UNTUK INDONESIA
Berikut Penjelasan 3 Vaksin C-19 Asal China
Mari kenali tiga vaksin c-19 dari China.
Mari kenali vaksin C-19 yang berasal dari China. (Tagar/Pixabay)

Jakarta – Kabar baik, mulai bulan November 2020 mendatang, tiga vaksin C-19 untuk pasien virus C-19 akan beredar di Indonesia.

Sebanyak 50 juta dosis vaksin C-19 sudah disiapkan pemerintah Indonesia untuk menangani pasien positif.

Tiga vaksin C-19 tersebut adalah Cansino, G42 atau Sinopharm dan Sinovac yang sudah diuji lab di Indonesia. Lantas semanjur apa ketiga vaksin tersebut, mari kenali sifat dan asal muasal ketiga vaksin Covid-19 yang siap untuk dipakai di Indonesia ini.

Berikut adalah penjelasan mengenai vaksin dari Cansino Biologics, Sinopharm dan Sinovac, seperti dilansir dariNew York Times dan Regulatory Affairs Professional Society:

Vaksin pertama ialah Cansino merupakan vaksin virus corona yang diproduksi oleh Cansino Biologics bernama Ad5-nCoV. Vaksin yang dikembangkan bersama dengan Institusi Biologi Akademi Ilmu Kedokteran Militer China ini adalah vaksin rekombinan berbasis adenovirus Ad5.

Untuk diketahui, vaksin rekombinan ini adalah vaksin yang diproduksi melalui teknologi rekombinan DNA. Sedangkan dasar vaksin rekombinan adalah bagian atau sepotong protein, bukan virus secara utuh.

Pengembangan Ad5-nCoV kini telah berada pada pengujian klinis fase 3, yang telah dimulai sejak bulan Agustus lalu. Pengujiannya dilakukan di sejumlah negara, termasuk Arab Saudi, Pakistan dan Rusia.

Vaksin ini telah telah mendapat izin dari Komisi Pusat Militer China. Cansino dikenal sebagai obat yang dibutuhkan secara khusus dan bisa digunakan secara terbatas di kalangan militer.

Selain Cansino, vaksin C-19 dari China lainnya yang sudah sampai tahap pengujian fase 3 adalah vaksin yang diproduksi oleh perusahaan milik negara China, Sinopharm. Vaksin yang belum diumumkan namanya ini dikembangkan oleh Wuhan Institute of Biological Products.

Vaksin Sinopharm berisi virus yang telah dilemahkan atau diinaktivasi. engujian fase 3 dari vaksin Sinopharm dilaksanakan di Uni Emirat Arab pada bulan Juli dan di Peru dan Maroko pada bulan Agustus.

Vaksin dari Sinopharm juga telah mendapatkan izin dari pemerintah China untuk disuntikkan ke ratusan ribu orang. Selain itu Sinopharm juga mendapat izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization atau EUA) dari pemerintah Uni Emirat Arab untuk digunakan pada tenaga kesehatan.

Sementara itu, perusahaan swasta China Sinovac Biotech juga sedang mengujikan kandidat vaksin corona dengan virus yang diinaktivasi bernama CoronaVac. Inilah vaksin yang pengujian fase 3-nya dilaksanakan di Indonesia, Bangladesh, Brasil, Turki dan Chili.

Seperti vaksin Cansino dan Sinopharm, CoronaVac juga telah mendapat izin penggunaan darurat untuk disuntikkan ke kelompok berisiko tinggi, seperti tenaga kesehatan. []

Baca juga: 

Berita terkait
Kategori Penerima Vaksin C-19 di Yogyakarta
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menyebut mereka yang sudah pernah kena Covid-19 dan sembuh, tidak akan diberi vaksin.
Menlu Inggris Tuduh Rusia Kampanye Disinformasi Vaksin
Menlu Inggris tuduh Rusia lakukan kampanye disinformasi untuk mengurangi kepercayaan publik dunia terhadap vaksin virus corona
Kerasukan Setan, Petani Tega Memperkosa Ilmuwan Vaksin
Seorang petani mengaku kerasukan setan hingga tega memperkosa lalu membunuh seorang ilmuwan yang ahli di bidang vaksin.
0
Tiga Warga Purworejo Edarkan Pil Koplo di Kulon Progo
Polres Kulon Progo menangkap empat orang setelah mengedarkan pil koplo. Tiga di antaranya warga Purworejo, Jawa Tengah.