Aksi Jual Asing Buat IHSG Akhir Pekan Menguat 0,41 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan Jumat, 27 November 2020 menguat 0,41 persen ke posisi 5.783,34 poin.
Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan Jumat, 27 November 2020 menguat 0,41 persen ke posisi 5.783,34 poin. (Foto: theaseanpost.com).

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat, 27 November 2020 menguat dipicu aksi jual oleh para investor. IHSG ditutup menguat 0,41 persen atau 23,42 ke posisi 5.783,34 poin.

Analis Bina Artha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta mengatakan pelaku pasar masih antusias serta mengapresiasi terkait perkembangan penelitian vaksin Covid-19 yang semakin progresif.

"Market juga mengapresiasi berbagai program stimulus dalam rangka menggerakkan perekonomian. Misalnya saja ECB yang akan menggelontorkan stimulus baru," kata Nafan di Jakarta, Jumat, 27 November 2020, seperti dikutip dari Antara.

Di sisi lain, kata dia, modal asing kembali keluar kemungkinan besar disebabkan lantaran pasar keuangan AS merayakan Thanksgiving. "Sedangkan dari domestik ialah, selain euforia omnibus law, juga berkaitan dengan apresiasi market terhadap keputusan BI untuk menurunkan suku bunga acuan Bank Indonesia BI 7DRR sebesar 25 bps dalam rangka mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi nasional.

Dibuka menguat, IHSG bertengger di teritori positif sampai penutupan perdagangan saham. 

Secara sektoral, tujuh sektor meningkat, di mana sektor pertanian naik paling tinggi yakni 4,65 persen, diikuti sektor properti 2,68 persen, dan sektor pertambangan 2,47 persen. Sementara di sisi lain, tiga sektor terkoreksi yakni sektor aneka industri menjadi paling dalam dengan minus 1,16 persen, sektor keuangan dan sektor industri dasar masing-masing minus 0,38 persen dan minus 0,37 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing (net foreign sell) sebesar Rp 282,59 miliar.

Sebanyak 275 saham naik, 206 saham menurun, dan 147 saham tidak bergerak nilainya. Volume perdagangan saham tercatat mencapai 32,82 miliar lembar saham senilai Rp 16,68 triliun dengan 1.195.893 kali transaksi.

Sebelumnya, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Kamis, 26 November 2020 menguat 1,42 persen atau 80,67 ke posisi 5.759,92 poin. Ini dikarenakan masih terangkatnya sentimen perkembangan vaksin Covid-19.

Sebanyak 184 saham naik, 271 saham menurun, dan 168 saham statis. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp13,44 triliun. Volume perdagangan mencapai 26,84 miliar lembar dengan 1.079.166 kali transaksi. []

Berita terkait
Aksi Ambil Untung Buat Penutupan IHSG Akhir Pekan Melemah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 20 November 2020 ditutup melemah 0,4 persen ke posisi 5.571,66 poin.
IHSG Naik 0,65 Persen karena Sentimen Turunnya BI Rate
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada penutupan Kami, 19 November 2020 menguat 0,65 persen ke posisi 5.594,05 poin.
IHSG Naik 0,49 Persen, Saham BCA, BRI dan MDKA Diborong Asing
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada penutupan Rabu, 18 November 2020 naik 0,49 persen di posisi 5.557,51 poin.
0
China Tuduh Amerika Politisasi Asal Muasal Virus Corona
China mengecam langkah Amerika Serikat melacak asal muasal virus corona yang disebut China sebagai “mempolitisasi” pelacakan