Antropolog Brawijaya Jelaskan Folklor dalam Webinar Manusia dan Laut

Antropolog dari Antropologi Universitas Brawijaya Nindyo Budi Kumoro mengatakan bahwa folklor adalah sesuatu yang dipelajari tentang pengetahuan.
Antropolog dari Antropologi Universitas Brawijaya Nindyo Budi Kumoro. (Foto: Tagar/Syva)

Jakarta –  Antropolog dari Antropologi Universitas Brawijaya Nindyo Budi Kumoro mengatakan bahwa folklor adalah sesuatu yang dipelajari tentang pengetahuan tidak resmi tentang dunia. 

Hal ini disampaikannya dalam webinar Manusia dan Laut Series 2 yang mengangkat tema “Menelisik Folklor Kebaharian Indonesia Melalui Ragam Alih Wahana” yang di selenggarakan pada Kamis, 23 September 2021.

"Kita, komunitas kita, kepercayaan kita, budaya dan tradisi kita yang kemudian diekspresikan secara kreatif melalui tutur kata, musik, budaya, perilaku, dan benda-benda material tertentu," ujarnya.


Sebenarnya pemahaman laut sebagai umum atau bagaimana wawasan tentang laut dipahami secara umum laut sebagai sebuah wilayah atau lingkungan bagian berbahaya.


Menurutnya manusia memiliki hubungan yang sangat erat dengan laut, melibatkan berbagai aktivitas kebaharian sampai membentuk sebuah kebudayaan turun temurun yang terbingkai dalam folklor tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. 

“Hubungan alam dan manusia sebenarnya manusia dan alam itu memiliki resiko relasi yang lokal atau timbal balik yang ekspresi yang terekspresikan dalam folklor,” ujar Nindyo.

Nindyo mengatakan kalau laut ditempatkan sebagai laskar alam atau tentang alam dan budaya yang kemudian dimana antara alam dan budaya itu ekspresi-ekspresi kultur sering membentuk menjadi folklor-folklor. 

Folklor yang dimaksud ternyata memacu dan terkait tentang tradisi secara folklor tradisional yang disebarkan dalam bentuk relatif tetap.

Folklor mempunyai banyak kata ganti, seperti tradisi lisan, cerita rakyat, dongeng, legenda, hikayat, pepatah, permainan bahasa sampai mitos. 

Bagaimana orang memaknai atau alam lingkungannya makna yang kemudian diekspresikan melalui ragam-ragam tertentu kemudian bersifat cermat pula artinya mengacu pada lokalitas sosial maupun geografis tertentu menurut Nindyo.

Manusia sebagai bagian dari alam itu adalah mitos asal-usul atau genesis dan kemudian ada folklor alam manusia berasal dari tanah, berasal dari gunung, berlayar di tempat tertentu. 

“Sebenarnya pemahaman laut sebagai umum atau bagaimana wawasan tentang laut dipahami secara umum, laut sebagai sebuah wilayah atau lingkungan bagian berbahaya,” ujar Nindyo.

Secara umum, laut itu dianggap sebagai langkah yang dalam, asing, berbahaya penuh ketidakpastian tetapi juga objek natural yang diperlukan untuk kita eksploitasi menjelajah sesuatu tentang alam yang menantang.

(Syva tri Ananda)

Berita terkait
Museum Nasional Gelar Lokakarya Virtual
Galeri Nasional sudah mempersiapkan protokol kesehatan jika Pemprov DKI Jakarta memberi izin untuk beroperasi.
Museum Baru Cerita Dongeng HC Andersen di Denmark
Penggemar cerita dunia dongeng HC Andersen bisa mengunjungi museum baru Hans Christian Andersen House di Odense, Denmark
Kereta Kencana Keluarga Kerajaan Belanda di Museum Amsterdam
Berhias panel budak Jawa Sembah Ratu, kereta kencana Kerajaan Belanda masuk Museum Amsterdam sampai Februari 2022
0
Antropolog Brawijaya Jelaskan Folklor dalam Webinar Manusia dan Laut
Antropolog dari Antropologi Universitas Brawijaya Nindyo Budi Kumoro mengatakan bahwa folklor adalah sesuatu yang dipelajari tentang pengetahuan.