UNTUK INDONESIA
Ayah Salmafina, Sunan Kalijaga Baper pada Taqy Malik
Taqy Malik mengunggah foto di akun Instagram menggunakan aplikasi FaceApp. Sunan Kalijaga langsung baper tak bisa move on.
Sunan Kalijaga dan putrinya Salmafina. (Foto: Instagram/salmafinasunan)

Jakarta - Mantan suami Salmafina Sunan, Taqy Malik mengunggah foto di akun Instagram miliknya dengan menggunakan aplikasi FaceApp. Sunan Kalijaga langsung baper hingga dianggap tak bisa move on dari mantan menantunya. 

Belum lama ini Taqy Malik terlihat mengunggah sebuah foto dengan filter aplikasi di FaceApp untuk terlihat tua. Pada unggahan tersebut, pria asal Banjarmasin itu tengah mengenakan baju koko dan sorban putih dan tak lupa dia menyematkan keterangan yang dianggap menggoda kaum hawa.

"Maukah kamu menua bersamaku? Yes or never," tulis Taqy dengan menambahkan emoji cemas.

Tak disangka jika pernyataan Taqy itu sontak mengundang komentar dari sang mantan mertuanya Sunan Kalijaga.

"Anak gue kagak mau," komentar pengacara kondang Sunan Kalijaga.

Taqy MalikSunan Kalijaga komentari unggahan mantan menantunya Taqy Malik. (Foto: Tangkapan layar Instagram/viralsosmed)

Komentar ayah Salmafina itu pun diketahui dan diunggah kembali oleh pemilik akun gosip @Makrumpita. Tak lama setelah diunggah, postingan akun tersebut pun langsung menarik perhatian warganet dan juga mengundang cibiran kepada ayah dua anak itu karena dianggap masih kerap memantau aktivitas mantan menantunya itu dan belum bisa move on dari Taqy.

"Ya ellah om santai aje. Mup on napehhh kagak usahh nge-gass. Babang Taqy juga ogah keleusss," komentar pemilik akun bakulan.nano.mci.

Hal yang serupa juga dikatakan pemilik akun ummatul_hidayah,"Bavak e urung iso move on,"

Bahkan ada juga beberapa warganet yang mengatakan jika Sunan Kalijaga baper atas unggahan foto mantan suami putri sulungnya itu.

"Bapaknya baper," kata deenhadaf.

"Si bapak baperan amat," ujar pemilik akun aldiantt_.

Baca juga:

Berita terkait
0
Ketua TP PKK Dairi: Kegiatan Harus Gerakan Nyata
Ketua TP PKK Dairi mengimbau agar pada perayaan Hari Kesatuan Gerak PKK di daerah, tidak hanya bersifat seremoni.