung berangkat malah dipindahkan 15 menit kemudian ke bus kecil warna hijau," terangnya.

Mereka kemudian berangkat dari terminal Paradep. Di tengah jalan, sopir mengambil empat orang penumpang. "Di Jalan Asahan mereka menaikkan penumpang. Menurut mandor itu sewa resmi. Sampai di Tebingtinggi turun cewek satu orang dan dia memberikan uang ke kernet bus. Berarti bukan sewa resmi dari loket," katanya.

Setelah tiba di tol menuju bandara, bus yang mereka tumpangi mendadak rusak. Di sini dilakukan perbaikan sehingga memakan waktu 20 menit. "Setelah masuk tol, mobilnya mogok. Setelah memakan waktu 20 menit selesai, kernet nanya pesawat jam berapa, kami bilang 18.20. Berangkat lah," katanya.

Menurut Haris, meski pengemudi sudah tahu jam keberangkatan pesawat, dia justru keluar dari jalur tol. Haris pun protes. "Di saat dia tahu pesawat kami 18.20. Dia keluar tol dan kami protes. Baru lah masuk tol lagi dan sampai ke Kualanamu pukul 18.20 dan kami cek in ternyata pesawat sudah di landasan pacu," ujarnya.

Akibat kelalaian manajemen dan sopir, Haris dan keluarga kehilangan tiket pesawat. Mereka rugi Rp 12 juta. Setelah kejadian itu, Haris dan keluarga dua hari berturut-turut mendatangi Paradep Taksi meminta pertanggungjawaban kerugian. Namun perusahaan lepas tanggung jawab.

"Hari Selasa kami ke Paradep. Sama mandornya aja ngomong. Kami meminta bicara sama pihak manajemen, karena mandor jelas mengelak. Dia tahu nominal kerugian kami besar mencapai 12 juta," ungkapnya.

Pada Rabu 12 Juni 2019, bertemu dengan anak pemilik Paradep. Dia juga lepas tangan dan tidak memberikan solusi. "Sempat kami ngobrol sama sopir, dia mengatakan hanya menjalankan instruksi dan disuruh jalan. Kami juga sudah ketemu dengan anak pemilik Paradep," ungkapnya.

Artikel lainnya: Viral, Kisah Novita Purba Ambilalih Bus Paradep Siantar-Kualanamu, Tinggalkan Supir

Mandor perusahaan kemudian memberikan solusi mengganti tiket taksi. Sedangkan tiket pesawat yang hangus tidak menjadi tanggung jawab mereka. "Si mandor mengisyaratkan mengganti. Tapi yang diganti hanya tiket taksi dari Siantar ke Kualanamu. Tiket pesawat kami dia tidak mau tahu," terangnya.

Haris menambahkan, jika tidak ada niat baik dari Paradep Taksi, mereka akan melaporkan kejadian ini ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dan Menteri Perhubungan.

Manajemen Paradep Taksi belum memberikan keterangan resmi atas kejadian ini. Sejumlah staf, sopir dan mandor perusahaan mendadak menghilang saat ditemui Rabu 12 Juni 2019 di terminal Jalan Sutomo, Kota Pematangsiantar. []


Berita terkait
0
Menteri Basuki Sambut Kolaborasi Insinyur Muda ASEAN
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelenggarakan acara Meet and Greet Young Fellow Engineers.