UNTUK INDONESIA
Iran Cambuk dan Penjarakan Penyebar Hoaks Corona
Iran menghukum 24 warganya karena menyebarkan hoaks tentang virus corona dengan hukuman cambuk dan penjara tiga tahun
Seorang wanita memakai masker untuk mencegah tertular virus corona bereaksi ketika karyawan dari perusahaan layanan desinfeksi membersihkan pasar tradisional di Seoul, Korea Selatan, 26 Februari 2020. (Foto: nationalreview.com/Kim Hong-Ji/Reuters).

Jakarta - Seorang juru bicara parlemen Iran pada hari Rabu, 26 Februari 2020, mengumumkan bahwa siapapun yang ditemukan "menyebarkan desas-desus" tentang wabah virus corona Wuhan akan dijatuhi hukuman satu hingga tiga tahun penjara dan dicambuk. Pernyataan juru bicara parlemen ini dilaporkan oleh kantor berita Iran, IRNA.

“Menyebarkan berita palsu tentang wabah virus corona akan membuat orang panik. Ini juga akan membuka jalan bagi penutupan negara itu, “ kata Hassan Norouzi, juru bicara Komite Hukum dan Peradilan Parlemen. Komentar ini merupakan diterjemahkan oleh Tehran Times.

Norouzi mengatakan hukuman penjara dan cambuk didasarkan pada "hukum pidana Islam," dan 24 orang telah ditangkap karena dicurigai "menyebarkan desas-desus" tentang penyakit tersebut.

Sampai 29 Februari 2020 Iran telah melaporkan 388 kasus infeksi virus corona dengan 34 kematian di seluruh negeri. Pusat penyebaran ada di Kota Qom, yang merupakan tempat tujuan bagi peziarah Muslim Syiah.

Virus corona telah memakan korban yaitu 34 orang Iran telah meninggal. Negara ini memiliki jumlah kasus infeksi virus corona tertinggi di Timur Tengah. Sementara para pejabat merekomendasikan agar warga tidak mengunjungi Qom. 

Presiden Iran Hassan Rouhani mengumumkan pada hari Rabu, 26 Februari 2020, bahwa pemerintah tidak berencana untuk mengarantina seluruh kota. Karantina hanya bagi orang yang terinfeksi virus corona. “Virus corona tidak boleh diubah menjadi senjata bagi musuh kita untuk menghentikan pekerjaan dan produksi di negara kita,” kata Rouhani.

Pada hari Selasa, 25 Februari 2020, wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi, mengumumkan bahwa dia tertular virus corona. Dalam sebuah video yang diambil di rumahnya, Harirchi berusaha meyakinkan pemirsa, dengan mengatakan, "Saya pasti akan mengalahkan corona."

Harirchi difilmkan sehari sebelumnya di televisi pemerintah untuk mengumumkan bahwa wabah negara itu terkendali. Harirchi tampak berkeringat dan menyeka wajahnya dengan sapu tangan (Sumber: nationalreview.com, 26 Februari 2020). []

Berita terkait
Masoumeh Ebtekar, Wapres Iran yang Positif Corona
Salah satu dari 254 warga Iran yang yang tertular virus corona adalah Wakil Presiden Iran Urusan Wanita dan Keluarga, Masoumeh Ebtekar
Wapres Iran Masoumeh Ebtekar Kena Virus Corona
Wakil Presiden Iran untuk Urusan Wanita dan Keluarga, Masoumeh Ebtekar dinyatakan positif mengidap virus corona baru jenis COVID-19.
Iran Bantah Tak Transparan Soal Jumlah Korban Corona
Iran berjanji akan bersikap transparan mengenai jumlah korban virus corona jenis COVID-19 dan membantah pemerintah berusaha menyembunyikan fakta.
0
Kronologi Kebakaran Tewaskan Nenek di Padang Sumbar
Polsek Lubuk Begalung, Padang belum mengetahui penyebab kebakaran yang menewaskan seorang nenek 90 tahun.