UNTUK INDONESIA
Bencana Angin Kencang, 11 Rumah di Gunungkidul Rusak
Bencana angin kencang terjadi di Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul menyebabkan 11 rumah rusak dan satu orang luka ringan.
Atap rumah warga yang rusak akibat angin kencang di Kabupaten Gunungkidul pada Jumat, 11 Oktober 2019.(Foto: Tagar/Istimewa)

Gunungkidul - Bencana angin kencang terjadi di Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul pada Jumat, 11 Oktober 2019 siang. Menyebabkan sedikitnya 11 rumah rusak dan satu orang mengalami luka ringan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan peristiwa angin kencang terjadi sekitar pukul 12.15 WIB.

Selain merusak atap rumah warga di beberapa lokasi Desa Karangmojo, juga menyebabkan satu orang warga atas nama Nursalim, 60 tahun, luka ringan di bagian kepala terkena genteng yang jatuh.

"Warga yang luka ringan sudah ditangani medis. Untuk atap rumah yang rusak juga telah ditangani oleh TRC (Tim Reaksi Cepat BPBD)," kata Edy saat dihubungi Tagar, pada Jumat, 11 Oktober 2019.

Ia mengatakan angin kencang menjadi ancaman bencana yang biasa dialami ketika mendekati musim hujan tiba. Untuk itu masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaannya. Seperti dengan memotong pohon atau dahan pohon yang sudah lapuk.

"Kita harus mencermati di lingkungan sekitar. Kalau ada pohon yang sudah tua atau lapuk, lebih baik ditebang," ujar Edy.

Pada saat yang bersamaan, bencana angin kencang juga dialami di Kabupaten Sleman. Yakni di wilayah Kaliurang Barat dan Cangkringan. Tidak ada laporan kerusakan yang ditimbulkan, hanya sempat menutup jalan desa.

"Ada dua pohon yang tumbang akibat angin kencang. Sudah bisa dikondisikan," kata Komandan Search and Rescue (SAR) Linmas Kaliurang, Kabupaten Sleman, Kiswanta.

Terpisah, Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengatakan untuk masa pancaroba saat ini dialami di Kabupaten Sleman bagian barat dan Kabupaten Kulon Progo bagian utara.

Baca juga: Yogyakarta Diguyur Hujan, BMKG: Belum Musim Penghujan

Pada masa pancaroba seperti ini berpotensi terjadi angin kencang, hujan lebat dengan durasi singkat, dan petir.

"Hujan lebat dengan durasi singkat berpotensi terjadi di wilayah yang sudah masuk pancaroba. Masyarakat supaya mempersiapkan jas hujan atau payung ketika akan bepergian," katanya.

Setelah dialami dialami di dua wilayah itu, kemudian diikuti lokasi-lokasi lain di Daerah Istimewa Yogyakarta. Termasuk di Kabupaten Gunungkidul yang diprediksi masuk musim hujan pada November mendatang. []

Berita terkait
3 Kali Gempa di Darat Sekitar Sesar Opak Yogyakarta
BMKG Yogyakarta merilis, dalam tiga hari terakhir terjadi tiga kali gempa bumi di sekitar sesar Opak.
Catat, 13 Oktober Siang di Yogyakarta Tanpa Bayangan
Suku udara terpanas di Yogyakarta akan terjadi sepekan lagi, yakni pada 13 Oktober 2019. Saat itu matahari tepat berada lurus di atas kepala.
Warga Gunungkidul Minum Air dari Pipa Bocor
Dua bulan terakhir ini banyak warga Gunungkidul menggunakan air dari pipa bocor untuk minum. Pipa bocor milik perusahaan air minum daerah (PDAM).
0
Respons Anak Buah, CEO Amartha Jadi Stafsus Presiden
Chief Risk and Sustainability Officer Amartha Aria Widyanto memberi tanggapan terhadap Andi Taufan yang ditunjuk jadi Stafsus Presiden.