IHSG Naik 0,85 Persen, Saham BNI, Astra dan Fren Dilego Asing

Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia pada penutupan Selasa, 24 November 2020 menguat 0,85 persen ke posisi 5.701,03 poin.
Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia pada penutupan Selasa, 24 November 2020 menguat 0,85 persen ke posisi 5.701,03 poin.(Foto: Business Insider).

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Selasa, 24 November 2020 menguat 0,85 persen atau 48,27 ke posisi 5.701,03 poin. Aksi jual oleh investor asing (net foreign sell) senilai Rp 150 miliar, tidak sampai membuat Indeks Saham tertekan.

Sebanyak 329 saham naik, 189 saham menurun, dan 198 saham statis. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp13,94 triliun. Volume perdagangan mencapai 29,33 miliar lembar dengan 1.168.413 kali transaksi.

"Menurut saya, market lebih antusias serta mengapresiasi terkait dengan perkembangan penelitian vaksin Covid-19 yang semakin progresif," kata analis Bina Artha Sekuritas M Nafan Aji Gusta di Jakarta, Selasa, seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, menurut Nafan, juga antusias terkait dengan rumor bahwa Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden berencana mencalonkan mantan Chairwoman Federal Reserve, Janet Yellen sebagai menteri keuangan.

Dari domestik, selain euforia omnibus law, pelaku pasar juga mengapresiasi keputusan Bank Indonesia untuk menurukan suku bunga acuannya atau BI 7Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin untuk mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi nasional.

Investor asing mencatatkan penjualan bersih alias net foreign sell senilai Rp150,06 miliar diseluruh pasar. Saham-saham yang mencatat penjualan bersih terbesar oleh asing adalah PT Smartfren Telecom Tbk atau FREN senilai Rp 234,1 miliar. Setelah itu saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI senilai Rp 152,3 miliar, dan PT Astra International Tbk atau ASII Rp 82,7 miliar.

Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga antara lain PT Gudang Garam Tbk atau GGRM senilai Rp 575 menjadi Rp 44.700 per lembar. Setelah itu saham PT PT. Mandom Indonesia Tbk atau TCID senilai Rp 550 menjadi Rp 6.775 per lembar serta PT PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau ADMF Rp 500 menjadi Rp 9.200 per lembar.

Saham-saham yang mengalami penurunan harga antara lain PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SMGR senilai Rp 375 menjadi Rp 11.725 per lembar. Setelah itu saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk atau SMMA senilai Rp 350 menjadi Rp 14.150 per lembar serta PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk atau INTP Rp 325 menjadi Rp 15.150 per lembar.

Saham-saham yang teraktif diperdagangkan antara lain PT PP Properti Tbk atau PPRO sebanyak 34.800 kali senilai Rp196,2 miliar. Setelah itu saham FREN sebanyak 31.447 kali senilai Rp 233,08 miliar serta PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau SMBR sebanyak 30.439 kali senilai Rp 273,04 miliar.

Sebelumnya, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Senin, 23 November 2020 melesat 1,46 persen atau 81,11 ke posisi 5.652,76 poin. Aksi beli oleh investor asing (net foreign buy) senilai Rp 325 miliar, mampu mengangkat Indeks Saham.

Sebanyak 364 saham naik, 161 saham menurun, dan 191 saham statis. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp12,18 triliun. Volume perdagangan mencapai 23,11 miliar lembar dengan 978.411 kali transaksi. []

Berita terkait
IHSG Naik 0,49 Persen, Saham BCA, BRI dan MDKA Diborong Asing
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada penutupan Rabu, 18 November 2020 naik 0,49 persen di posisi 5.557,51 poin.
IHSG Naik 0,64% Lantaran Aksi Beli Cukup Gede Rp 739 Miliar
Indeks Harga Saham Gabungan(IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada penutupan Selasa, 17 November 2020 naik 0,64 persen di posisi 5.529,94 poin.
IHSG Naik Tips 0,62%, Saham BRI dan Mandiri Dijual Asing
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan Senin, 16 November 2020, menguat tipis 0,62 persen di posisi 5.494,87 poin.
0
DPR: Bukan Salah Pemerintah Jika Pemberangkatan Haji 2021 Batal
DPR menilai, bila tahun ini pemberangkatan jemaah haji kembali batal seperti tahun lalu, bukan menjadi kesalahan pemerintah Indonesia.