UNTUK INDONESIA
Bunga Murah, BTN Optimistis Raup Rp 3 Triliun
BTN membidik penyaluran kredit pemilikan rumah senilai Rp 3 triliun pada perhelatan Indonesia Property Expo (Ipex) 2020.
Ilustrasi pembangunan rumah. (Foto: Pixabay/Michal Jarmoluk)

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk membidik penyaluran kredit pemilikan rumah senilai Rp 3 triliun pada perhelatan Indonesia Property Expo (Ipex) 2020. Direktur Utama Bank BTN Pahala Mansury mengatakan perseroan optimistis untuk merealisasikan target tersebut melalui produk KPR subsidi dan nonsubsidi berdasarkan izin prinsip kredit. 

"Tahun ini merupakan momentum yang tepat untuk membeli properti karena sedang berlangsung era suku bunga murah. Selain itu, BTN juga menyediakan uang muka yang semakin terjangkau," kata dia di Jakarta, Sabtu, 15 Februari 2020.

Sebagai informasi, pada sepanjang tahun lalu Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin menjadi 5 persen. Sementara, rerata suku bunga kredit pada 2019 menurut OJK berada pada kisaran 10,5 persen.

Lebih lanjut, untuk kategori KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), BTN hanya menargetkan pertumbuhan sekitar 3 persen. Rendahnya proyeksi tersebut disebabkan keterbatasan kuota yang diberikan pemerintah dengan 220.000 unit. 

Dari jumlah tersebut, 110.000 diantaranya merupakan KPR FLPP murni dan sisanya merupakan bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT). 

“Kami dalam waktu dekat akan menawarkan KPR dengan skema khusus yang dapat menangkap segmen masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak kebagian FLPP," ucap Pahala. 

Pada gelaran Ipex 2020 sendiri bank spesialis perumahan tersebut memberikan keringanan bagi pengunjung seperti suku bunga KPR mulai dari 5,7 persen dengan skema tetap (fixed rate) selama satu tahun. Kemudian, bebas biaya provisi, bebas biaya administrasi, bebas biaya apraisal, dan diskon asuransi jiwa 20 persen.

"Variasi hunian yang strategis terutama di wilayah Jabodetabek juga semakin banyak karena sarana dan prasarana transportasi yang sudah jadi seperti LRT dan MRT," tuturnya. 

Berdasarkan laporan keuangan terakhir, hingga kuartal III/2019 laba BTN tercatat sebesar Rp 1,05 triliun. Capaian itu anjlok 52 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2018 dengan Rp 2,23 triliun. 

Sementara dari sisi fungsi intermediasi, bank plat merah itu berhasil menyalurkan kredit senilai Rp 231 triliun, atau tumbuh 16,6 persen dari posisi September 2018 yang sebesar Rp 199 triliun.  Akan tetapi, ekspansi kredit tersebut tidak dibarengi oleh kualitas pembayaran yang maksimal. 

Alhasil, perseroan diketahui mengalokasikan dana sebesar Rp2,01 triliun untuk cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) aset. Angka tersebut membengkak 132 persen dibandingkan dengan CKPN per September 2018 yang sebesar Rp 866 miliar. []

Berita terkait
Buruh Sulindafin Minta Penangguhan Kredit Bank BTN
Buruh PT Sulindafin yang belum menerima upah selama tiga bulan terakhir, terpaksa ajukan permohonan penangguhan pembayaran Kredit KPR
Suprajarto, Selesai di BRI Enggan ke BTN
Bekas Dirut Bank BRI Suprajarto menolak penunjukannya menjadi Dirut BTN karena merasa hanya sepihak. Ini profil sang bankir.
BTN Raup Rp 5 Triliun dari Obligasi
Dana dari pasar modal sebesar Rp 5 triliun dalam rangka penerbitan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I 2017 berhasil diraup PT Bank Tabungan Negara Tbk.
0
Pengakuan Menantu Bunuh Sadis Mertua‎ di Pemalang
Pembunuhan menantu terhadap mertua di Pemalang terungkap jelas. Sang menantu akhirnya membeber penyebab ia menggorok leher mertuanya.