Band Punk Man Sinner, Rilis Album Bumi Menangis ke Platform Digital

Grup band punk asal Bekasi, Man Sinner merilis album perdana mereka yang diberi tajuk Bumi Menangis ke seluruh platform digital.
Rilisan fisik album Bumi Menangis dari grup band Punk asal Bekasi, Man Sinner. (Foto: Tagar/Istimewa)

Jakarta - Grup band punk asal Bekasi, Man Sinner, resmi merilis album perdana mereka yang diberi tajuk Bumi Menangis di seluruh platform pemutar musik digital, pada 6 November 2020. Album digital dilepas setelah rilisan fisik album berisi 15 lagu tersebut diluncurkan setahun sebelumnya.

Grup band Man Sinner yang mengusung genre skatepunk ini digawangi oleh Alwan (vocal gitar), Agga (lead gitar), Yudi (bass), dan Agung (drum).

Sementara album Bumi Menangis berisi 15 lagu, yakni Intro, Outro, Akhiri Perpecahan (feat: Fyan Rebellion Rose) , Bumi Menangis, Selamat Datang, Hey Punkers, dan Beautiful Rebel.

Serta lagu Meraih Semua Mimpi, Peduli, UUD, Supir Truk, Bangkit dan Yakinlah, Terbunuh Masa Lalu, Hilangkan Penat, dan Kompas Anthem (East Cruel).

Grup Band Man SinnerPersonel grup band Punk asal Bekasi, Man Sinner, kiri ke kanan: Agga, Agung, Alwan, Yudi. (Foto: Tagar/Istimewa)

Lewat single utama bertajuk Akhiri Perpecahan, mereka membawa pesan perdamaian setelah polarisasi di Indonesia bergerak semakin mengkhawatirkan usai kisruh politik beberapa waktu lalu.

"Lagu Akhiri Perpecahan didedikasikan untuk menyatukan kembali hati kita yang sempat diombang-ambing karena isu-isu politik yang mengatasnamakan agama," kata Man Sinner, dalam siaran persnya yang diterima Tagar, Rabu, 11 November 2020.

Dalam liriknya, lagu Akhiri Perpecahan menceritakan mengenai munculnya berbagai permusuhan di masyarakat yang terjadi lantaran digunakannya politik identitas dalam ajang pertarungan politik di Indonesia.

Padahal menurut mereka, perebutan kekuasaan dilakukan para politisi tanpa peduli dengan dengan segala bentuk krisis toleransi yang timbul.

"Permusuhan yang terjadi tak kenal teman, saudara. Menjual agama demi tahta dan menjadi krisis toleransi di masyarakat. Semakin sensi jika berbicara tentang agama, demi mereka yang mengumbar janji untuk diingkari, dan tentang kita yang hanya berbeda pendapat untuk saling berjuang," kata mereka.

Album Bumi Menangis versi fisik, sebelumnya telah diluncurkan oleh Man Sinner pada 20 Oktober 2019 lalu dan sudah bisa didapatkan di berbagai gerai CD dan distro seperti Melting People Store, Mukee Cloth & Merch, Hangover Brand, Lucky Duck Bekasinesia, serta melalui akun Instagram resmi Man Sinner.

Sementara dalam versi digital, lagu-lagu dalam album Bumi Menangis sudah dapat dinikmati melalui berbagai platform musik daring seperti Spotify, Deezer, Apple Music dan lain-lain. []



Berita terkait
15 Tahun Absen, System of a Down Rilis Dua Lagu Baru
Grup band cadas System of a Down resmi merilis dua buah lagu baru masing-masing berjudul Protect the Land dan Genocidal Humanoidz.
Fakta dan Rumor Lagu November Rain Milik Guns N Roses
Berikut Tagar rangkumkan sejumlah fakta dan rumor tentang lagu November Rain milik grup band rock Guns N Roses.
Ken Hensley Eks Uriah Heep Meninggal Dunia dalam Usia 75 Tahun
Mantan personel grup band Uriah Heep, Ken Hensley, meninggal dunia dalam usia 75 tahun.
0
Dugaan Penipuan Jumlah Tes Covid-19 di Jerman
Dugaan penipuan jumlah tes Covid-19 di Jerman meningkat, otoritas keseharan Jerman membahas mekanisme kontrol jumlah tes