UNTUK INDONESIA
Bupati Kulon Progo Beri Lampu Hijau Kegiatan Budaya
Bupati Kulon Progo mensyaratkan kegiatan kebudayaan dilakukan di ruang tertutup dan mengedepankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Kegiatan budaya di tengah pandemi di Kulon Progo (Foto: Tagar/Harun Susanto)

Kulon Progo - Bupati Kulon Progo Sutedjo memberikan lampu hijau kepada penggiat seni untuk menggelar Festival Dhalang yang direncanakan di Taman Budaya Kulon Progo. Hanya saja, pelaksanaan Festival Dhalang harus mengedepankan protokol kesehatan.

Festival Dhalang merupakan merupakan pagelaran budaya pertama kali setelah aktivitas kebudayaan vakum akibat dari pandemi Covid-19. Acara ini rencananya akan berlangsung di Taman Budaya Kulon Progo sepanjang dua pekan ke depan.

Di masa pandemi seperti sekarang ini, semua kegiatan budaya jadi mati suri dan ini menjadi tantangan.

Bupati Kulon Progo, Sutedjo mengatakan pertunjukan budaya tersebut penting untuk menanamkan nilai budaya ke tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo merasa perlu menanamkan dan mempertahankan budaya, sebagai jati diri dan identitas pada generasi penerus yang sudah dilakukan sejak lama.

"Di masa pandemi seperti sekarang ini, semua kegiatan budaya jadi mati suri dan ini menjadi tantangan," ujar Sutedjo, di Kulon Progo, Rabu, 12 Agustus 2020.

Baca juga:

Sutedjo menjelaskan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, roda perekonomian coba kembali digerakkan. Di mulai dari bandara, kemudian berlanjut ke transportasi, pusat belanja, sektor pariwisata, dan kini kegiatan kebudayaan. 

Untuk budaya ini, lanjut Sutedjo, kegiatannya dilakukan di tempat tertutup, tanpa penonton, tetapi tetap memberi ruang pada seniman dan pemangku kebudayaan.

“Kami tidak yakin bisa mengendalikan protokol kesehatan bila digelar di ruang terbuka,” tutur Sutedjo.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundho Kabudayan) Niken Probolaras mengungkapkan, salah satu cara dengan menggelar kegiatan budaya adalah dengan mengadakan di tempat tertutup tanpa penonton atau jumlah penonton sangat dibatasi.

"Kami tetap memperhatikan protokol kesehatan," kata Niken.

Niken menambahkan, masyarakat Kulon Progo sebenarnya bangga dengan keragaman budaya daerahnya. Hal ini bisa terlihat dari jumlah penonton yang selalu berlimpah saat digelar atraksi budaya. Namun dengan adanya pandemi virus covid-19, maka harus ada penyesuaian dengan protokol kesehatan.

"Kami nanti akan memanfaatkan media sosial. Nanti kita rekam, baru publish virtual, sementara itu,” kata Niken. []

Berita terkait
Pemilos, Dongkrak Pemilih Pemula di Kulon Progo
Partisipais pemilih pemula di Kulon Progo tergolong rendah. KPU membuat program Pemilos.
Mengenal Science Corner di Bandara YIA Kulon Progo
Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA), menghadirkan Science Corner Taman Pintar pertama di Indonesia
Gemeresak Suara HT di Ruang Guru SD Kulon Progo
SD Negeri 2 Kanoman, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo berinovasi dengan menggunakan HT untuk pembelajaran jarak jauh.
0
Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Jaga Daya Beli Masyarakat
Jokowi meminta pemerintah daerah menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran agar daya beli masyarakat lekas pulih.