UNTUK INDONESIA
Arief Poyuono Didepak karena Singgung Kasus HAM Prabowo
Pengamat politik Karyono Wibowo menyatakan, terhempasnya nama Arief Poyuono dari struktur Partai Gerindra karena singgung masalah HAM Prabowo.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebelum mengikuti rapat kabinet terbatas tentang hilirisasi industri produk-produk unggulan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A/wsj)

Jakarta - Pengamat politik Karyono Wibowo menyatakan, terhempasnya nama Arief Poyuono dari struktur kepengurusan baru Partai Gerindra periode 2020-2025 tak terlepas dari beberapa kesalahan fatal yang diucapkannya beberapa waktu lalu, bersinggungan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Di satu sisi, Arief justru menyinggung soal kasus pelanggaran HAM Prabowo.

Karyono mencatat, salah satu persoalan yang membuat Arief dicopot dari posisi Waketum Gerindra, karena yang bersangkutan pernah membicarakan kasus berbau hak asasi manusia (HAM) Prabowo Subianto.

"Di satu sisi, Arief justru menyinggung soal kasus pelanggaran HAM Prabowo. Sikap Arief ini bisa membuat sejumlah elite Gerindra meradang," kata Karyono saat dihubungi Tagar, Minggu, 20 September 2020.

Baca juga: Gegara Jejak Digital Arief Poyuono Didepak dari Waketum Gerindra

Arief PoyuonoWakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono. (Foto: Istimewa)

Lebih lanjut, Karyono menuturkan sikap Arief justru bertolak belakang dengan Fadli Zon dan kawan sejawatnya di Gerindra.

Karyono menilai kekontroversian Poyuono adalah justru membela habis-habisan Presiden Jokowi. Diketahui, selama ini sebaliknya Fadli Zon justru kerap mengkritik kebijakan presiden dua periode itu.

"Sikap Fadli Zon yang sering nyinyir kepada pemerintahan Jokowi tak jarang membuat kesal para pendukung Jokowi. Sikap Arief Poyuono dan Fadli Zon ini mencerminkan keunikan sikap politik Gerindra saat ini," ujarnya.

Baca juga: Waketum Gerindra, Ponakan Prabowo Gusur Arief Poyuono?

Meski demikian, ia menyebut sikap Arief yang pro Jokowi dan Fadli Zon cs yang kontra dengan pemerintah seolah memosisikan Gerindra sedang mendayung di antara dua karang.

"Kedua, pemikiran mainstream yang ada di Gerindra saat ini mencerminkan seolah sedang bermain di dua kaki. Pertama, sebagai partai peserta koalisi pemerintah, di sisi lain mencerminkan oposisi," kata Karyono.

Seperti diketahui, jelang pengumuman kepengurusan Gerindra, Arief Poyuono menyarankan bosnya, Prabowo Subianto untuk memersiapkan diri secara matang apabila hendak maju dalam Pilpres 2024. 

Dia berpendapat, Gerindra perlu 'membersihkan' nama Prabowo dari tuduhan pelanggaran HAM 1998.

"Mumpung masih ada waktu panjang. Partai harus mengupayakan kekuatan hukum tetap yang menyatakan Prabowo Subianto bersih dan tidak terlibat dalam kerusuhan Mei 1998 yang berbau SARA dan tidak terlibat dalam penculikan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang sampai saat ini masih hilang," kata Arief Poyuono dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu, 16 September 2020.

Menurut dia, kekalahan Prabowo dalam Pilpres 2014 dan 2019 dikarenakan kasus pelanggaran HAM sering dimunculkan kubu lawan, khusus saat ada kontestasi pemilihan umum.

Nama Arief Poyuono juga disebut-sebut terlempar dari daftar Waketum Gerindra karena sosok ini terbilang berani dalam menyampaikan sikap. Arief kerap melontarkan pernyataan-pernyataan kontroversial yang menimbulkan banyak pertentangan di internal Gerindra.

Seperti pada Agustus 2017 lalu, Arief pernah menyamakan PDI Perjuangan (PDIP) dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) karena menurutnya partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu antikritik.

Kemudian, Arief Poyuono sempat melontarkan pendapat, isu Presiden Jokowi PKI sengaja diembuskan oleh kadrun alias kadal gurun. []

Berita terkait
Arief Poyuono Terhempas dari Waketum Gerindra karena Kadrun?
Nama Politikus Arief Poyuono belakangan menjadi sorotan publik karena terlempar dari Waketum Gerindra, Apakah itu karena isu kadrun PKI?
Data Denny Siregar, Arief Poyuono: Bukan Sembarang Kasus
Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Arief Poyuono menilai kasus kebocoran data Denny Siregar di Telkomsel bukan kasus sembarangan.
Arief Poyuono Sebut Banyak Menteri Jokowi Anak Mami
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menilai ada menteri Presiden Jokowi yang tidak pernah sulit masa kecilnya seperti anak mami.
0
Wakil Wali Kota Bandung Dukung Wartawan Tingkatkan Kapasitas
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengimbau agar para wartawan dan humas terus meningkatkan kapasitas dan profesionalismenya.