Aksi Barbar Geng Klitih Bacok Tiga Korban di Kota Yogyakarta

Komplotan klitih beraksi barbar, mereka menyerang tiga korban dengan senjata tajam di Kota Yogyakarta. Kasus sedang ditangani kepolisian.
Seorang korban terlihat merasakan sakit setelah diserang oleh komplotan klitih di Kota Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

Yogyakarta - Tiga orang remaja mengalami luka berat hampir di sekujur tubuhnya akibat ulah kenakalan anak jalanan atau yang biasa disebut klitih. Korban dianiaya menggunakan senjata tajam jenis pedang dan celurit. Lokasi kejadianya di Jalan Gambiran atau depan Lest Bengkel, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Bowo, 35 tahun, warga sekitar yang mengetahui informasi tersebut mengatakan, peristiwa dugaan penganiayaan terjadi pada Rabu, 20 Januari 2021 sekitar pukul 03.00 WIB. “Ketiga korban dilarikan ke Rumah Sakit Hidayatullah untuk mendapat perawatan medis karena menderita luka cukup parah,” kata Bowo saat dihubungi, Kamis, 21 Januari 2021.

Baca Juga:

Menurutnya, penganiayaan itu bermula kala tiga korban berboncengan menggunakan satu sepeda motor pulang bermain Play Station di Jalan Kusumanegara, Kota Yogyakarta. Saat melintas di Jalan Gambiran tepatnya di selatan SPBU, korban bertemu rombongan terduga pelaku klitih yang diperkirakan 10 orang.

Kelompok terduga klitih yang saling berboncengan dengan mengendarai motor Scoopy dan Vario ini hampir semuanya membawa senjata tajam. "Hampir semua membawa senjata tajam. Motornya Scoopy dan Vario,” ucap dia. 

Saat bertemu dengan korban yang berboncengan tiga orang, komplotan terduga klitih tiba-tiba memepet laju motor korban. Mereka langsung menyerang secara mendadak dengan membacok senjata tajam kepada ketiga korban. Para korban pun mengalami luka di sekujur tubuh. Satu dari tiga korban mengalami luka serius.

Hampir semua membawa senjata tajam. Motornya Scoopy dan Vario.

Aksi barbar terduga klitih ini sempat difoto netizen dan diunggah di media sosial. Dalam foto yang beredar, tampak terlihat salah satu korban terkapar di jalan. Korban lainnya terlihat menahan rasa sakit pada bagian tangan kirinya mengalir darah segar akibat bacokan senjata tajam.

Menurut Bowo, aksi bar-bar para terduga klitih menjelang Subuh tersebut sudah sangat mengkhawatirkan. Bowo menilai, kenakalan remaja yang kerap disebut klitih seakan tidak ada habisnya, meski sudah banyak yang ditangkap akibat kenakalannya. “Harapannya penekanan dan pengawasan kepada anak remaja oleh orang tuanya, dan ketegasan aparat,” ungkap Bowo.

Baca Juga:

Sementara itu, Kapolsek Umbulharjo, Komisaris Polisi Achmad Setyo Budiantoro saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden penganiayaan tersebut. Korban sudah melapor dan saat ini anggota sedang melakukan penyelidikan. "Untuk laporan polisi tadi siang korban sudah buat di polsek dan penyidik sementara melakukan pengembangan hasil yang di dapat di lapangan," kata Setyo melalui pesan singkat.

Dia mengatakan, korban yang melapor tadi siang berjumlah dua orang. Sementara, informasinya satu korban lain masih mendapat perawatan di rumah sakit karena luka yang dialaminya. []

Berita terkait
Penganiayaan Sadis Geng Scoopy saat Pagi Buta di Yogyakarta
Dua orang terluka serius usai dianiayai dengan senjata tajam dan benda tumpul di Yogyakarta. Terduga enam pelaku masih remaja naik motor Scoopy.
Aksi Barbar Geng Klitih GNWS Aniaya Tiga Remaja di Sleman
Tiga remaja di Sleman jadi korban aksi barbar geng klitih GNWS di Sleman. Tak hanya dibacok, satu korban juga dilindas pakai motor.
Pria di Sleman Aniaya Tetangga Gegara Ditegur Bleyer Motor
Seorang pria di Sleman, Yogyakarta, naik pitam saat ditegur karena bleyer-bleyer motor lalu menghajar hingga korban babak belur.
0
Sejumlah Aturan Baru PPDB 2021 untuk SD Hingga SMK
Kemendikbudristek menetapkan delapan aturan baru dalam PPDB 2021 mulai dari perubahan batas usia hingga daya tampung sekolah pada zonasi peserta.