UNTUK INDONESIA
Ada Pemotongan Uang Bansos Dampak Corona di Bantul
Seorang janda penerima bansos dampak covid-19 di Bantul dipotong 50 persen. Dari Rp 600 ribu menjadi Rp 300 ribu.
Ilustrasi uang (Foto: pixabay)

Bantul – Ada pemotongan yang dilakukan perangkat desa terhadap bantuan sosial (bansos) dampak Covid-19 atau Bantuan Sosial Tunai (BST) di Bantul. Jumlah yang seharusnya Rp 600 ribu dipotong menjadi Rp 300.000.

Warga yang menjadi korban pemotongan itu adalah Wakinem, 68 tahun, warga RT 04 Dusun Nangsri, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul. Dia mengaku seharusnya menerima BST senilai Rp 600 ribu pada Jumat 15 Mei minggu lalu. Namun, atas perintah Kepala Dusun Nangsri, BST miliknya dipotong Rp 300 ribu oleh Ketua RT. 03.

"Saat itu Ketua RT.03 yaitu pak Marno meminta Rp 300 ribu, katanya uang itu untuk anak yatim piatu," katanya saat ditemui wartawan di kediamannya, Jumat 22 Mei 2020.

Janda yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh tani ini sebetulnya merasa keberatan dan tidak terima terkait pemotongan setengah dari nilai bansos itu. Namun, dia memilih tidak melakukan protes karena takut namanya dicoret sebagai penerima manfaat.

"Karena kok hanya saya saja yang dipotong, terus dua teman satu RT saya malah tidak dipotong. Anehnya lagi, Pak Marno saat itu berpesan agar pemotongan ini jangan sampai diketahui orang lain," ucapnya.

Dikonfirmasi, Kepala Dukuh Nangsri, Jawadi membenarkan adanya pemotongan 50 persen kepada beberapa penerima BST. Dia menyebut pemotongan itu merupakan kesepakatan bersama antara pemuda dan para pengurus RT. "Iuran dari penarikan itu akan kami bagikan ke anak yatim dan beberapa warga yang tidak menerima bantuan apapun dari Pemerintah," ucapnya.

Dia mengatakan bahwa terdapat 18 penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan 11 penerima BST di Dusun Nangsri. Dari kesepakatan, bagi penerima BLT yang sebenarnya tidak layak namun namanya masuk data akan diminta Rp 600 ribu dari total Rp 1,8 juta yang diterima.

Makanya saya perintahkan inspektorat untuk menindaklanjuti ke lapangan dan itu benar adanya.

"Terus untuk 11 penerima BST hanya diminta separuhnya saja atau sebesar Rp 300 ribu, dari pemotongan itu ada sekitar 7 juta lebih yang nantinya uang tersebut akan dibagikan kepada anak yatim," jelasnya

Lebih detailnya dari pemotongan itu telah mengumpulkan uang sejumlah Rp 7,6 juta. Nantinya uang tersebut yang dibagikan ke 15 anak yatim dengan besaran Rp 150 ribu per anak. Sedangkan sisanya dibagikan ke warga yang tidak menerima bantuan sama sekali dengan besaran Rp 300 ribu.

Bupati Bantul SuharsonoBupati Bantul Suharsono yang akan maju pada Pilkada 2020 mengaku sudah booking lima partai. (Foto: Dok Tagar)

Sementara itu, Kepala Desa Srihardono Awaludin mengaku tidak tahu adanya pemotongan BST dari pihak Dusun. Akan tetapi, merujuk aturan bantuan sosial bagi terdampak Covid-19 seharusnya tidak boleh dipotong dengan alasan apapun.

"Dari data awal, untuk penerima BST ada sebanyak 406 KK tapi setelah dikonfirmasi menjadi 334 KK. Terkait temuan ini, nanti semau akan kami mintai keterangan," ucapnya.

Bupati Minta Inspektorat Turun Tangan

Bupati Bantul Suharsono mengaku telah menerima laporan terkait adanya satu Kepala Dusun yang melakukan pemotongan bantuan senilai Rp 300 ribu. Menurutnya, hal tersebut adalah tindakan yang tidak benar, apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

"Itu salah, itu adalah penyimpangan dan jika diketahui aparat penegak hukum akan diproses," kata Suharsono disela-sela penyerahan secara simbolis bantuan sosial tunai dari Pemda DIY di Balai Desa Sabdodadi, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul.

Suharsono mengaku, dalam laporan itu, uang hasil pemotongan bantuan sosial akan dibagikan kepada warga lain yang dinilai miskin dan tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah. Menurutnya, tujuan oknum aparat Dusun itu ada untuk niatan baik, namun pemotongan itu belum tepat dan dapat melanggar hukum.

"Saya cek Pak Camat tidak tahu, pak Lurah saya cek juga tidak tahu. Makanya saya perintahkan inspektorat untuk menindaklanjuti ke lapangan dan itu benar adanya. Jadi pesan saya, berapa pun yang diterima jangan dipotong meski niatannya itu baik," kata Suharsono. []

Baca Juga:

Berita terkait
Sepakat Tiada Pelonggaran Protokol Corona di Bantul
Forkompimda Kabupaten Bantul sepakat tidak ada pelonggaran protokol Covid-19 menjelang Lebaran.
Pemkab Bantul Luncurkan Bantuan Sapu Jagat Corona
Pemkab Bantul akan meluncurkan bantuan sapu jagat yang besumber dari APBD kabupaten. Bantuan ini untuk warga yang belum tersentuh.
Data 13 Pasien Covid-19 Sembuh Sehari di Yogyakarta
Dalam sehari 13 pasien Corona di Yogyakarta dinyatakan sembuh. Ini merupakan capaian tertinggi selama pandemi di daerah berstatus Istimewa ini.
0
Ada Pemotongan Uang Bansos Dampak Corona di Bantul
Seorang janda penerima bansos dampak covid-19 di Bantul dipotong 50 persen. Dari Rp 600 ribu menjadi Rp 300 ribu.