TAGAR.id, Jakarta - Perbedaan antara saham dan judi sampai kini memang masih menjadi perbincangan simpang siur. Perdebatan antara saham dan judi ini membuat legenda pasar modal, Vier Abdul Jamal angkat bicara. Hal ini dilayangkannya langsung melalui Channel YouTube resminya.
“Judi risikonya tidak eksis yang artinya kita tidak diberitahu risiko terbesar dari main judi itu apa. Sampai kita tahu sendiri setelah kita lepas kunci mobil, jual ruko, rumah, dan harta benda. Lalu kita sudah ketagihan dengan judi itu, barulah kita tahu risiko daripada judi tersebut,” kata Vier dalam Channel YouTube resminya yang dikutip Tagar.
Menurutnya, ketika bermain judi pasti yang selalu menang adalah bandar. Judi tidak mengenal adanya juara kedua ataupun ketiga. Meskipun dalam kasino sendiri, tingkat probabilitas pemenang judi lebih kecil dibanding dengan yang kalah.
Hal inilah yang menjadi perbedaan judi dengan saham. Karena, kata Vier, ketika terjun dan bermain saham, sudah mengetahui risikonya tersebut dari prospektus yang seharusnya sudah dibaca.
“Saham risikonya sudah eksis. Seperti dalam Bab 6 faktor risiko di dalam prospektus sudah dituliskan tentang faktor risiko. Pada saat Anda membeli saham, di situ sudah ada disclaimer yang menyatakan dengan membeli saham ini, Anda akan berpeluang dan berpotensi mengalami keuntungan atau kerugian, bahkan kehilangan seluruh nilai investasi Anda,” ungkap Vier.
Hal inilah yang menjadi perbedaan antara saham dan judi. Vier menegaskan, ketika membeli saham, para investor atau trader sudah setuju serta tahu risikonya. Tanpa disadari, sudah menandatangani disclaimer tersebut pada saat membuka akun di sekuritas.
Jadi yang menang bukan hanya bandarnya saja, tetapi pesertanya ratusan, ribuan orang bahkan menang. Itulah yang membedakan saham dengan judi.
Vier juga menyatakan, ketika sudah membeli saham, sudah disarankan untuk membaca prospektus daripada perusahaan tersebut. Walaupun dalam praktiknya, jarang membaca prospektus ataupun disclaimer yang diwajibkan bagi investor untuk membaca.
“Tetapi apa yang Anda lihat di saham setiap hari, bukan hanya bandar yang menang dalam transaksi saham. Namun ritel, blocktrader, small blocktrader, dan pemain-pemain lain semuanya menang,” ujar Vier
“Jadi yang menang bukan hanya bandarnya saja, tetapi pesertanya ratusan, ribuan orang bahkan menang. Itulah yang membedakan saham dengan judi. Probabilitas yang menang lebih besar dan banyak dibandingkan saat Anda bermain judi,” tambahnya.
Oleh sebab itu, yang mendasari perbedaan antara judi dengan saham adalah risikonya. Jika judi risikoya tidak eksis, namun saham risikonya sudah eksis yang artinya sudah tahu terdapat risiko ketika bermain saham.[]
(Rafi Fairuz)
Baca Juga:
- Penasaran? Yuk Intip Portfolio Saham Lo Kheng Hong
- Tips Trading Saham ala Legenda Pasar Modal Vier Abdul Jamal
- Profil Vier Abdul Jamal, Legenda Pasar Modal di Indonesia
- Tips Vier Bangun Mental Trader yang Kuat di Pasar Saham