UNTUK INDONESIA
Aksi 212 Lanjut, Novel Bamukmin Koordinasi ke Anies
Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin mengaku akan menggelar aksi bersama FPI dan GNPF-Ulama. Mereka koordinasi dengan Gubernur Anies Baswedan.
Massa PA 212 dan FPI menggelar aksi antikorupsi di Patung Kuda Jakarta, Jumat, 21 Februari 2020. (foto: Tagar/Moh Yaqin).

Jakarta - Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengaku tetap bersikeras melakukan aksi demonstrasi di Kedutaan Besar India, meskipun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melarang kegiatan kumpul massa di ibu kota, menyusul adanya dua orang di Indonesia positif terjangkit virus corona.

Novel Bamukmin menuturkan, dalam demonstrasi yang rencananya digelar bersama Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama itu, pihaknya sekaligus akan menyampaikan aksi bela sungkawa dengan masuknya virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Baca juga: MUI Bela Ustaz Abdul Somad soal Corona Tentara Allah

InsyaAllah kita akan koordinasi.

"Insya Allah kami akan turun sekaligus menyerukan aksi keprihatinan atas wabah virus corona," ujar Novel kepada Tagar, Selasa, 3 Maret 2020.

Saat disinggung ihwal pelarangan kumpul massa dalam jumlah besar yang dibuat Anies, Novel menyatakan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"InsyaAllah kita akan koordinasi," ucap Novel.

FPI dan PA 212Massa PA 212 dan FPI menggelar aksi antikorupsi di Patung Kuda Jakarta, Jumat, 21 Februari 2020. (foto: Tagar/Moh Yaqin).

Sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan resmi melarang kegiatan kumpul massa di ibu kota menyusul dua orang di Indonesia positif terjangkit virus corona.

"Pemprov DKI tidak akan mengeluarkan perizinan baru untuk kegiatan perkumpulan orang dalam jumlah yang besar. Dan yang sudah telanjur keluar izinnya, akan di-review kembali," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020.

Baca juga: MUI Sebut Konsumsi Babi Sebab Masuknya Corona di DKI

Adapun kedatangan PA 212, GNPF Ulama, dan FPI dalam rangka mengutuk tindakan kekerasan yang dialami umat muslim India, menyusul gesekan antar umat Hindu dan Islam. Rencananya, aksi tersebut digelar Jumat, 6 Maret 2020, di Kedutaan Besar India, Jakarta.

"Mengutuk keras dan mengecam berbagai tindakan kekerasan dan persekusi yang dilakukan kelompok Hindu radikalis ekstrimis dan penguasa India terhadap umat Islam India," dikutip dari pernyataan tertulis FPI dengan GNPF-Ulama, dan PA 212, yang diterima Tagar, dari Sekretaris Umum FPI Munarman, di Jakarta, Jumat, 28 Februari 2020. []

Berita terkait
Novel Bamukmin: Radikalisme Rekayasa Keji Penguasa
Ketua Media Center Persaudaraan Alumni atau PA 212 Novel Bamukmin mengatakan permasalahan radikalisme era Jokowi adalah rekayasa keji penguasa.
Novel Bamukmin: Pluralisme Itu Haram
Ketua Media Center Persaudaraan Alumni atau PA 212 Novel Bamukmin menyatakan pluralisme haram, sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Anies Larang Kumpul Massa, Nasib Demo FPI 6 Maret?
Anies Baswedan melarang kegiatan kumpul massa menyusul 2 WNI terinfeksi corona. Lantas bagaimana nasib demo FPI di Kebudes India pada 6 Maret 2020?
0
Khofifah: May Day Risiko Besar Penularan Covid-19
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta kepada buruh untuk tidak turun ke jalan memperingati May Day Hari Buruh Internasional.