UNTUK INDONESIA
Anies Larang Kumpul Massa, Nasib Demo FPI 6 Maret?
Anies Baswedan melarang kegiatan kumpul massa menyusul 2 WNI terinfeksi corona. Lantas bagaimana nasib demo FPI di Kebudes India pada 6 Maret 2020?
Massa PA 212 dan FPI menggelar aksi antikorupsi di Patung Kuda Jakarta, Jumat, 21 Februari 2020. (foto: Tagar/Moh Yaqin).

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi melarang kegiatan kumpul massa di Ibu Kota menyusul dua orang di Indonesia positif terjangkit virus corona. Lantas bagaimana nasib FPI, PA 212, dan GNPF Ulama yang berencana menggelar demonstrasi mengutuk kekerasan terhadap muslim di India di Kedubes India pada 6 Maret 2020?

"Pemprov DKI tidak akan mengeluarkan perizinan baru untuk kegiatan perkumpulan orang dalam jumlah yang besar. Dan yang sudah terlanjur keluar izinnya, akan di-review kembali," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020.

Kita akan selalu faktual, kita akan sampaikan fakta-fakta, kenyataan, seperti apa adanya.

Kebijakan itu hasil dari pertemuan Anies dengan seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta dan pimpinan BUMD di Balai Kota, Senin sore 2 Maret 2020. Pemprov, kata Anies, langsung mengambil langkah cepat termasuk menyampaikan kondisi Jakarta terkait wabah virus asal Wuhan, China itu kepada masyarakat.

"Kita akan selalu faktual, kita akan sampaikan fakta-fakta, kenyataan, seperti apa adanya," katanya.

Baca juga: Panic Buying, Anies Baswedan: Stok Pangan Cukup

Pertemuan terselenggara lantaran Anies menilai situasi saat ini genting. Oleh karena itu, dia ingin jajarannya dapat merespons keadaan secara cepat untuk meminimalisir penyebaran corona.

"Kemudian kita menyadari ini situasi urgen atau situasi genting, karena itu segalanya harus dikerjakan dengan cepat dan harus responsif," ujarnya.

Pemprov akan secara rutin mengirimkan pesan sosialisasi dan informasi terbaru soal corona kepada warga Jakarta. Pesan itu disampaikan ke telepon seluler masyarakat.

"Pemprov akan secara rutin mengirimkan WA, SMS blast, komunikasi risiko, apabila ditemukan tempat-tempat baru yang perlu dihindari atau informasi baru yang perlu diketahui oleh masyarakat," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua warga negara Indonesia (WNI) positif mengidap corona di Jakarta. Dia mengatakan kedua orang itu sempat berinteraksi dengan warga negara (WN) Jepang yang sempat masuk ke wilayah Indonesia.

Baca juga: Panic Buying di Ritel, Warga: Hanya Belanja Bulanan

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengungkapkan dua orang di Indonesia itu tengah dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Suroso Jakarta Utara.

Sementara Anies menyampaikan 136 orang sedang dipantau dan 39 diawasi terkait dugaan terjangkit virus corona di Jakarta. Dari 136 orang tersebut, 115 orang dinyatakan sudah sehat.

Anies juga mengajak masyarakat terlibat aktif dalam pencegahan penyebaran virus asal China tersebut. Dia meminta masyarakat aktif melaporkan bila mengetahui di lingkungan sekitarnya terdapat orang diduga terinfeksi corona.

"Silahkan datangi Puskesmas terdekat, atau hubungi Call Center 112 atau 119. Dan kita Insya Allah akan bergerak cepat. Semua fasilitas ditambah untuk bisa merespons ini, termasuk jumlah ambulans itu sudah disiapkan tambahan untuk merespon cepat bila ditemukan kasus," katanya.

Pengumuman dua WNI terinfeksi virus corona tersebut ternyata membuat heboh hingga menyebabkan warga melakukan aksi borong sembako di sejumlah pusat perbelanjaan. Istana meresponsnya dengan upaya bakal menyetop aksi panic buying tersebut.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko mengatakan Istana akan memerintahkan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menjaga pusat perbelanjaan dan mengatasi aksi borong sembako tersebut.

"Nanti Kapolri supaya menurunkan anggotanya untuk ikut membatasi masyarakat melakukan hal yang berlebihan seperti itu," ucap Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. []

Berita terkait
Jokowi Umumkan 2 WNI Corona, Anies Bikin Tim Tanggap
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membikin Tim Tanggap Covid-19 tak lama dari Presiden Jokowi mengumumkan dua WNI positif terinfeksi corona.
Terawan: Kematian Flu Lebih Tinggi Daripada Corona
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sebut kematian akibat flu lebih tinggi daripada jumlah korban corona.
Anies Sigap Bikin Pos Tanggap Corona, Ini Lokasinya
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendirikan posko tim tanggap virus corona. Di mana lokasinya?
0
Minta BI Cetak Uang 600 T, PKS: Bukan Permintaan DPR
Anggota Komisi XI dari PKS Ecky Awal menegaskan usulan mencetak uang bukan permintaan resmi dari dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).