Jakarta - Lawan mudah bagi Prancis saat melakoni laga tandang Grup H melawan tuan rumah Andorra di kualifikasi EURO 2020. Meski tampil di kandang lawan di Stadion Nacional, Rabu 12 Juni 2019 dini hari WIB, Prancis tetap diunggulkan meraih kemenangan atas Andorra. 

Terpenting, Prancis tidak lengah dan mengabaikan lawan seperti saat menghadapi Turki. Juara Dunia 2018 yang turun dengan kekuatan penuh di luar dugaan dipaksa menyerah 0-2 oleh Turki yang bertindak sebagai tuan rumah. 

Ini yang menjadikan Les Bleus tetap waspada dan tak ingin terpeleset. Namun kekuatan kedua tim memang tak berimbang. Di atas kertas, Prancis bakal menang mudah menghadapi tim yang pemainya hanya bermain di kompetisi domestik karena mereka sulit bersaing di liga-liga papan atas. 

Di kompetisi UEFA Nations League, Andorra pun hanya bermain di Liga D atau kasta paling bawah. Saat bertarung di Nations League, Andorra yang berada di Grup 1 bersama Georgia, Kazakhstan dan Latvia, menduduki dasar klasemen.  

Pencapaian Andorra di tiga laga pertama kualifikasi EURO 2020` juga sangat buruk. Mereka selalu menelan kekalahan dan tak pernah mencetak gol saat melawan Islandia, Albania dan Moldova. Hasil itu menjadikan Andorra menduduki dasar klasemen. 

Merombak Skuat

Pelatih Prancis Didier Deschamps bakal merombak skuat dengan tidak menurunkan pemain inti di laga tersebut. Kiper Hugo Lloris, Moussa Sissoko sampai Kylian Mbappe bakal dibangkucadangkan. Namun bek Clement Lenglet, Paul Pogba dan Antoine Griezmann tetap menjadi starter

Deschamps tetap memakai skema 4-2-3-1 di pertandingan tersebut. Kuartet Benjamin Pavard, Lenglet, Raphael Varane, dan Ferland Mendy tetap solid meski tidak ada Samuel Umtiti. 

Pogba ditarik ke belakang untuk menempati gelandang bertahan bersama Tanguy Ndombele. Sedangkan Griezmann bersama Thomas Lemar dan Coman akan bermain di belakang ujung tombak tunggal Ben Yedder. 

Perubahan itu sekaligus menjadi eksperimen Deschamps untuk mencoba pemain yang sebelumnya lebih sering duduk di bench. Atau mereka yang dipanggil untuk menjadi pelapis pemain inti. 

Deschamps juga memberi kesempatan kepada kiper Mike Maignan yang belum pernah diturunkan. Di usianya yang masih 23, Maignan diharapkan bisa segera matang untuk menjadi pelapis Lloris. 

Tidak Kebobolan

Pelatih Andorra Koldo akan berusaha gawang timnya tidak kebobolan banyak gol. Apalagi mereka tak pernah lagi memenangkan pertandingan sejak mengalahkan Liechtenstein pada Maret 2018. Ini merupakan kemenangan pertama Andorra sejak Juni 2017.

Dengan formasi 4-4-2, Koldo mengandalkan bek tengah Max Llovera yang bermain di klub papan bawah di Spanyol. Llovera akan berduet dengan kapten Ildefons Lima. Bek senior ini sudah 122 kali membela timnas. Sedangkan Chus Rubio dan Moises San Nicolas akan menjadi full-backs. 

Di tengah, Joan Cervos menjadi pilihan pertama bersama Marc Vales, Marc Rebes dan Ludovic Clemente. Ini merupakan formasi terbaik Andorra yang mencoba mengimbangi Pogba dkk. 

Di lini depan, duet Jordi Alaez dan Marcio Vieira diharapkan bisa menembus pertahanan kukuh Prancis. 

Hanya tak mudah bagi Andorra menghadapi salah satu tim papan atas Eropa. Prancis kian termotivasi untuk meraih kemenangan setelah mengalami kekalahan dari Turki. 

Bursa pun memihak Prancis. Berstatus tuan rumah, Andorra di-voor tiga setengah (3 1/2). Tampaknya Prancis diprediksi bisa menang besar di pertandingan tersebut. Kemenangan dengan empat gol diyakini bakal menjadi milik Prancis. 

Prakiraan Susunan Pemain

Andorra (4-4-2): Gomes-Rubio, Llovera, Lima, Moises; Cervos, Vales, Rebes, Clemente; Alaez, Vieira

Prancis (4-2-3-1): Maignan-Pavard, Lenglet, Varane, Mendy; Ndombele, Pogba; Lemar, Griezmann, Coman; Ben Yedder

Bursa

Andorra vs Prancis 3 1/2:0 (tips Prancis) []

Baca juga: