UNTUK INDONESIA
Benarkah Buronan KPK Nurhadi Bersembunyi di Jatim
KPK telah mendatangi dan melakukan penggeledahan di tiga tempat di Jawa Timur untuk mencari keberadaan buronan kasus suap di Mahkamah Agung Nurhadi
KPK memasang pamflet daftar pencarian orang di pos pengamana Perumahan Pandugo I Jalan Penjaringan Timur PL-14, Surabaya. (Foto: Tagar/Haris D Susanto)

Surabaya - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memburu keberadaan tersangka kasus suap dan gratifikasi yang menjerat mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurachman. KPK pun telah memasukkan nama Nurhadi Abdurachman dalam daftar pencarian orang atau buronan.

Dalam dua hari terakhir, penyidik KPK bersama polisi telah mendatangi tiga rumah di Provinsi Jawa Timur untuk mencari keberadaan Nurhadi. 

Iya memang. KPK mencari ipar saya. Mungkin karena hubungan keluarga, sehingga dikira saya ngumpetik (Nurhadi).

Pada Selasa 25 Februari 2020, penyidik KPK mendatangi dan menggeledah sebuah kantor advokat Rahmat Santoso & Partners di Jalan Prambanan nomor 5 Kelurahan Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Dalam penggeledahan tersebut, penyidik KPK tidak menemukan keberadaan Nurhadi.

Kantor Advokat Rahmat Santoso & Partners sendiri merupakan milik adik ipar Nurhadi, Rahmat Santoso. Meski nihil, keesokan harinya, KPK kembali mendatangi sebuah rumah yang merupakan rumah mertua Nurhadi di Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Sembung, Kabupaten Tulungagung

Hasilnya pun sama, penyidik KPK tidak juga menemukan Nurhadi. Tak mendapatkan hasil, KPK kembali melakukan penggeledahan di rumah adik ipar Nurhadi, Subhan Nur Rachman di Perumahan Pandugo I Jalan Penjaringan Timur PL-14, Surabaya, Rabu 27 Februari 2020 malam.

Baca Juga: Buru Buronan, KPK Geledah Kantor Advokat di Surabaya

Dalam penggeledahan tersebut, KPK kembali pulang dengan tangan kosong. Penyidik KPK sama sekali tidak menemukan Nurhadi.

Adik ipar Nurhadi, Subhan Nur Rachman mengakui jika rumah miliknya didatangi penyidik KPK. Ia mengaku penyidik KPK tiba dirumahnya sejak pukul 18.00 Wib.

"Iya memang. KPK mencari ipar saya. Mungkin karena hubungan keluarga, sehingga dikira saya sembunyikan (Nurhadi)," ujarnya kepada Tagar, Rabu 27 Februari 2020.

Meski digeledah, Subhan menegaskan tidak ada berkas ataupun barang bukti yang dibawa penyidik KPK dari rumah maupun kantornya. Ia mengaku sejumlah koper yang terlihat merupakan milik penyidik KPK.

"Itu koper mereka yang dibawa masuk , lalu dibawa keluar lagi. Tidak ada temuan apapun yang dibawa KPK dari sini," tuturnya.

Setelah gagal menemukan Nurhadi, penyidik KPK pun mulai menempelkan selebaran wajah Nurhadi di pos keamanan perumahan. Selain menampilkan wajah Nurhadi, dalam poster tersebut juga bertuliskan Daftar Pencarian Orang (DPO) Tersangka Tindak Pidana Korupsi Suap Sekretaris MA.

Di bagian bawah bertuliskan 'Apabila ada yang melihat orang yang ada digambar ini, mohon bantuan untuk segera diinfokan ke Telp: (021)-25578300 dan Call Center KPK 198. 

Sementara Pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan dalam dua hari terakhir pihaknya melakukan penggeledahan di sejumlah tempat di Jawa Timur untuk mencari keberadaan Nurhadi. 

Hanya saja, dalam pencarian Nurhadi, pihaknya belum juga menemukan tersangka kasus suap dan gratifikasi dalam perkara peradilan. []

Berita terkait
Khofifah Lebih Senang Pembayaran SPP Online
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai pembayaran SPP melalui online akan lebih transparan jika dibandingkan dengan manual.
Senyum Terpidana Mutilasi di Malang Divonis 20 Tahun
Tak terlihat wajah penyesalan ditunjukkan terpidana mutilasi di Pasar Besar Malang usai divonis 20 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Malang.
Kecelakaan di Tol Malang-Pandaan, Satu Meninggal
Kasat PJR Polda Jatim Kompol Dwi Sumrahadi mengatakan kecelakaan terjadi akibat mobil mengalami slip ban akibat kondisi jalan licin akibat hujan.
0
Fadli Zon Sebut Ahok Anak Emas Jokowi, Kenapa?
Waketum Partai Gerindra Fadli Zon menilai Presiden Jokowi menganakemaskan Komisaris Utama Pertamina, Ahok. Kenapa?