UNTUK INDONESIA
Ayah di Sleman Pulang Kaget Anak Tewas Menggantung
Pria di Sleman memilih gantung diri diduga sakit kejiwaan. Ayah kandung yang pertama kali mendapati anaknya menggantung setelah pulang kerja.
ilustrasi {Foto: Pixabay/ArtWithTammy)

Sleman - Seorang pria inisial S 30 tahun, nekat mengakhir hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya, Trihanggo, Gamping, Sleman pada Senin 20 Januari sekitar pukul 15:30 WIB.

Pria yang diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas ini ditemukan tewas tak bernyawa oleh Murjiyo 50 tahun yang tak lain adalah ayah kandung korban. Menurut sang ayah, korban nekat bunuh diri diduga kuat karena penyakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh.

Mendapati anaknya tewas mengenaskan, pihak keluarga langsung melapor ke Polsek Gamping. "Memang betul ada orang gantung diri. Korban adalah S warga Gamping, Sleman," kata Kepala Unit Reksrim Polsek Gamping Iptu Tito Satria saat dikonfirmasi, Senin 20 Januari 2020.

Tito mengatakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 15.30 WIB. Saat itu ayah kandung korban pulang bekerja dan langsung masuk ke rumah. Saat hendak ke ruang dapur, ayah terkejut mendapati anaknya sudah dalam keadaan gantung diri.

Ayah korban lantas teriak-teriak sambil mencari keluarga lainnya. Selanjutnya ayah korban bergegas memberitahukan kepada Johan Faisal yang merupakan saudara dari korban. Kebetulan saat kejadian saksi II sedang berada di depan rumah korban.

Mendapat informasi dari ayah korban, saksi II mengecek korban dan benar korban ditemukan sudah dalam keadaan tewas gantung diri. selanjutnya pihak keluarga melaporkan ke Pos Polsubsektor Kronggahan dan Polsek Gamping.

Benar korban telah meninggal gantung diri di dalam rumahnya. Hasil pemeriksaan tim medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Mendapat laporan itu petugas Polsek Gamping, Tim Identifikasi Polres Sleman dan Puskesmas Gamping segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan. Selanjutnya menghubungi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu SPKT Polres Sleman dan unit Identifikasi Polres Sleman serta petugas Puskesmas Gamping II. Hasilnya tidak ada tanda tanda penganiayaan di tubuh korban.

Setelah dilaksanakan pemeriksaan oleh petugas Puskesmas Gamping II didapatkan keterangan bahwa korban murni gantung diri. Dalam tubuh korban tidak ditemukan adanya bekas kekerasan. Diduga korban meninggal dunia belum ada enam jam. "Benar korban telah meninggal gantung diri di dalam rumahnya. Hasil pemeriksaan tim medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," katanya

Atas kejadian tersebut pihak keluarga telah menerima dengan ikhlas dan tidak akan menuntut dari pihak manapun. Keluarga juga menyampaikan bahwa korban selama ini memiliki penyakit gangguan kejiwaan yang tidak kunjung sembuh namun masih bisa berkomunikasi. Ayah korban, terakhir bertemu dengan anaknya sekitar pukul 12.00 WIB dan sempat memberikan makan siang dan memandikan korban.

"Dari informasi keluarga selama ini memang memiliki penyakit gangguan kejiwaan. Jadi ini murni gantung diri tidak ada faktor lain," ucap Iptu Tito. []

Baca Juga:

Berita terkait
Kronologi Penemuan Mayat Gantung Diri di Flores
Dua anak yang sedang mencari kayu untuk pembuatan ketapel menemukan seorang pemuda tergantung di pohon cengkeh milik warga desa Golo Lobos Matim.
Pemuda di Matim NTT Tewas Gantung Diri
Seorang remaja di Manggarai Timur NTT ditemukan meninggal dunia tergantung di kebun warga. Di tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan
Perekonomian Subulussalam Tergantung Harga Sawit
Pertumbuhan perekonomian di Kota Subulussalam, Aceh masih bergantung pada sektor sawit
0
Curanmor Ditangkap Polrestabes Surabaya Usai Beraksi
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Polrestabes Surabaya menduga komplotan curanmor tersebut sudah beraksi sebanyak 11 kali.