UNTUK INDONESIA
Maskapai Asing Belum Terbang ke YIA Yogyakarta, Ini Alasannya
Maskapai asing masih enggan membuka jalur penerbangan ke bandara baru, Yogyakarta International Airport (YIA). Ini alasannya.
Pelaksana Tugas Sementara Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Agus Pandu Purnama usai rapat kerja dengan DPD RI di Kantor Perwakilan DIY Jalan Kusumanegara, Selasa 13 Agustus 2019. (Foto: Tagar/Ridwan Anshori)

Yogyakarta - Maskapai asing masih enggan membuka jalur penerbangan ke bandara baru, Yogyakarta International Airport (YIA). Padahal bandara yang disebut-sebut bakal menjadi yang termegah di Indonesia ini sudah beroperasi awal Mei 2019 lalu.

Sampai saat ini, baru ada 16 penerbangan domestik yang sudah beroperasi di bandara yang berada di Kecamatan Temon, Kulon Progo tersebut. Itu sebagian pindahan rute di Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

Pelaksana Tugas Sementara Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Agus Pandu Purnama mengakui maskapai asing masih enggan membuka jalur di Bandara YIA. "Karena ada prasyarat bagi maskapai asing terbang ke YIA," kata dia usai rapat kerja dengan DPD RI di Kantor Perwakilan DIY Jalan Kusumanegara, Selasa 13 Agustus 2019.

Belum tersedia fasilitas pendukung seperti hotel bintang tiga di kompleks bandara menjadi penyebabnya. Selain itu, belum tersedianya rumah sakit berkelas Internasional di sekitar Bandara YIA.

Pandu mengatakan, maskapai asing sering menanyakan hotel bintang tiga dan rumah sakit bertaraf internasional di sekitar Bandara YIA. "Itu fasilitas pendukung yang menjadi salah satu syarat maskapai asing mau membuka jalur di YIA," ujar Pandu.

Menurut dia, untuk infrastruktur hotel dan rumah sakit menjadi domain pemerintah dan maupun investor. "Itu domainnya ada di pemerintah bagaimana menyiapkan RUTR (rencana umum tata ruang) supaya investor bisa segera melaksanakan pembangunan," ungkapnya.

Namun, kata Pandu, PT Angkasa Pura I saat ini sudah menyiapkan hotel bintang tiga di dalam kawasan Bandara YIA. Rencananya hotel terdiri 70 kamar. "Ini untuk mengakomodir kru maupun penumpang," ujar dia.

PT Angkasa Pura I juga akan membangun hotel di luar kawasan airport. Jumlah kamar lebih banyak dibanding hotel di dalam airport. "Lahan sudah ada, tidak jauh dari airport. Pembangunan hotel dikerjakan oleh anak perusahaan (PT Angkasa Pura)," kata Pandu.

Untuk rumah sakit bertaraf internasional, sudah ada pihak swasta yang bersedia membangun di dekat airport. Lokasi hanya berjarak sekitar 5 - 10 kilometer dari Bandara YIA.

Anggota DPD RI Afnan Hadikusumo mengatakan, rumah sakit swasta bertaraf internasional segera dibangun di Kulon Progo. "Jaraknya dengan airport dekat, sesuai persyaratan bandara bertaraf internasional," kata dia.

Senator DIY yang mewakili suara Muhammadiyah ini mengungkapkan, rumah sakit bertaraf internasional yang akan dibangun tersebut yakni milik Muhammadiyah. "Saat ini yang siap dan punya lahan yakni PKU Muhammadiyah.  Saat ini sudah dalam proses pembangunan," kata dia.

Hanya saja, secara detail belum tahu membutuhkan berapa lama untuk pembangunan rumah sakit tersebut. Setidaknya keberadaan rumah sakit bertaraf internasional mampu mendorong maskapai asing bersedia membuka jalur di Bandara YIA.

"Untuk teknisnya saya belum tahu persis. Yang jelas, saat bandara YIA disinggahi pesawat asing maka wisatawan ke DIY semakin banyak," kata dia. []

Berita terkait
Bandara YIA Yogyakarta Aman Digoyang Gempa Dahsyat
Bandara baru YIA Yogyakarta aman dari gempa berkekuatan besar.
Tersangka KPK, Supriyono Bantah ada Fee Pengesahan APBD Tulungagung
Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung Supriyono membantah adanya fee dalam pengesahan APBD dan APBD Perubahan Tulungagung 2015-2018.
0
Jokowi Siapkan Mitigasi Imbas Corona di Tenaga Kerja
Presiden Jokowi telah menyiapkan enam cara untuk mengatasi dampak virus corona Covid-19 terhadap sektor ketenagakerjaan.