UNTUK INDONESIA
Anak Dibunuh Ortu, Hetifah: Kejadian Ini Sangat Menyedihkan
Hetifah Sjaifudian mengaku sedih mendengar kabar bocah 8 tahun dibunuh orang tua kandung.
Anggota DPR RI Hetifah Sjaifudian. (Foto: Instagram/@hetifah)

Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengaku sedih mendengar kabar bocah 8 tahun dibunuh orang tua kandung di Kota Tangerang karena dianggap malah mengikuti belajar online. 

Hetifah menyadari situasi pandemi seperti saat ini memiliki dampak yang luar biasa. Termasuk tekanan bagi banyak orang tua sehingga sangat mudah melampiaskan amarahnya kepada orang di sekitarnya.

"Kejadian ini sangat menyedihkan. Memang ini masa yang sangat sulit bagi kita semua, dan tingkat stres sangat rentan untuk meningkat. Akibatnya, secara psikologis mungkin sekali terganggu atau dilampiaskan kepada orang-orang disekitar kita, dan anak adalah yang paling rentan," katanya saat dihubungi Tagar, Sabtu, 19 September 2020.

Memang ini masa yang sangat sulit bagi kita semua, dan tingkat stres sangat rentan untuk meningkat.

Baca juga: Belajar Online, Guru di Tangsel dapat Kartu Perdana Telkomsel

Oleh karenanya, politikus Golkar itu menekankan kepada pihak sekolah dan guru agar tetap mengawasi anak didiknya. Menurutnya, jika menemukan kejanggalan yang tidak biasa maka harus segera dilakukan upaya untuk mengetahuinya.

"Saya tekankan sekali lagi kepada pihak sekolah, dalam PJJ ini agar mengutamakan well being siswa daripada penuntasan kurikulum. Guru harus peka akan keadaan siswa dan keluarganya, harus terus dipantau dan ditindaklanjuti jika ada yang tak biasa," ujarnya.

Selain itu, Hetifah berharap para pemimpin di tingkat paling bawah seperti RT atau RW selalu memantau kondisi warganya. Kesulitan tetangga di wilayah harus diketahui untuk dipetakan secara bersama-sama.

"Masyarakat dan pimpinan RT/RW juga sebaiknya saling menjaga dan memantau satu sama lain, apakah ada kira-kira tetangga di lingkungannya yang benar-benar kesulitan, atau melakukan hal-hal yang tidak biasa. Jangan sampai hal seperti ini terjadi lagi di masa depan," tuturnya.

Lebih lanjut, Hetifah meminta pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar selalu mengevaluasi kegiatan pembekajaran jarak jauh (PJJ). Ia berharap kementerian yang dipimpin Nadiem Makarim itu memberikan program bimbingan dari para guru kepada para orang tua siswa.

"Untuk Kemendikbud, saya harap dapat lebih serius lagi menggarap program-program parentingnya. Jika bisa, adakan program konsultan keluarga dimana keluarga dapat dibimbing oleh guru PAUD/kader PKK dalam menjalani PJJ ini," kata dia.

Terakhir, Hetifah berpesan kepada para orang tua agar mengungkapkan kendalanya jika terdapat masalah.

"Curhat jika ada permasalahan keluarga dalam melewati pandemi ini," ucap Hetifah.

Baca juga: Universitas HKBP Siantar Kembangkan Pembelajaran Online

Sebelumnya, Suami-istri, IS (27) dan LH (26), nekat membunuh anak perempuannya yang berusia delapan tahun. Urusan sepele berujung petaka. Kepada polisi, pelaku murka karena anaknya susah belajar online.

Di tengah pandemi Corona, korban yang duduk di kelas 1 SD itu tengah mengikuti pembelajaran jarak jauh. Entah apa yang merasuki suami-istri bengis tersebut, anaknya disiksa yang berujung nyawa melayang.

Kasat Reskrim Polres Lebak AKP David Adhi Kusuma menjelaskan peristiwa penganiayaan itu terjadi pada 26 Agustus 2020. Lokasinya di sebuah kontrakan yang pelaku dan korban tempati, kawasan Larangan, Kota Tangerang.

"(Dibunuh) lagi belajar daring dengan sekolah. Korban kelas 1 SD," kata David, Senin, 14 September 2020.

Berita terkait
Komisi X: Dana BOS Afirmasi dan Kinerja Bantu Sekolah Swasta Saat Pandemi
Kebijakan Nadiem Makarim, Dana Bos Afirmasi dan Dana Bos Kinerja berlaku untuk sekolah negeri dan swasta, mendapat respons positif Komisi X DPR RI.
KPK OTT Rektor UNJ, Komisi X DPR: Model THR Harus Diubah
Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf meminta model THR di institusi perkuliahan negeri harus diubah objek pemanfaatannya.
Komisi X Minta Kemendikbud Bantu PTS Meneliti Corona
Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian meminta Kemendikbud berikan bantuan penelitian corona Covid-19 kepada Perguruan Tinggi Swasta atau PTS.
0
Hujan Batu dan Gas Air Mata Demo Omnibus Law di Banyuwangi
Polresta Banyuwangi menyelidiki mencari provokator yang menyebabkan demo tolak omnibus law berakhir rusuh.