UNTUK INDONESIA

Budi Gunadi: Butuh 15 Bulan untuk Menyelesaikan Vaksinasi

Pemerintah memperkirakan dibutuhkan 1 tahun lebih untuk dapat menyelesaikan proses vaksinasi Covid-19 di Tanah Air.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Tagar/dok.BNPB)

Jakarta - Pemerintah memperkirakan dibutuhkan 1 tahun lebih untuk dapat menyelesaikan proses vaksinasi Covid-19 di Tanah Air. "Vaksinasi dilakukan pada tahap awal untuk tenaga kesehatan dan dilanjutkan dengan masyarakat usia 18-59 tahun, dibutuhkan 15 bulan untuk menyelesaikan vaksinasi," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, 29 Desember 2020.

Ia menjelaskan bahwa hal ini berdasar dari kalkulasi banyaknya penduduk yang akan menjadi sasaran vaksinasi. "Untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity), pemerintah telah menyiapkan sebanyak 426 juta dosis vaksin untuk 181 juta penduduk Indonesia. Sesuai dengan standar dari WHO, tiap warga disuntik dua kali," jelasnya. 

Katanya, tahap pertama periode vaksinasi Januari-April 2021 akan ditujukan kepada 1,3 juta petugas kesehatan yang tersebar di 34 provinsi. Tahap kedua ditujukan kepada 17,4 juta petugas publik dan 2,15 juta lansia yakni warga negara yang berusia di atas 60 tahun.

Berikutnya, program vaksinasi dilakukan pada periode April 2021-Maret 2022. Untuk tahap ketiga ditujukan kepada masyarakat rentan yakni yang berada di daerah dengan risiko penularan tinggi sebanyak 63,9 juta orang. Tahap keempat, pemerintah menargetkan 77,4 juta masyarakat lainnya untuk divaksin dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Saat ini pemerintah mengupayakan pengadaan vaksin dari 5 jalur. Empat produsen dari bilateral, yakni Sinovac dari Cina (100 juta), Novavax dari Kanada-Amerika (100 juta), Pfizer dari Jerman-Amerika (100 juta), AstraZeneca dari Swiss-Inggris (100 juta) dan satu berasal dari multilateral yakni COVAX/GAVI dari aliansi vaksin GAVI dengan didukung WHO dan CEPI (16-100 juta dosis).

Karena memang ini belum ada barangnya, kita harus siap-siap. Jadi ada isu kemanusiaan di sini, itu sebabnya kita agresif mencari vaksin, meski vaksinnya belum terbukti kita sudah DP duluan. Kenapa? Karena nanti kita takut tidak kebagian,

Karena vaksin menjadi komoditas yang paling diperebutkan seluruh negara saat ini, kata Budi Gunadi, komunikasi dengan para produsen terus dilakukan secara intens. 

“Karena memang ini belum ada barangnya, kita harus siap-siap. Jadi ada isu kemanusiaan di sini, itu sebabnya kita agresif mencari vaksin, meski vaksinnya belum terbukti kita sudah DP duluan. Kenapa? Karena nanti kita takut tidak kebagian,” ujarnya.

Ia berharap vaksin-vaksin tersebut segera tiba di Indonesia, sehingga bisa segera dilakukan penyuntikan bagi 181 juta penduduk Indonesia. Penyuntikan terutama bagi para tenaga kesehatan yang selama 10 bulan ini telah berjuang di garda terdepan penanganan Covid-19. Sampai saat ini, vaksin yang telah tiba 3 juta dosis buatan Sinovac.

Ia juga mengingatkan di tengah kabar baik kedatangan vaksin Covid-19 di Indonesia, protokol kesehatan 3M terus terus ditegakkan oleh masyarakat tanpa terkecuali. "Sebab itu merupakan kunci untuk memutus mata rantai penularan Covid-19," ujarnya. []

Baca juga:

Berita terkait
7 Macam Vaksin Covid-19 untuk Rakyat Indonesia
Berikut rangkuman 7 jenis vaksin yang telah ditetapkan Menteri Kesehatan RI untuk vaksinasi di Indonesia.
PKS Tegaskan Pemulihan Ekonomi Tergantung Keberhasilan Vaksin
Ketua DPP PKS, Anis Byarwati mengatakan pemulihan ekonomi di Tanah Air bergantung pada keberhasilan vaksin Covid-19.
Kerjasama Holding BUMN Farmasi PT Bio Farma untuk Vaksinasi
Jelang vaksinasi, Holding BUMN Farmasi PT Bio Farma, menandatangani kerjasama dengan Novavax dan Astrazeneca.
0
2021, Gubernur dan Wagub Jabar Beralih ke Mobil Listrik
Mobil listrik jenis IONIQ Electric dan KONA Electric digunakan untuk Ridwan Kamil, Uu Ruzhanul Ulum, dan operasional polisi patwal gubernur.