UNTUK INDONESIA
Anggota Parlemen Iran Meninggal Kena Virus Corona
Seorang anggota parlemen Iran bernama Fatemeh Rahbar dikabarkan meninggal setelah terinfeksi virus corona jenis Covid-19.
Anggota parlemen Iran, Fatemeh Rahbar dari Taheran dikabarkan meninggal terinfeksi virus corona jenis Covis-19. (Foto: chinanews.net).

Jakarta - Seorang anggota parlemen Iran dikabarkan meninggal setelah terinfeksi virus corona jenis Covid-19. Anggota dewan yang meninggal pada Jumat, 6 Maret 2020 itu bernama Fatemeh Rahbar dari Taheran yang baru saja terpilih, seperti dilaporkan media Iran, Sabtu, 7 Maret 2020.

Sejauh ini belum ada informasi, apakah anggota parlemen itu termasuk dalam daftar korban resmi dari 124 orang yang meninggal akibat terinfeksi virus corona. Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Kianoush Jahanpur mengatakan 17 orang telah meninggal dalam sehari. Lebih dari 1.000 orang dinyatakan positif mengidap virus sehingga total menjadi 4.700 kasus. Iran menjadi negara dengan jumlah korban paling banyak di luar China.

Seperti diberitakan dari portal chinanews.net, virus corona telah merenggut nyawa beberapa pejabat Iran, termasuk penasihat pimpinan tertinggi dan mantan utusan Vatikan. Sejumlah pejabat lain dinyataka positif mengidap virus yang mematikan itu, termasuk Wakil Presiden, Masumeh Ebtekar, Wakil Menteri Kesehatan, Iraj Harirchi, dan lebih dari 20 anggota parlemen.

Baca Juga: Wapres Iran Virus Corona Diduga Kena Bioterorisme

Iran telah menutup sekolah dan universitas, menunda kegiatan budaya dan olah raga, serta mengurangi jam kerja untuk memperlambat penyebaran. Virus corona sejauh ini sudah menyebar ke 31 provinsi.

ilus ketakutan coronaOrang-orang mengenakan masker di pusat kota Teheran, Iran, 2 Maret 2020. (Foto: timesofisrael.com/AP/Vahid Salemi)

Sementara itu Arab Saudi menyatakan, Iran harus bertanggungjawab atas peningkatan jumlah kasus virus corona jenis COVID-19 yang telah menyebar ke seluruh dunia. Sebuah sumber resmi menuduh Iran melakukan "tindakan tidak bertanggungjawab" karena mengizinkan warga Saudi masuk ke negara itu tanpa membubuhkan paspor mereka ketika merebaknya wabah.

Kerajaan ingin memastikan keselamatan semua warga negara yang telah mengunjungi Iran dengan memberikan mereka kesempatan untuk tidak mendapatkan sanksi apa pun," kata sumber pejabat itu. Kata pejabat itu lagi," Kerajaan bertekad untuk melindungi keluarga mereka yang telah melakukan perjalanan ke tempat-tempat di mana terjadi wabah Covid-19.

Baca Juga: Iran Cambuk dan Penjarakan Penyebar Hoaks Corona

Seperti diberitakan dari Arab News, Jumat, 6 Maret 2020, pejabat Iran mengkonfirmasikan ada 107 orang yang meninggal dunia karena virus corona. Namun kalangan ahli independen menyebutkan jumlah korban bisa jadi lebih banyak lagi karena rezim menutup-nutupi angka sebenarnya.

Lima orang di Arab Saudi didiagnosis terkena infeksi virus corona. Tiga orang yang terinfeksi terkonfirmasi baru pulang dari Iran dari Bahrain. Sedangkan kasus keempat, baru pulang dari Iran melalui Kuwait dan menginfeksi istrinya.[]

Berita terkait
Wapres Iran Virus Corona Diduga Kena Bioterorisme
Pengamat Intelijen Stanislaus Riyanta menilai ada kejanggalan dalam kasus Wakil Presiden Iran Masoumeh Ebtekar yang diduga kena bioterorisme.
Iran Cambuk dan Penjarakan Penyebar Hoaks Corona
Iran menghukum 24 warganya karena menyebarkan hoaks tentang virus corona dengan hukuman cambuk dan penjara tiga tahun
Iran Bantah Tak Transparan Soal Jumlah Korban Corona
Iran berjanji akan bersikap transparan mengenai jumlah korban virus corona jenis COVID-19 dan membantah pemerintah berusaha menyembunyikan fakta.
0
Dugaan Covid-19 Senjata Bioterorisme, Pembuat Jadi Korban
Covid-19 yang kini menjadi pandemi di dunia, diduga aslinya adalah senjata bioterorisme. Sedangkan pembuatnya menjadi korban. Bagimana bisa?