UNTUK INDONESIA
Anak Berdarah Aceh Dijual di Malaysia
Seorang Anak berdarah Aceh dijual orang tidak dikenal di Malaysia.
Ilustrasi anak kecil disiksa. (Foto: pixabay)

Lhokseumawe – Seorang anak berdarah Aceh inisial A 2,7 tahun, dijual oleh orang yang tak dikenal, hingga kini ibu anak yang tidak berdosa itu mengalami trauma. Meskipun demikian, ia harus tetap harus bekerja untuk menyambung hidupnya di Malaysia.

Ketua AcehMalaysia Bukhari, ketika dihubungi melalui telepon seluler mengatakan, ibu bayi tersebut bernama Marsidah, 29 tahun, warga Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.

Saat itu Rita datang kepada Marsidah untuk membujuk agar anaknya dititipkan saja kepadanya dan juga beralasan kalau ia belum memiliki anak, sehingga sangat ingin merawat anaknya itu.

“Marsidah ini sudah 17 tahun berada di Malaysia dan telah cerai dengan suaminya sekitar 1,7 tahun lalu. Kasus penjualan bayi ini terjadi pada 29 Januari 2020, namum saya baru tau hari ini dan telah saya kumpulkan semua datanya,” ujar Bukhari kepada Tagar, Minggu, 16 Februari 2020.

Bukhari menambahkan, pada tahun 2019 lalu Marsidah sempat berkenalan dengan salah seorang wanita bernama Rita asal Medan, Sumatera Utara, namun dirinya tidak mengenal latar belakang wanita tersebut.

Sehingga pada tanggal 24 Januari 2020, Rita mendatangi Marsidah untuk menawarkan agar anaknya itu dititipkan saja kepadanya, agar bisa bekerja lebih leluasa dan tidak ada yang menganggu.

“Saat itu Rita datang kepada Marsidah untuk membujuk agar anaknya dititipkan saja kepadanya dan juga beralasan kalau ia belum memiliki anak, sehingga sangat ingin merawat anaknya itu,” tutur Bukhari.

Karena lokasi kerjanya jauh dari rumah Rita, sehingga Marsidah hanya menjenguk anaknya setiap dua hari sekali dan selalu menghubungi melalui telepon seluler. Namun pada tanggal 29 Januari 2020, ia tidak bisa lagi berkomunikasi dengan Rita.

Setelah ditelusuri, ternyata Rita merupakan sebagai pendatang gelap karena tidak memiliki dokumen keimigrasian, namun ia memliki suami yang berasal dari Negara Banglades dan tinggal di Malaysia.

“Praktik menjual anak memang sering terjadi di Malaysia, maka saya menduga anak ini dijual kepada orang yang belum mempunyai anak disana dan ada juga yang bertujuan untuk mengambil organ tubuh, harganya bisa mencapai satu juta Ringgit,” kata Bukhari. []

Berita terkait
Warga Aceh Diancam Posting Amonia PT PIM di Medsos
Gara-gara posting amonia PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) di media sosial warga Aceh Utara, Aceh kena ancam.
Lahan Limbah Pabrik Kelapa Sawit di Aceh Terbakar
Lahan limbah tandan kosong sawit milik PT IBAS Desa Guha Ule, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, Aceh terbakar
Ternak Warga Subulussalam Aceh Dimangsa Harimau
Seekor sapi milik warga Kota Subulussalam, Aceh ditemukan mati diduga dimangsa harimau.
0
Karhutla di Dairi, Polisi Periksa Aparat Desa
Polres Dairi dan Polda Sumatera Utara melakukan penyelidikan penyebab kebakaran hutan dan lahan di perbukitan kawasan Danau Toba.