UNTUK INDONESIA
Bahan Baku Obat Corona Donald Trump Jaringan Janin Manusia
Obat mujarab yang diberikan kepada Presiden Donald Trump saat positif terinfeksi virus corona berasal dari jaringan janin manusia.
Presiden AS, Donald Trump, berdiri di balkon Gedung Putih berbicara kepada para pendukung yang berkumpul di South Lawn untuk rapat umum kampanye. (Foto: voaindonesia/Reuters)

Jakarta - Obat mujarab yang diberikan kepada Presiden Donald Trump saat positif terinfeksi virus corona atau Covid-19 dikembangkan dari sel yang berasal dari jaringan janin manusia. Tekhnik penelitian itu masih dirahasikan untuk umum oleh pemerintah Amerika Serikat.

Terungkapnya teknik pengobatan tersebut menjadi pertanyaan publik Amerika lantaran Trump dalam kampanye Pemilihan Presiden 2020 banyak berteriak tentang anti-aborsi. Pasalnya penggunaan jaringan janin dan sel punca dalam penelitian inovatif bertolak belakang atas apa yang disuarakan Trump dalam kampanye.

"Presiden Trump telah terang-terangan peduli penelitian jaringan janin - dan dia menggunakannya. Saya berpikir, tindakan itu sangat munafik berbeda dengan di seluruh papan [kampanye]," kata anggota Dewan Penasihat Etika Penelitian Jaringan Janin Manusia Institut Kesehatan Nasional, Lawrence Goldstein, dikutip dari ABC News.

Antibodi eksperimental yang dikonsumsi Donald Trump dikembangkan oleh perusahaan farmasi Regeneron. Obat penanganan virus corona itu dikembangkan memakai sel tikus dan hamster. Namun, kemampuan antibodi untuk menetralkan virus diuji efektivitasnya dengan menggunakan jaringan sel dari janin yang diaborsi pada tahun 1970-an di Belanda.

Sebagai sel yang 'diabadikan' (bukan sel induk), dan merupakan tool umum serta tersebar luas di laboratorium penelitian.

Sputink VIlustrasi obat mengandung jaringan janin manusia untuk pengobatan Donald Trump ketika positif virus corona. (Foto: Alexander Zemlianichenko Jr/Russian Direct Investment Fund via AP)

Menurut pihak Regeneron, obat mujarab mengobati pasien virus corona itu tidak selalu bergantung pada jaringan janin saat ini, karena jaringan sel dari janin manusia sudah diperoleh pada tahun 1970-an.

Jaringan sel itu diberi nama 293T, terus membelah dan tumbuh selama beberapa dekade terakhir. Meskipun 293T berasal dari jaringan janin, 293T telah digunakan dalam sejumlah penemuan ilmiah.

"Sebagai sel yang 'diabadikan' (bukan sel induk), dan merupakan tool umum serta tersebar luas di laboratorium penelitian," kata juru bicara Regeneron kepada ABC dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan farmasi lain yang berlomba untuk menemukan pengobatan efektif bagi penanganan virus corona, juga memanfaatkan jalur sel itu sebagaimana digunakan dalam penelitian medis.

Perusahaan farmasi AstraZeneca, juga menggunakan jaringan sel 293T untuk mengembangkan vaksin virus corona. Seorang juru bicara AstraZeneca mengkonfirmasi hal tersebut kepada ABC News.

Tak hanya AstraZeneca, The New York Times melaporkan bahwa perusahaan Moderna juga mengandalkan jaringan sel janin manusia 293T dalam penelitiannya. Namun, mereka berkilah saat ditanya memakai 293T untuk vaksin corona. "Menggunakan itu [293T] di masa lalu untuk penelitian laboratorium terkait vaksin, tetapi kami tidak menggunakannya untuk membuat vaksin [saat ini]," kata perwakilan Moderna.

Baca juga:


Berita terkait
Dokter Saran Tinggalkan Olahraga Beregu saat Pandemi
Olahraga dapat membuat tubuh menjadi bugar dan imunitas menjadi naik. Saat pandemi, dokter sarankan tinggalkan olahraga beregu.
Kenali Norovirus, Wabah Merebak di China Saat Pandemi Corona
Di balik pandemi virus corona yang belum selesai, merebak wabah baru bernama Norovirus di China.
Penyangga Masker Hits, Boleh atau Tidak Dipakai Ini Kata Dokter
Menggunakan masker dalam rentan waktu tertentu membuat napas menjadi pengap. Menanggulanginya dengan penyangga masker, apa kata dokter?
0
5 Gangguan Kesehatan Akibat Menahan Kencing saat Berkendara
Tiba-tiba merasakan ingin buang air kecil di tengah perjalanan berkendara. Hati-hati 5 gangguan kesehatan ini.