UNTUK INDONESIA
Bos-bos di Magelang Diminta Waspada Pneumonia-Corona
Dinas Tenaga Kerja Kota Magelang meminta bos perusahaan memperhatikan kesehatan lingkungan dan pekerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Magelang Gunadi Wirawan meminta bos dan pimpinan perusahaan di wilayahnya mewaspadai penyebaran pneumonia dan virus corona. (Foto: Tagar/Solikhah Ambar Pratiwi)

Magelang - Pemerintah Kota Magelang mengeluarkan imbauan ke para bos perusahaan, pabrik, badan usaha pelat merah maupun swasta untuk waspada penyebaran virus corona dan pneumonia berat. Dua penyakit itu punya gejala mirip dan rentan menyebar di lokasi yang banyak orang. 

"Imbauan ini merupakan tindak lanjut surat Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Kementerian Ketenagakerjaan dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah," jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Magelang Gunadi Wirawan, Kamis, 5 Maret 2020.

Jika pekerja atau buruh mengalami gejala gangguan saluran pernafasan berupa demam, lemas, batuk kering, dan sesak, agar menggunakan masker dan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Gunadi menyebutkan imbauan melalui surat tersebut ditujukan kepada seluruh direktur atau pimpinan perusahaan agar membina seluruh pekerja untuk melaksanakan langkah-langkah pencegahan penyebaran penyakit. Antara lain menjaga kebersihan lingkungan kerja, menjaga kebersihan tangan, menutup mulut dengan tisu ketika bersin atau batuk hingga membuang tisu bekas pakai ke tempat sampah.

“Jika pekerja atau buruh mengalami gejala gangguan saluran pernafasan berupa demam, lemas, batuk kering, dan sesak, agar menggunakan masker dan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan,” kata dia. 

Dia menambahkan, pimpinan perusahaan juga wajib memeriksakan kesehatan pekerjanya, termasuk jika ada tenaga kerja asing terkait suspect pneumonia maupun covid-19. Upaya ini sebagai upaya preventif dan antisipati terjadinya penyebaran. Terlebih untuk mengetahui penyebab terjangkit dan penularan butuh waktu untuk mengetahuinya 

“Para pimpinan perusahaan harus memberikan informasi kepada pekerja atau buruh tentang kasus pneumonia berat yang tidak diketahui penyebabnya di tempat kerja dan rencana kesiapsiagaan dalam menghadapi penyakit tersebut,” ujarnya.

Untuk antisipasi, Dinas Tenaga Kerja juga telah mengintensifkan koordinasi dengan pihak terkait, baik pencegahan maupun penanganan penyakit yang mudah menyebar tersebut. 

Sebelumnya, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito meminta masyarakat untuk tidak panik terkait wabah virus corona. Apalagi sampai melakukan tindakan memborong dan menimbun masker. RSUD Tidar juga telah disiapkan untuk penanganan covid-19. []

Baca juga: 

Berita terkait
Permintaan Masker di RSUD Tidar Magelang Melonjak
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito meminta masyarakat tak panik menyikapi virus corona dengan menimbun masker.
RSUD Tidar Magelang Hanya Ada 1 Ruang Isolasi Corona
RSUD Tidar Magelang menyediakan 10 ruang isolasi untuk penyakit menular. Dari jumlah itu, hanya satu ruang untuk isolasi penyakit virus corona.
Pekerja Asal China Bawa Virus Corona Masuk Indonesia
Anggota Ombudsman Republik Indonesia La Ode Ida menduga kuat virus corona disebarkan para pekerja dan wisatawan asal China. Investasi harus dikaji.
0
KPK Tahan Dua Tersangka Kasus Suap Lapas Sukamiskin
KPK menahan dua tersangka kasus dugaan suap pemberian fasilitas izin keluar Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin.