UNTUK INDONESIA
BMKG Pasang 5 Macam Sensor Bencana di Bandara YIA
BMKG memasang lima macam sensor antisipasi bencana. Alat ini sebagai alat mitigasi bencana gempa dan tsunami.
Kepala BMKG, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D menyebutkan BMKG tutur serta sejak awal perencanaan pembangunan YIA di Kulon Progo demi menjadikannya aman dari potensi bencana. (Foto : Tagar/Ratih Keswara)

Yogyakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menetapkan lima macam sensor antisipasi potensi bencana yang dipasang di kawasan Yogyakarta International Airport (YIA). Kelima macam alat ini difokuskan sebagai alat mitigasi bencana gempa dan tsunami.

Kepala BMKG, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D mengatakan saat ini sedang dalam proses pemasangan lima macam alat mitigasi bencana di kawasan YIA. Pemasangan alat-alat ini memang sudah direncanakan sejak awal, bahkan sebelum pembangunan dimulai.

"Tentu tujuannya agar bandara ini aman dan penyelamatan bisa lebih maksimal jika terjadi bencana,” ungkapnya dalam Rapat Koordinasi Percepatan Kegiatan Mitigasi di Kawasan Bandar Udara Internasional Yogyakarta di Hotel Hyatt Yogyakarta pada Jumat, 8 November 2019.

Dwikorita mengatakan, kelima macam alat sensor yang dipasang ini adalah warning receiving system atau sistem menerima informasi gempa bumi dan tsunami, intensitimeter atau alat untuk mengetahui intensitas gempa bumi dan tingkat kerusakan akibat gempa bumi.

Sensor ketiga ialah accelerograph atau alat untuk mencatat guncangan permukaan tanah yang sangat kuat dan mengukur percepatan tanah, seismograph sebagai alat untuk mencatat gempa atau getaran yang terjadi di permukaan bumi, serta earthquake early warning system atau sistem yang memberikan peringatan dini gempa bumi.

Yang namanya bencana setiap detik sangatlah berarti untuk evakuasi.

Mantan Rektor UGM Yogyakarta ini mengatakan untuk alat warning receiving system, peringatan bisa diterima lima menit setelah gempa terdeteksi. "Tapi target kami menjadi tiga menit, dan itu sudah bisa kami lakukan. Saat simulasi, kami bahkan beberapa kali bisa mencapai waktu dua menit,” ujarnya.

Dia mengatakan sampai saat ini BMKG Indonesia belum mampu mendeteksi gempa sebelum bencana terjadi. Namun kini BMKG akan melakukan uji coba pertama di Indonesia terkait sistem deteksi dini gempa bumi. 

Dengan sistem ini nantinya peringatan gempa diperkirakan dapat diterima 15-30 detik sebelum guncangan. “Yang namanya bencana setiap detik sangatlah berarti untuk evakuasi,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan pembangunan bandara baru Yogyakarta di Kulon Progo ini sejak awal sudah mengidentifikasi dan mengantisipasi terkait potensi bencana. Hal ini dilakukan bersama stakeholder lain yang kaitannya dengan kebencanaan.

“Sejak awal sudah kami antisipasi terkait potensi bencana. Dari masukan-masukan dan pembagian tugas, Pemda DIY dan Kabupaten Kulon Progo, bandara ini dibangun dengan segala antisipasi bencananya,” imbuhnya. []

Baca Juga:

Berita terkait
140 Penerbangan Pindah dari Adisutjipto ke Bandara YIA
Januari 2020, seluruh penerbangan domestik di Bandara Adisutjipto rencananya akan dipindahkan ke Bandara YIA.
Bangunan Bandara YIA Dipersiapkan Antisipasi Tsunami
Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo sudah mengantisipasi kemungkinan terjadinya tsunami di pesisir selatan P.Jawa
Jokowi: Pembangunan Bandara YIA Tercepat di Indonesia
Dalam kunjungannya ke Bandara YIA di Kulon Progo Presiden Jokowi mengatakan pembangunan bandara ini tercepat di Indonesia, bahkan di dunia.
0
Gempa Guncang Ambon 2.345 Kali, Dirasakan 269 Kali
Sejak 23 September 2019 hingga Sabtu 16 November 2019 Ambon sudah 2.345 kali gempa bumi. Dari jumlah itu 269 kali dirasakan warga.