Bisnis Budidaya Ikan Cupang di Kediri Merambah Ekspor

Warga di Desa Badal Pandean, Kediri bisnis budidaya ikan cupang. Bahkan ikan cupang di pasar ekspor dihargai Rp4 hingga 6 juta.
Warga di Desa Badal Pandean, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri budidaya ikan beta atau cupang yang sudah merambah pasar ekspor. (Foto: Tagar/Fendhi Lesmana)

Kediri - Pertimbangan nilai jual tinggi dan tidak terlalu membutuhkan tempat begitu luas untuk budidaya. Sejumlah petani ikan hias di Desa Badal Pandean, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri ini gencar memproduksi ikan Betta atau cupang.

Anggota budidaya ikan hias Desa Badal Pandean, Anang Royani mengatakan jenis budidaya Ikan Cupang dikembangkan oleh petani setempat beraneka macam. Mulai dari ikan cupang jenis galaxy, galaxy multi, Giant, dan blue rim memiliki nilai jual tinggi.

Kalau nominal kita ambil dari harga tertinggi, untuk kualitas sudah full block artinya warna sudah tegas, warnanya merah nyala, harganya sampai jutaan rupiah

"Kalau sekarang yang lagi digemari trendnya dari jenis galaxy multi sama Avatar, kurang lebih itu," ujar Anang kepada Tagar, Minggu, 8 November 2020.

Anang mengaku nominal harga tertinggi yang pernah dijual mencapai jutaan rupiah. Ia mengaku harga jual ikan cupang bergantung pada kualitas warna.

Baca juga:

"Kalau nominal kita ambil dari harga tertinggi, untuk kualitas sudah full block artinya warna sudah tegas, warnanya merah nyala, harganya sampai jutaan rupiah," kata dia.

Untuk pemasaran produk, para petani disini lebih cenderung menjualnya dengan sistem online. Penjualan online dianggap bisa menjangkau cakupan wilayah luas, bahkan ekspor ke Malaysia, Singapura, Jepang, Korea, China dan Amerika Serikat.

"Sebagian dari teman sudah ada ekspor. Kemarin teman sendiri sudah nyampek ke USA, itu per ekornya kena Rp 4-6 juta, untuk satu jenis ikan," kata Anang.

Ia mengaku komunitas budidaya ikan di Desa Bandal Pandean terbagi empat kelompok yang sudah diakui dinas terkait. Masing-masing kelompok beranggotakan 10 sampai 15 orang.

"Kalau saat ini ada 60-70 persen petani ikan fokus ke budidaya ikan Betta, yang lainya macam macam," ujarnya.

Ikan hias jenis Betta budidaya petani desa badal Pandean memilki keunggulan ditinjau dari sisi cara merawat, sehingga ikan lebih tinggi agresif dan memiliki daya tahan terhadap penyakit. Meski demikian, kendala yang dihadapi petani adalah ketersediaan cacing sutra sebagai makanan ikan cupang.

"Kami harus mendatangkan dari Surabaya. Soalnya saat ini ukuran per kaleng susu cacing sutra dijual kisaran Rp 10-12 ribu. Kalau harganya naik tidak terlalu signifikan. Sebelumnya Rp8-9 ribu," ucapnya.[] 

Berita terkait
Modus 3 Warga Bengkulu Rampok Uang Nasabah Bank di Kediri
Polres Kediri menembak pelaku perampokan nasabah bank. Korban dirampok di depan rumahnya usai mengambil uang Rp 185 juta.
Tani Wanita Lereng Wilis Kediri Olah Tiwul Jadi Nasi Goreng
Kelompok tani di Lereng Gunung Wilis, Kabupaten Kediri memproduksi tiwul yang bisa menjadi bahas dasar menu nasi goreng.
Turun Gunung, Pesan Ganjar untuk Hanindito di Pilkada Kediri
Ganjar Praonowo menitipkan pesan kepada calon Bupati Kediri Hanindito untuk memperhatikan UMKM agar ekonomi warga bisa bergerak.
0
China Tuduh Amerika Politisasi Asal Muasal Virus Corona
China mengecam langkah Amerika Serikat melacak asal muasal virus corona yang disebut China sebagai “mempolitisasi” pelacakan