UNTUK INDONESIA
BI Bali Karantina Uang 14 Hari Cegah Virus Covid-19
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali melakukan karantina uang selama 14 hari untuk mencegah penularan virus corona COvid-19.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan pihaknya mengkarantina uang selama 14 hari sebelum diedarkan ke masyarakat untuk mencegah penularan virus corona Covid-19. (Foto: Nila Sofianty).

Denpasar - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali melakukan karantina uang selama 14 hari sebelum diedarkan ke masyarakat. Hal ini untuk memilah uang yang masih layak digunakan sekaligus sebagai antisipasi penularan virus Corona Covid-19.

"Uang-uang yang disetor bank oleh PJPUR (Pusat Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah) atau bank ke BI pada hari itu langsung dikarantina 14 hari dan terus setiap hari modelnya FIFO (First in First Out)," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, kepada tagar.id, Jumat 20 Maret 2020.

Menurutnya, pada hari ke-15 uang yang dikarantina dihitung dan dicek apakah layak edar atau tidak layak edar. "Jika layak diedarkan lagi dan kalau tidak layak dimusnahkan," tutur Trisno.

Baca Juga: Terus Merosot, Jokowi Minta BI Stabilkan Rupiah

Setelah 14 hari, uang yang lusuh akan dimusnahkan

Trisno menambahkan, selama 14 hari itu, uang juga mendapat desinfektan, nantinya dihitung ulang untuk diedarkan lagi ke masyarakat dan beberapa bank-bank di Bali. "BI memastikan uang rupiah yang disetorkan oleh bank ke BI dalam kemasan plastik dan selanjutnya dikarantina selama 14 hari di khazanah/ruang penyimpanan uang dan uang tersebut dilakukan penyemprotan desinfektan.

Per tanggal 20 Maret 2020, uang yang di karantina khazanah Kantor Perwakilan BI Bali mencapai Rp 223.117.000.000. "Setelah 14 hari, uang yang dalam keadaan lusuh akan dimusnahkan, sedangkan uang yang masih layak edar dan dipastikan aman akan diedarkan kembali ke masyarakat," ucap Trisno.

Ilustrasi Virus CoronaIlustrasi Virus Corona. (Foto: Pixabay/Thor_Deichmann)

BI Bali juga menetapkan sejumlah langkah lain agar rupiah yang didistribusikan ke masyarakat adalah uang rpiah yang telah melalui proses pengolahan. Antara lain dengan memastikan petugas bank/PJPUR yang datang ke kantor BI dalam keadaan sehat dan meminta mereka untuk menggunakan alat pelindung diri (sarung tangan dan masker), serta langkah lainnya.

Para pegawai menggunakan alat lengkap seperti masker dan sarung tangan

Kedepannya, Trisno memastikan BI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan otoritas lainnya guna mencermati dan memantau perkembangan penyebaran Covid19 termasuk implikasinya terhadap perekonomian nasional. Karantina uang sudah dimulai sejak 16 Maret 2020. Para pegawai juga menggunakan alat lengkap seperti masker dan sarung tangan, sebelum itu tempatnya juga disemprotkan disinfektan.

"Ini untuk rupiah saja dan akan berlangsung seterusnya sampai akhir Maret. Pemerintah masih membuat kebijakan sampai 29 Mei, sampai turun Covid-19 ini," kata Trisno. Untuk beberapa bank di Bali, ada juga yang melakukan karantina uang sebelum diedarkan ke masyarakat.

Simak Pula: Dampak Covid-19, BEI Relaksasi PerusahaanTercatatat

Menurut Trisno, BI Bali juga mendukung kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk itu BI juga akan menurunkan tingkat suku bunga untuk meringankan debitur-debitur. Hal ini untuk mengangkat kembali tingkat kunjungan wisatawan dan hunian kamar hotel.

BI juga mendorong masyarakat terus menggunakan sistem pembayaran nontunai termasuk QR Indonesian Standard (QRIS) di Bali. "BI juga tetap menjamin uang kartal di Bali tersedia cukup memadai dan bersih sampai ke masyarakat," tuturnya.[]


Berita terkait
BI: Pertumbuhan Ekonomi Tak Terganggu Covid-19
Gubernur BI, Perry Warjiyo tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,2 persen tahun ini.
SBY Singgung Corona Covid-19 dan Dampak Ekonomi
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbicara soal virus corona (Covid-19) dan dampak ekonomi pada kongres V.
COVID-19 Bisa Membuat Perlambatan Ekonomi Indonesia
Ekonom senior Indef Faisal Basri memprediksi ekonomi Indonesia tahun ini sebesar 4,7 persen sebagai dampak penyebaran virus corona.
0
Gempa 5,6 SR Guncang Tapanuli Bagian Selatan Sumut
Gempa dengan kekuatan 5,6 Skala Richter mengguncang wilayah Tapanuli Bagian Selatan, Sumatera Utara.