Bupati Rembang Jelaskan Perbaikan Jalan Pandangan

Bupati Rembang Abdul Hafidz memberi penjelasan soal perbaikan jalan rusak di Desa Pandangan, Kecamatan Kragan.
Bupati Rembang Abdul Hafidz. Hafidz menyatakan pandemi Covid-19 membuat pihaknya tidak bisa mengalokasikan anggaran perbaikan jalan di Desa Pandangan, Kragan, dalam jumlah besar. (Foto: Tagar/Rendy Teguh Wibowo)

Rembang - Bupati Rembang Abdul Hafidz angkat bicara soal kerusakan dan upaya perbaikan jalan di Desa Pandangan, Kecamatan Kragan. Ia menyatakan pandemi membuat pihaknya tidak bisa maksimal mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan

Bupati Hafidz mengatakan, perbaikan jalan Pandangan sebenarnya sudah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 dengan anggaran sebesar Rp 12,3 miliar. Dan tinggal memasuki proses lelang. 

Tidak bisa kami ada uang langsung bangun, itu tidak bisa. Pemerintah ini ada proses dan aturan yang harus dipenuhi.

Hanya saja karena adanya pandemi Covid-19 Kementerian keuangan memberikan instruksi agar seluruh kegiatan fisik pemerintah daerah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dihentikan.

"Saya masih ingat malam Senin mau dibuka di LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik), Senin paginya saya mendapat surat dari Menteri Keuangan bahwa semua kegiatan fisik pemerintah daerah harus dihentikan. Khususnya yang DAK," kata dia, Selasa 11 Agustus 2020.

Dengan adanya kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Rembang lantas mencari cara untuk mendapat dana dari sumber yang lain. Kendati diakui cukup sulit namun akhirnya pemerintah bisa mendapat dana sekitar Rp 4 miliar untuk perbaikan jalan Pandangan. 

"Kemudian bagaimana untuk menindaklanjutinya, saya cari-cari dari sumber yang lain ternyata kesulitan. Hanya dapat sekitar Rp 4 miliar untuk jalan Pandangan dan ini sudah diproses pelaksanaannya," ujarnya.

Hafidz berharap masyarakat bisa memahami kondisi yang terjadi saat ini. Bahkwa dalam sebuah proyek pembangunan tidak bisa asal mengalokasikan anggaran maupun langsung membangun. Namun harus melalui beberapa proses dan tahapan sesuai aturan yang berlaku.

"Jadi Maret-April saya dihentikan, kemudian saya cari anggaran di luar itu kemudian lelang. Jadi perencanaan sampai lelang itu butuh waktu tiga bulan, masyarakat harus tahu itu. Tidak bisa kami ada uang langsung bangun, itu tidak bisa. Pemerintah ini ada proses dan aturan yang harus dipenuhi," tuturnya.

Baca lainnya: 

Bupati Hafidz menambahkan dalam hitungan pekan, mobilisasi peralatan dan pembersihan lahan di Pandangan akan dilakukan. Rencananya jalan yang rusak di Pandangan akan ditingkatkan menggunakan beton. Juga dengan penambahan drainase di sisi jalan untuk menghindari genangan air di badan jalan, khususnya saat turun hujan.

"Saya pastikan minggu depan ada mobilisasi untuk memperbaiki jalan di Pandangan. Jadi nanti itu jalan kami cor dan kami beri drainase, Insya Allah itu menjadi pilihan masyarakat yang terbaik," ucap dia. 

Diberitakan sebelumnya, kerusakan jalan di kawasan pertigaan di Desa Pandangan, Kecamatan Kragan menjadi perhatian banyak masyarakat. Kerusakannnya parah, mengganggu aktivitas warga. Bahkan jika hujan turun, lubang jalan berubah mirip kubangan. [] 

Berita terkait
Jalan di Desa Pandangan Rembang Mirip Kubangan
Kerusakan jalan di Desa Pandangan, Kragan, Rembang, parah. Jika hujan turun, lubang jalan berubah jadi kubangan.
Jalan Lingkar Rembang Diusulkan Jadi Jalan Nasional
Pemkab Rembang berupaya memperjuangkan jalan lingkar berstatus jalan nasional. Kenapa?
Firasat Bupati Rembang soal Jalan Lingkar Rusak
Bupati Rembang Abdul Hafidz sudah memperkirakan kerusakan jalan lingkar bakal viral di musim hujan.
0
Dewas KPK Pecat Penyidik Robin Terkait Suap Tanjung Balai
Dewan Pengawas KPK memecat penyidik Stepanus Robin Pattuju karena terbukti berhubungan dengan perkara Wali Kota Tanjung Balai M. Syahrial.