UNTUK INDONESIA

Penjelasan Menkes soal Vaksin Covid-19 untuk Lansia

Menteri Kesehatan menjelaskan bahwa pemberian vaksin kepada masyarakat terdapat beberapa tahap, dan hal tersebut berlaku untuk usia lanjut.
Budi Gunadi selaku Menteri Kesehatan. (Tagar/YouTube)

Jakarta - Beredar pemikiran masyarakat bahwa vaksin kurang direkomendasikan untuk lansia, karena telah tersebarnya opini tersebut di masyarakat Menteri Kesehatan (Menkes) angkat suara.

Budi Gunadi selaku Menteri Kesehatan menjelaskan bahwa pemberian vaksin kepada masyarakat terdapat beberapa tahap, dan hal tersebut berlaku untuk usia lanjut (lansia). Tahap untuk lansia tersebut memiliki 3 tahap, berdasarkan strategi dan hal tersebut juga belum pasti.

Sebanyak 21,5 juta lansia yang akan diberikan vaksin, dan memiliki umur di atas 60 tahun. Data tersebut di dapat dari Kemenkes, serta lanjutan mengenai vaksin Covid-19 yang diperuntukkan lansia belum diterangkan secara lebih lanjut.

Budi memiliki alasan mengapa belum adanya penjelasan lebih lanjut mengenai pemakaian vaksin untuk lansia tersebut. Dirinya menjelaskan bahwa tahap ketiga tersebut masih belum usai dan data yang resmi belum ada.

Untuk memastikan lebih lanjut terkait data vaksin Covid-19, untuk para lansia khususnya di atas 60 tahun tersebut. Perlu dilakukan waktu dan penelitian lebih lanjut, supaya pihaknya dapat memastikan dengan sempurna bahwa vaksin dapat dipakai.

Vaksin tahap 3 akan diberikan terlebih dahulu, untuk para masyarakat yang memiliki rentang usia dari 18 hingga 59 tahun. Pemberian tersebut dilakukan atas dasar pengujian uji klinis, dan pengujian tersebut dilakukan di Bandung,

Vaksin Sinovac yang didatangkan dari china tersebut, telah dilakukan penelitian oleh sejumlah negara. Negara yang telah melakukan penelitian tersebut adalah Turki dan Brasil, penelitiannya juga mengaitkan akan pemakaian vaksin tersebut untuk lansia.

"Vaksin tahap 3 akan diberikan terlebih dahulu, untuk para masyarakat yang memiliki rentang usia dari 18 hingga 59 tahun. Pemberian tersebut dilakukan atas dasar pengujian uji klinis, dan pengujian tersebut dilakukan di Bandung," kata Menkes, Kamis, 31 Desember 2020. 

Calon penerima vaksin tersebut perlu memiliki kondisi badan yang sehat, pemerintah juga memiliki larangan untuk yang diberikan vaksin. Diantaranya dengan penyakit komorbid, wanita hamil, dan pasien yang pernah terinfeksi Covid-19, berlaku untuk rentang usia yang telah tertera.

“Itu sebabnya hasi diskusi kita dengan ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization), secara scientific memang disarankan menggunakan vaksin Sinovac sesuai dengan yang diuji klinis tiga-kan di Bandung,” ujar Budi di Kantor Presiden, Selasa 29 Desember 2020. [] (Farras Prima Nugraha)

Baca juga:

Berita terkait
Penerima Vaksin Covid-19 Akan Terima SMS dari Kemenkes
Warga negara Indonesia yang terdaftar dalam program vaksinasi Covid-19 akan menerima SMS keri Kemenkes.
Pemerintah Amankan 100 Juta Vaksin AstraZeneca & Novavax
Pemerintah Indonesia amankan persediaan 100 juta vaskin dari AstraZeneca & Novavax.
Menlu Retno: Besok, Tambahan 1,8 Juta Vaksin Sinovac Tiba
etno Marsudi mengumumkan, tambahan sebanyak 1,8 juta vaksin Covid-19 dari Sinovac, China tiba di Indonesia pada Kamis 31 Desember 2020.
0
Penjelasan Menkes soal Vaksin Covid-19 untuk Lansia
Menteri Kesehatan menjelaskan bahwa pemberian vaksin kepada masyarakat terdapat beberapa tahap, dan hal tersebut berlaku untuk usia lanjut.