UNTUK INDONESIA
Babak Baru Kasus Susur Sungai SMPN 1 Turi Sleman
Kasus susur Sungai SMPN 1 Turi Sleman Yogyakarta masuk babak baru. Polres Sleman dapat tekanan soal kasus yang menyebabkan 10 siswi meninggal itu.
Prasasti barang peninggalan korban sungai sempor (Foto Tagar/Evi Nur Afiah).

Sleman - Polres Sleman mengaku mendapat banyak tekanan soal kasus hukum terhadap tiga orang tersangka tragedi kecelakaan air susur sungai Sempor, Turi, Sleman, Yogyakarta. Banyak yang mempertanyakan alasan kenapa tersangka sejauh ini hanya tiga orang. Begini penjelasannya.

Kapolres Sleman Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Rizky Ferdiansyah mengungkapkan, berkas ketiga tersangka saat ini sudah masuk ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman. Penyidik Polres Sleman sudah melakukan Tahap 1 atau berkas perkara dikirim ke kejaksaan. Nantinya berkas tersebut diperiksa selambat-lambatnya sekitar dua Minggu.

"Sudah tahap 1. Nanti jaksa akan meneliti ada perbaikan atau tidak kira kira 1 sampai 2 minggu. Kalau tidak, maka akan dianggap P21, kalau ada kekurangan diperbaiki dulu," kata AKBP Rizky Ferdiansyah, kepada wartawan disela-sela aksi GejayanMemanggil pada Senin, 9 Maret 2020.

Saat disinggung awak media mengenai apakah ada tersangka tambahan, AKBP Rizky mengaku belum bisa menduga-duga. Rizky menegaskan bahwa Polres Sleman murni melakukan pemeriksaan berdasarkan bukti dan fakta yang ada bukan karena asumsi.

"Memang banyak tekanan. Kok tersangkanya cuma tiga. Bagaimana dengan kepala sekolah. Sekali lagi kita melakukan pemeriksaan berdasarkan bukti dan fakta. Karena kita tidak mau menghukum orang yang tidak salah," kata dia.

Sementara itu di tepi sungai sempor tempat di mana ratusan siswa melakukan kegiatan Pramuka terlihat barang peninggalan para korban dibuat sebagai prasasti. Benda berupa tongkat topi, kabaret, bendera dan kaus kaki ditata berjajar sebagai pengingat akan peristiwa kelam yang merunggut 10 nyawa siswi SMPN 1 Turi, Sleman pada beberapa waktu lalu.

Memang banyak tekanan. Kok tersangkanya cuma tiga. Bagaimana dengan kepala sekolah.

"Pembuatan prasasti ini sudah mendapat izin dari sekolah dan pihak keluarga. Makanya kita buat prasasti ini, sebagai pengingat saja," ucap Dudung salah seorang pengelola tempat wisata susur sungai itu.

Menurutnya paska kejadian tersebut ratusan warga masyarakat dari berbagai daerah mendatangi lokasi tersebut. Mereka datang hanya untuk sekedar melihat maupun berdoa, untuk itu warga berinisiatif untuk membuat prasasti itu.

Sampai saat ini masih banyak warga yang datang. Termasuk keluarga korban hampir setiap malam Jumat selalu datang untuk memanjatkan berdoa.

Kendati demikian, Dudung menyebut paska kejadian itu banyak wisatawan yang sudah booking tempat outbound dibatalkan. Kiranya ada 5 kelompok yang tidak jadi berkegiatan di sungai tersebut. Pasalnya pemerintah melarang kegiatan susur sungai saat musin hujan dilakukan.

Dudung berharap kondisi itu bisa segera pulih seperti sediakala. Bahkan Dudung menjamin kegiatan outbound susur sungai yang berada di sungi Sempor berjalan dengan aman karena didampingi pendamping profesional.

Dalam kegiatan susur Sungai pada Jumat 21 Februari 2020, sebanyak 10 siswi SMPN 1 Turi, Sleman meninggal dunia. Atas peristiwa nahas tersebut polisi telah menetapkan tiga orang berinisal IY 36 tahun, DS 58 tahun, dan R 58 tahun. []

Baca Juga:

Berita terkait
Sikap Kompak Tiga Tersangka SMPN 1 Turi Sleman
PB PGRI menemui tiga tersangka SMPN 1 Turi Sleman, menawarkan hak penangguhan penahanan. Ketiganya bersikap tidak akan mengajukan hak tersebut.
Penggundulan Tersangka SMPN 1 Turi di Mata Warga
Penggundulan tersangka SMPN 1 Turi Sleman bukan hal pokok. Polemik itu jangan sampai mengubur esensi kasus yang menyebabkan 10 siswi meninggal.
Hentikan Teror pada Keluarga Tersangka SMPN 1 Turi
Keluarga tersangka SMPN 1 Turi Sleman sering mendapat ancaman. Polisi minta warga menghentikan teror itu dan mempercayakan proses hukum ke polisi.
0
Pengakuan Menantu Bunuh Sadis Mertua‎ di Pemalang
Pembunuhan menantu terhadap mertua di Pemalang terungkap jelas. Sang menantu akhirnya membeber penyebab ia menggorok leher mertuanya.