Ayah Anak Hilang di Langkat Ungkap Cerita Bikin Merinding

Ayah salah satu anak hilang di Langkat mengungkap cerita berbau mistis yang bikin merinding di kawasan perkebunan tempat tiga anak hilang.
Alamsyah, ayah salah satu anak yang hilang di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara bercerita hal mistis bikin merinding di lokasi anaknya hilang. (Foto: Tagar/Jufri Pangaribuan)

Langkat - Hilangnya tiga anak warga Dusun VI Pulka, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, masih menjadi misteri. Ayah salah satu anak hilang pun mengungkap cerita mistis bikin merinding seputar lokasi hilangnya para bocah tersebut. 

Tiga pekan teka-teki keberadaan tiga bocah, yakni AZ, YTH, dan NAR, belum terjawab. Meski dirundung kesedihan yang mendalam, namun pihak keluarga masih berharap agar ketiga anak tersebut kembali dan dapat ditemukan dalam kondisi hidup.

Orang tua salah satu anak yang hilang, Alamsyah mengaku tidak ada firasat apapun, sewaktu anaknya dan dua temannya hilang.

"Hari ini sudah 21 hari mereka hilang. Kami yakin anak-anak kami masih hidup. Kami masih terus melakukan pencarian keberadaan mereka," ungkap ayah Az, Sabtu, 7 November 2020.

Ketika berbincang dengan Tagar, Alamsyah bercerita banyak kejadian di luar nalar manusia yang terjadi jauh sebelum anak mereka hilang misterius di kawasan perkebunan sawit tak jauh dari dusunnya.

Dia mengatakan beberapa puluh tahun lalu, sebuah alat berat jenis ekskavator milik PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) juga mengalami nasib serupa. Kala itu, eksakavator sedang membuat galian di kawasan perkebunan yang sama.

Seperti disedot ke dalam tanah. Hingga kini belum terpecahkan di mana alat berat itu.

lokasi anak hilang langkatLokasi terakhir tiga anak yang hilang saat melihat alat berat tengah menggali membuat parit. (Foto: Tagar/Jufri Pangaribuan)

Namun tiba-tiba, di sebuah tempat yang diyakini sakral, alat berat tersebut hilang tak berbekas masuk ke dalam tanah. Beruntung petugas operator berhasil melompat sebelum alat beratnya benar-benar ditelan bumi

"Seperti disedot ke dalam tanah. Hingga kini belum terpecahkan di mana alat berat itu," katanya.

Kemudian, Alamsyah melanjutkan, manejemen PT LNK kembali melakukan pengerukan di lokasi yang sama. Hal serupa kembali terjadi, alat berat seperti kesedot ke dalam tanah.

"Tapi beko (alat berat) itu muncul ke permukaan setelah diberi sesajen berupa kambing," kenangnya.

Dari kejadian tersebut, tempat raibnya alat berat tersebut diyakini masyarakat setempat sebagai area yang tidak bisa diganggu siapapun. "Makanya sekarang di situ disebut sebagai kolam larangan," ucap dia. 

Tidak itu saja. Alamsyah juga menyebutkan, hal aneh kembali terjadi. Namun kali ini di rumah salah satu warga. Saat itu, pemilik rumah sedang bepergian. Pintu rumah belakangan diketahui terbuka lebar dan banyak beras diangkut dari dalam rumah.

Baca juga: 

Sewaktu diselidiki, warga melihat ada bekas tapak kaki. Namun anehnya, jejak itu sedikit mengerikan, karena posisi tumit di depan. "Kelihatan jelas sekali bekasnya. Beras itu dari dapur sampai ke luar rumah," sebutnya.

Paur Humas Polres Langkat Ajun Inspektur Polisi Satu Yasir Rahman mengatakan polisi sudah memeriksa beberapa orang saksi dan melakukan pencarian kasus hilangnya ketiga anak itu.

"Tapi sejauh ini masih nihil. Kami belum bisa pastikan keberadaan mereka. Kami juga sudah melakukan penyelidikan lebih jauh untuk kasus ini," tutur dia.

Sebelumnya, pada hari Minggu, 18 Oktober 2020, AZ, YTH dan NAR hilang misterius usai melihat sebuah alat berat melakukan pengerukan parit yang berbatasan dengan pemukiman mereka. Upaya mengerahkan paranormal juga sudah dilakukan tapi belum membuahkan hasil. []

Berita terkait
Kegembiraan 3 Bocah Langkat Jelang Hilang di Kebun Sawit
Tiga bocah Langkat terlihat gembira jelang hilang di kebun sawit tak jauh dari dusun mereka.
Polisi Kesulitan Ungkap Misteri Hilangnya 3 Bocah di Langkat
Sudah dua pekan, kasus hilangnya tiga bocah di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, masih menjadi misteri.
Tiga Bocah di Langkat Hilang Misterius Paranormal Dikerahkan
Hilangnya tiga bocah di Langkat, Sumatera Utara, masih menjadi teka-teki. Jasa paranormal pun dikerahkan mencari keberadaan mereka.
0
Hari Lahir Pancasila, Kemendagri: Naikkan Bendera Merah Putih Satu Tiang
Kemendagri meminta seluruh masyarakat menaikkan Bendera Merah-Putih satu tiang dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni.