UNTUK INDONESIA
Bukittinggi Lockdown Viral di Medsos, Wako: Hoaks
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias membantah kabar hoaks tentang Bukittinggi akan menerapkan lockdown.
Foto screenshot info hoaks berseliweran di media sosial tentang Bukittinggi lockdwon. (Foto: Tagar/Rifa Yanas)

Bukittinggi - Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, disebut-sebut bakal menerapkan lockdown atau karantina daerah. Kabar ini beredar luas di media sosial (medsos), terutama sejak dilaporkan empat orang pasien positif corona (covid-19) dirawat di RSAM Bukittinggi.

Masyarakat seharusnya tidak memperkeruh situasi dengan menyebar informasi yang tidak jelas atau hoaks.

Dalam informasi yang beredar, foto Kawasan Jam Gadang dibubuhi kalimat berwarna merah bertuliskan "Bukittinggi Segera Lockdown". Kabar itu juga diikuti sejumlah ketentuan, seperti penutupan akses keluar masuk kota, larangan beroperasi tiga pasar utama, serta larangan aktivitas bepergian ke luar rumah.

Informasi tersebut dibantah tegas oleh Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias. Menurutnya, meski dua dari empat pasien positif covid-19 adalah warga Bukittinggi, namun pihaknya belum menerapkan sistem lockdown.

"Masyarakat seharusnya tidak memperkeruh situasi dengan menyebar informasi yang tidak jelas atau hoaks. Memang benar sudah ada yang positif, namun jumlahnya masih sama. Belum ada pasien yang bertambah positif," katanya, Jumat, 26 Maret 2020.

Menurut Ramlan, penetapan status lockdown membutuhkan kajian dan acuan dari pemerintah pusat, termasuk segala risiko atas keputusan tersebut. Jika status lockdown diterapkan, tidak ada lagi yang boleh ke luar masuk kota.

"Siapa yang ke luar masuk akan ditangkap. Dari sisi lain, semua pasokan harus standby, harus dikaji makan orang nanti pakai apa, jadi tidak asal-asal lockdown saja. Dalam sistem lockdown sendiri, pemerintah juga harus menjamin makan masyarakat," katanya.

Selain menampik isu lockdown, Ramlan juga membeberkan opsi lain yang diterapkan Pemko Bukittinggi. Salah satunya pengurangan tenaga kerja. "Semua staf diliburkan, yang ada hanya kepala dinas dan staf pribadinya, camat dan sekretaris, serta lurah dan sekretaris," katanya.

Kapolres Bukittinggi AKBP Iman Pribadi Santoso meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi hoaks yang kebenarannya tidak dapat dipastikan.

“Jika ada informasi silahkan konfirmasi dengan seksama kepada sumbernya agar lebih valid. Kepada penyebar hoaks juga diimbau untuk berhati-hati karena akan dijerat dengan pidana. Maka dari itu, mari kita semua bersikap bijak," katanya. []



Berita terkait
Empat Pasien Positif Corona Dirawat di Bukittinggi
Empat dari lima warga Sumatera Barat yang positif corona dirawat di RSAM Bukittinggi.
Satu Warga Sumbar Positif Corona di Bukittinggi
Satu pasien dalam pengawasan (PDP) yang diisolasi di RASM Bukittinggi, Sumatera Barat, dinyatakan positif corona.
Warga Agam Bantah Tudingan Corona Wako Bukittinggi
Warga Agam menyayangkan pernyataan Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias terkait pemantauan warga yang pulang dari daerah terjangkit corona.
0
Pasien Suspek Corona asal Sibolga Meninggal di Medan
Satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 asal Kota Sibolga meninggal dunia di Rumah Sakit Martha Friska Medan.