UNTUK INDONESIA
Banjir Rendam 5 Kecamatan Mentawai, 1796 KK Terdampak
Curah hujan tinggi ekstreme yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) mengakibatkan banjir dan 1.756 KK terdampak.
Situasi banjir di lima kecamatan di Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu 2 Mei 2020. (Foto: Tagar/Dok. BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai)

Mentawai - Curah hujan tinggi ekstreme yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) sejak Jumat, 1 Mei 2020, mengakibatkan banjir setinggi satu hingga 2,5 meter. 1.796 Kepala Keluarga (KK) menjadi korban terdampak banjir besar ini.

"Banjir karena curah hujan tinggi, daerah terparah adalah di Kecamatan Siberut Utara," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Novriadi saat dihubungi Tagar, Sabtu malam, 2 Mei 2020.

Sejauh ini belum ada korban jiwa, kerugian (banjir Mentawai) juga belum bisa ditaksir

Jumlah KK tersebut tersebar di lima Kecamatan, yakni Siberut Utara, Siberut Barat, Siberut Selatan, Siberut Tengah, dan Siberut Barat Daya. Untuk di Siberut Utara saja ada lima desa yang dilaporkan terendam banjir.

Rinciannya, Desa Bojakan terdapat 206 KK, Desa Sotboya 195 KK, Desa Mongan Poula 287 KK, Desa Muara Sikabaluan 248 KK, dan Desa Malancan 185 KK.

Baca juga: Kapal Pembawa Pastor Mati Mesin di Laut Mentawai

Kemudian, Desa Sigapokna Kecamatan Siberut Barat 141 KK, Desa Matotonan Siberut Selatan 37 KK, Desa Saibi Samukup Kecamatan Siberut Tengah 331 KK, dan Desa Sagulubbe' Kecamatan Siberut Barat Daya sebanyak 166 KK.

"Saat ini curah hujan tidak setinggi (seperti) sebelumnya, masyarakat sudah dievakuasi ke tempat yang aman, dapur umum juga sudah didirikan," katanya.

Banjir MentawaiSituasi banjir di lima kecamatan di Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu 2 Mei 2020. (Foto: Tagar/Dok. BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai)

Novriadi mengatakan pihaknya belum menyerahkan bantuan lantaran jarak antar Pulau Sipora sebagai pusat pemerintahan dengan Pulau Siberut yang tergolong cukup jauh.

"Gelombang cukup tinggi, rencana baru Minggu, 3 Mei 2020, kami akan serahkan bantuan, kerugian belum bisa kami taksir," katanya.

Baca juga: Niat Beli Makanan, Kapal Nelayan Mentawai Terbalik

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Mentawai mengumumkan status tanggap darurat selama 10 hari sejak 1 Mei hingga 10 Mei 2020.

"Selama tanggap darurat ini Pemkab Mentawai akan menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat korban banjir," kata Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Kortanius Sabeleake.

Kortanius mengatakan, bantuan yang disalurkan kepada masyarakat yang terkena dampak banjir di Siberut berupa beras dan jenis bantuan makanan lainnya.

"Sejauh ini belum ada korban jiwa, kerugian (banjir Mentawai) juga belum bisa ditaksir," tutur Kortanius. []

Berita terkait
Ribuan Babi di Mentawai Mati Mendadak
Ribuan babi milik masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, mati mendapat karena diduga terjangkit virus demam babi Afrika.
Panti Asuhan Anak Mentawai di Padang Terbakar
Kebakaran di Kota Padang, Sumatera Barat, menghanguskan asrama Panti Asuhan khusus anak Mentawai.
Kapal Tenggelam di Mentawai, 8 Penumpang Selamat
Sebuah kapal pengangkut barang tenggelam di perairan laut Mentawai, Sumatera Barat.
0
Venue Tenis PON Papua Dipalang Warga, Ini Alasannya
Sekelompok warga Port Numbay dari Suku Hamadi memalang akses jalan masuk venue tenis PON XX. Ini penyebabnya