UNTUK INDONESIA
Apem Bu Wanti Yogyakarta Bikin Ketagihan
Salah satu kue tradisional, apem masih eksis meski bermunculan kue kekinian. Buktinya apem milik Bu Wanti Yogyakarta tetap diminati semua kalangan.
Apem, jajanan tradisional berbentuk bundar pipih terbuat dari tepung beras, gula pasir, kelapa muda, santan, telur dan ragi. (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah)

Yogyakarta - Apem, kue tradisional yang berbentuk bundar pipih dan rasanya gurih. Kue ini terbuat dari tepung beras, gula pasir, kelapa muda, santan, telur dan ragi.

Resepnya sederhana, namun apem beras milik Bu Wanti ini bikin orang ketagihan. Apem ini termasuk kue legendaris di Yogyakarta yang digemari semua kalangan.

Kue apem sangat akrab dengan orang Jawa. Mengapa? Karena kue ini tidak hanya dipandang sebagai makanan, tetapi konon katanya juga sebagai bentuk doa untuk memperoleh pengampunan dan pengayoman.

Apem Bu Wanti merupakan usaha keluarga turun temurun. Mulai dari pertamanya sang ibundanya hingga Bu wanti sendiri pemilik nama jajanan tersebut.

Saat ditanya Tagar sudah berapa lama jajanan tersebut eksis di Yogyakarta, Bu Wanti menjawab sudah memasuki generasi kedua. "Usaha turun temurun dari ibu saya," kata Bu Wanti kepada Tagar sambil sibuk menyiapkan kue tersebut, Minggu 19 Januari 2020.

Usaha berjualan kue apem ini sudah dimulai sejak tahun 70-an. Saat itu Bu Wanti masih muda dan sering ikut orang tuanya berjualan. Sadar kue apem adalah jajanan tempo dulu, Bu Wanti memilih tetap melestarikannya hingga saat ini.

Jadi sampai sekarang masih menggunakan cara masak yang tradisional karena lebih gurih kalau pakai tungku.

Menurut dia sebelum nama apem Bu Wanti digunakan, dulunya bernama apem Pasar Ngasem karena tempat berjualan apem dari dulu hingga sekarang masih di Pasar Ngasem. "Sekarang ganti jadi apem Bu Wanti sesuai nama saya," kata Wanti.

Saat Tagar melihat proses memasak kue apem, ternyata alat cetak yang digunakannya juga masih termasuk cetakan tradisional. Pasalnya Bu Wanti masih menggunakan tungku dan bahan bakar arang.

Bu Wanti mengaku sengaja tidak menggunakan kompor untuk memasak. Namun tetap menggunakan tungku dengan bahan bakar arang. Kue apem ini disajikan fresh dan hangat sehingga membuat orang ketagihan.

"Ini kan kuliner lama, pasti para penikmat apem ini sudah kenal rasanya bagaimana, jadi sampai sekarang masih menggunakan cara masak yang tradisional karena lebih gurih kalau pakai tungku," katanya.

Tagar akhirnya mencicipi kue apem Bu Wanti. Sebelum menggigit kue apem ini, aroma gurih santannya sangat menggugah selera. Meski dibandrol dengan harga yang cukup murah, namun rasa kue apem ini berani diadu dengan makanan kekinian lainnya. Apa lagi memakan kue apem yang baru diangkat dari tungkunya. Itu sangat enak.

Satu kue apem Bu Wanti dihargai Rp 2.500. Selain di Pasar Ngasem, Bu Wanti juga tersedia menjajakannya di Pasar Kotagede yang merupakan cabang pertamanya. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. []

Baca Juga:

Berita terkait
Klepon, Jajanan Pasar yang Meletup Saat Dikunyah
Klepon, salah satu jajanan tradisional yang sampai saat ini masih digandrungi. Di Yogyakarta, mudah menemukannya, salah satunya di Pasar Kolombo.
Kue Clorot Khas Purworejo, Cara Makannya Asyik
Yogyakarta lengkap kuliner tradisional hingga kekinian. Termasuk jajanan pasar dari Purworejo, Jawa Tengah. Namaya Kue clorot, cara makannya unik.
Kue Bakul Kuliner Wajib Khas Imlek di Sibolga
Menyambut Tahun Baru Imlek di Sibolga, Sumatera Utara, kue bakul merupakan sajian wajib yang menjadi simbol dan tradisi.
0
Man City Sebut Tuduhan UEFA Keliru dan Politis
CEO Manchester City, Ferran Soriano, menuduh balik hukuman yang dijatuhkan UEFA kepada klubnya berdasarkan kekeliruan dan politis
Mobil Balap F1 Tes Pramusim di Barcelona
Revitalisasi TIM Jakarta Jalan Terus