UNTUK INDONESIA
Akses ke Istana Diblokade, Buruh: Kemunduran Ruang Demokrasi
Ketum KASBI, Nining Elitos menyampaikan, pihaknya akan melakukan long march dari kantor buruh internasional (ILO) ke Istana.
Demo buruh menolak Omnibus Law di depan Istana Negara pada 15 Januari 2020 lalu. (Foto: Tagar/Baritorayapos.com)

Jakarta - Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) kembali menggelar aksi lanjutan tolak pengesahan Omnibus Law Undang-Udang Cipta Kerja (UU Ciptaker) di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada hari ini, Kamis, 22 Oktober 2020. Saat ini Polisi sudah memblokade jalan menuju Istana.

Ketua Umum Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Nining Elitos menyayangkan penutupan jalan tersebut. Dia menyampaikan, pihaknya akan melakukan long march dari kantor buruh internasional (ILO) ke Istana.

Seharusnya itu yang dicari dalang siapa pemesannya, bukan rakyat yang bersuara turun ke jalan

"Saya enggak tahu di mana blokadenya. Kalaupun diblokade ya itu berarti kan ini menunjukkan semakin terjadi kemunduran ruang demokrasi terhadap suara-suara rakyat. Itu yang kemudian harus disuarakan," ujar Nining kepada Tagar melalui sambungan telepon, Kamis, 22 Oktober 2020.

Padahal, kata Nining, aksi lanjutan ini adalah aksi damai. Menurut dia, yang seharusnya dicari adalah dalang dari pemesan Omnibus Law Cipta Kerja.

"Yang selama ini begitu ingin merusak lingkungan, merusak tentang kemanusiaan, merusak persoalan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM). Seharusnya itu yang dicari dalang siapa pemesannya, bukan rakyat yang bersuara turun ke jalan," ucapnya.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pemblokiran jalan menuju Istana tersebut dilakukan berdasarkan kondisi yang ada di lapangan.

"Kita kan melihat situasional. Sama seperti cara bertindaknya seperti kemarin. Kalau bilang tutup dari pagi enggak, pagi kita tutup tapi ada lajur busway bisa dilewati kan. Kalau memang sudah ada massa baru kami alihkan," kata Yusri saat dikonfirmasi Tagar, Kamis, 22 Oktober 2020.

Yusri menyampaikan, kepolisian telah siap melakukan pengamanan unjuk rasa lanjutan kali ini sejak pagi hari. Selain itu, kata Yusri, 8.000 personel gabungan dari TNI-Polri juga telah dipersiapkan untuk melakukan pengamanan demonstrasi.

Sebelumnya, beberapa personel Brigade Mobil (Brimob) Polri terlihat mulai memasang kawat berduri di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO), di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta. Mereka memperkuat barikade dengan water barrier dan beton pembatas jalan busway.[]

Berita terkait
Intip Agenda Jokowi Resmikan Pabrik Gula - Jembatan Teluk Kendari
Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertolak menuju Jembatan Teluk Kendari di Provinsi Sulawesi Tenggara sekaligus resmikan pabrik gula.
Evaluasi Jokowi - Ma'ruf, Mardani Ali Sera Beri Ponten Lima
Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera merasa perlu ikut mengevaluasi satu tahun kepemimpinan Presiden Jokowi-Wapres Maruf Amin dengan ponten lima
Rocky Gerung dan Feri Amsari Sudah Hilang di Rezim Soeharto
Irma Suryani Chaniago menyebut Rocky Gerung dan Feri Amsari sudah hilang jika saja yang berkuasa saat ini adalah rezim Soeharto.
0
Pria Botak di Sumut Diancam 15 Tahun Penjara, Ini Kasusnya
Pria botak di Deli Serdang, Sumatera Utara, nodai adik ipar. Penjara 15 tahun menantinya.