Bandara Ahmad Yani Semarang Kembali Buka, Ada 26 Penerbangan

Operasional Bandara Ahmad Yani Semarang kembali berjalan normal setelah tutup sehari kemarin. Ada 26 penerbangan dijadwalkan beraktivitas.
Operasional Bandara Ahmad Yani Semarang kembali berjalan normal, Minggu, 7 Februari 2021, seiring membaiknya cuaca. (Foto: Tagar/Istimewa)

Semarang - Operasional Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, kembali operasional normal, Minggu, 7 Februari 2021. Hal ini seiring membaiknya cuaca dan teratasinya genangan air di runway atau jalur pacu pesawat.  

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang, Hardi Ariyanto menyampaikan kegiatan operasional di bandara sejak pagi tadi sudah mulai kembali normal seperti semula.

"Namun kami akan selalu memonitor keadaan di lapangan untuk memantau perkembangan cuaca serta trafik pergerakan pesawat, penumpang, dan kargo," ucap dia.

Sejak sekitar pukul 06.00 WIB, layanan penerbangan sudah berjalan seperti sebelum banjir kemarin. Hari ini, tercatat ada 26 penerbangan yang beroperasi, terdiri 13 penerbangan yang datang dan 13 penerbangan yang berangkat. Rute penerbangan Jakarta, Pangkalan Bun, Banjarmasin, Denpasar, Surabaya, dan Makassar. 

Hardi menyebut satu penerbangan yang mengalami cancel, yaitu Wings Air IW 1802 tujuan Semarang - Denpasar. Namun hal itu terjadi bukan terkait kondisi bandara maupun faktor cuaca. "Karena alasan operasional dari maskapai," ujar dia. 

Apabila ditemukan adanya genangan air, petugas pada saat itu juga akan melakukan pembersihan dengan menggunakan kendaraan runway sweeper

Penerbangan pertama yang berangkat pada pukul 06.30 WIB adalah Wings Air IW 1800 tujuan Semarang - Surabaya. Sementara untuk pesawat yang pertama kali mendarat pada pukul 06.55 WIB adalah Garuda Indonesia GA 232.

Berdasarkan data yang didapat pihak bandara dari BMKG, bahwa curah hujan rata-rata pada bulan Februari selama 30 tahun, mulai 1990 - 2019, adalah sebanyak 357,5 milimeter. Sedangkan pada tanggal 5 dan 6 Februari 2021, kriteria hujan di Kota Semarang dan sekitarnya berada pada kategori ekstrem, yaitu lebih dari 50 mm per hari. 

"Maka dari itu dengan adanya langkah-langkah antisipasi menghadapi musim penghujan, kami berharap cuaca akan segera membaik sehingga aktivitas penerbangan dapat berjalan normal secara terus menerus,” tutur Hardi.

Langkah antisipasi yang dimaksud, di antaranya menambah jadwal inspeksi runway di saat hujan reda. Jika kondisi cuaca normal, manajemen bandara selalu melaksanakan inspeksi rutin sebanyak tiga kali dalam sehari, yaitu sebelum jam operasional di pagi hari, saat jam operasional di siang hari dan setelah jam operasional selesai di malam hari. 

Penambahan jadwal pengecekan tersebut untuk memastikan tidak adanya genangan air yang dapat mengganggu proses take off maupun landing pesawat. 

"Apabila ditemukan adanya genangan air, petugas pada saat itu juga akan melakukan pembersihan dengan menggunakan kendaraan runway sweeper," sebutnya.

Baca juga: 

Diketahui, cuaca ekstrem berupa hujan deras dengan intensitas lama membuat operasional Bandara Ahmad Yani tutup sementara pada Sabtu, 6 Februari 2021. 

Selain runway tergenang air, jalan menuju bandara juga terkepung banjir setinggi sekitar 60 sentimeter. Imbasnya, 21 penerbangan yang dijadwalkan beraktivitas pada hari itu batal semua dan di-reshecedule ulang pada hari ini. []

Berita terkait
Banjir Kepung Semarang, 21 Penerbangan Ahmad Yani Terganggu
Bandara Ahmad Yani Semarang menutup sementara operasionalnya imbas banjir. 21 penerbangan jadi tertunda keberangkatan maupun kedatangannya.
Cuaca Ekstrem, Bandara Ahmad Yani Semarang Tutup Sementara
Cuaca ekstrem berdampak pada aktivitas penerbangan dari dan menuju Semarang. Bandara Ahmad Yani menutup sementara operasional hingga besok pagi.
Hujan 2 Hari, 10 Kecamatan di Kota Semarang Terendam Banjir
10 kecamatan di Kota Semarang terendam banjir. Hujan deras dan lama selama dua hari terakhir membuat sungai dan drainasi tak mampu menampung air.
0
Saingi Coinbase, Kraken Rilis Aplikasi Kripto di AS
Platform trading saingan dari Coinbase Kraken merilis aplikasi kriptonya di Amerika Serikat setelah sebelumnya hadir di Eropa.