Bermodus Dukun, Duda di Semarang Cabuli 9 Pelajar Perempuan

Aksi pencabulan dilakukan S, duda 12 tahun asal Semarang. Bermodus jadi dukun, ia menggagahi sembilan pelajar perempuan.
S, tersangka pencabulan dengan modus dukun memberi pengakuan dihadapan polisi di Mapolda Jawa Tengah, Kamis, 26 November 2020. Setidaknya sembilan pelajar perempuan di Semarang jadi korban aksi bejatnya. (Foto: Tagar/Agus Joko Mulyono)

Semarang - Berdalih mampu mendeteksi dan mengusir makhluk halus, S alias Ek alias Di, 39 tahun, warga Semarang, Jawa Tengah, memperdaya sembilan pelajar perempuan. Perbuatan bejat itu dilakukan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. 

Sembilan korbannya diketahui masih berumur di antara 13 hingga 15 tahun. Aksi pencabulan bermodus dukun S akhirnya terbongkar setelah orang tua salah satu korban, berinisial AAP, melapor ke polisi

"Ibu salah satu korban membuat laporan ke polisi pada 5 Oktober lalu. Hasil penyelidikan terungkap ada sembilan korban, masih sekolah semua," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Polisi Iskandar Fitriana Sutisna di Mapolda Jawa Tengah, Semarang, Kamis, 26 November 2020.      

Iskandar menyebut korban semuanya warga Kota Semarang. Selain AAP, 14 tahun ada juga APS, 15 tahun; IA, 14 tahun; SE, 14 tahun; BMP, 14 tahun; SHN, 15 tahun; UTH, 13 tahun; B, 14 tahun dan AC, 15 tahun. Selain mereka, dimungkinkan masih ada empat korban lain, yakni S, 14 tahun; W, 14 tahun; T, 14 tahun dan  A, 14 tahun.

Jadi, TKP (tempat kejadian perkara) ada beberapa tempat, ada di kamar mandi di rumah pelaku, di hotel, di kos-kosan, di wilayah di Semarang dan Boja

Dari hasil pemeriksaan polisi, S sejatinya tidak punya kemampuan layaknya paranormal. Laki-laki itu hanya pria biasa, yang tidak punya pekerjaan tetap alias buruh serabutan. Kadang ia jadi buruh bangunan, lain hari melayani perbaikan handphone. 

"Modusnya dari tersangka berinisial S ini mengagetkan kita semua ya, dengan mengatakan pada korban bisa mendeteksi mahluk halus yang ada di tubuh korban," beber dia. 

Para korban, lanjut Iskandar, kemudian ditawari proses penyembuhan dengan ritual yang disebutnya penyatuan raga. Seperti yang dialami oleh korban AAP yang disetubuhi dua kali di rumahnya di daerah Tawangmas dan di rumah kosnya di Boja. 

Kejadian itu berlangsung pada Juni 2019 dan 24 September 2020. Mempermudah aksinya, S memberi para korbannya, termasuk AAP, pil warna putih sejenis pil koplo.  

"Jadi, TKP (tempat kejadian perkara) ada beberapa tempat, ada di kamar mandi di rumah pelaku, di hotel, di kos-kosan, di wilayah di Semarang dan Boja," katanya. 

Usut punya usut, S mencari mangsa secara getok tular atau dari mulut ke mulut. Korban diminta untuk mencari korban lain sehingga berturut-turut duda 12 tahun itu sukses mencabuli korban-korban lain. 

"Tidak buka praktik. Jadi sebelum menjerat korban, dia sudah mempelajari lebih dulu persoalan yang dihadapi korban. Kemudian pura-pura bisa mengobati penyakit atau makhluk halus yang menempel di tubuh korban," kata Iskandar. 

Di hadapan awak media, S mengaku menyesal atas perbuatannya. "Saya khilaf, saya tidak sadar Pak, saya menyesal," ucapnya lirih. 

Baca juga: 

Ia juga mengaku awal kenal dengan AAP, tahu dari tetangganya. "Teman dia tetangga saya. Setelah itu kenal dengan korban lainnya," ujar dia. 

Kini S masih dalam proses penyidikan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah. Polisi menyita barang bukti berupa akta kelahiran dan pakaian korban serta Hinda Civic H 7765 AM milik tersangka.

Atas perbuatanya ia disangka melanggar pasal 76D jo pasal 81 ayat 1 dan atau pasal 76E jo pasal 82 UU 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman penjara lima hingga 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar. []

Berita terkait
Dicekoki Ciu, Pelajar di Kendal Digilir Pacar dan 5 Kawannya
Sungguh bejat. Pemuda di Kendal tega menggagahi pacar di bawah pengaruh minuman keras. Ia juga membiarkan pacar digilir lima kawannya.
Ayah Bejat di Majalengka Setubuhi Anak Tiri Hingga Hamil
R pria asal Majalengka tega memperkosa anak tirinya yang masih di bawah umur hingga hamil enam bulan.
Setubuhi Siswi SMA, Guru di Mamuju Sulbar Ditangkap Polisi
Salah satu guru yang juga ASN di salah satu SMK di Kabupaten Mamuju ditangkap polisi karena setubuhi siswi SMA. Ini kronologinya
0
Mengenal Efek Samping Kebanyakan Minuman Berenergi
Mengenal efek samping minuman berenergi yang di dalamnya terdapat kafein dan lebih banyak gula serta bahan lainnya jika dikonsumsi terlalu banyak.