UNTUK INDONESIA
Aceh Siaga I Hindari Wabah Virus Corona
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh menetapkan siaga I dalam penanganan Virus Corona di Cina.
Petugas keamanan Bandara Internasional Bandaranaike memakai masker saat memeriksa penumpang menggunakan scaner untuk mengawasi suhu badan penumpang menyusul penularan virus corona baru dari China, di Bandara Internasional Bandaranaike, Katunayake, Sri Lanka, Jumat, 24 Januari 2020. (Foto: Antara)

Banda Aceh - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh menetapkan siaga I dalam penanganan Virus Corona di Cina. Dalam menangani virus mematikan itu, Pemprov Aceh membuka dua posko yaitu satu di Banda Aceh dan satu lagi di Jakarta.

Juru Bicara Pemerintah Aceh Saifullah Abdul Gani mengatakan, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah telah mengambil kebijakan terkait dengan wabah Virus Corona yang bersumber di Wuhan Cina, dengan mengintruksikan kepada seluruh penjabat Aceh untuk Siaga 1, mengingat ada mahasiswa Aceh yang sedang berada di Wuhan, Cina.

“Plt Gubernur telah menunjuk selaku koordinator Asisten II Pemprov Aceh T. Ahmad Dadek, dengan anggota Kadinsos Alhudri, Kadiskes Hanif, Kalak BPBA Sunarwadi, Kadishub Junaidi dan Plt Gubernur Aceh memimpin langsung task force untuk krisis ini,” kata SAG, sapaan akrab Saifullah Abdul Gani di Banda Aceh, Minggu, 26 Januari 2020.

Jika ada kesempatan untuk evakuasi maka kita harapkan mereka segera dikeluarkan dari sana.

Dia mengatakan, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudry terus melakukan kontak Kedutaan Indonesia di Cina dan dengan masyarakat Aceh terutama di Wuhan.

Pembentukan posko, kata SAG, untuk memastikan bahwa kontak dengan masyarakat di Wuhan dan Cina terus terjalin. Selain itu, Pemerintah Aceh juga memastikan bahwa logistik masyarakat asal Tanah Rencong di Wuhan bisa terjamin.

“Tujuan ketiga adalah jika ada kesempatan untuk evakuasi maka kita harapkan mereka segera dikeluarkan dari sana,” ujarnya.

Dia mengatakan, Plt Gubernur Aceh juga sudah berkomunikasi dengan Alfi salah satu mahasiswa yang masih terjebak di Wuhan Cina. Menurutnya, ke-12 mahasiswa Aceh tersebut di bawah pantauan pemerintah Aceh selama 24 jam.

“Pak Nova juga mengatakan akan mendukung kebutuhan logistik mereka,” ujar SAG.

Seperti diketahui, saat ini total mahasiswa Aceh yang masih bertahan di Cina sebanyak 23 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 12 orang di Kota Wuhan dan 11 orang di luar Kota Wuhan.

12 mahasiswa yang sedang berada di Kota Wuhan adalah Fadil, Siti Mawaddah, Alfi Rian, Ory Safwar, Siti sahara, Hayatul, Maisal, Jihadullah, Ita Kurniawati, Agus, Intan Maghfirah, Sapriadi. Mereka diisolasi di asrama untuk mencegah penyebaran Virus Corona.

Sedangkan 11 mahasiswa yang berada di luar Kota Wuhan yaitu Muhammad Sahuddin, Desi, Yuliafitria, Rizki Rinanda, Fiqhi Nahdhiah Makhmud, Putri Kumala Rizki Rani, Nadlia Ariyati, Aisyah Protonia Tanjung, Geunta, Mirna dan Ulfi Maulida. []

Berita terkait
Tak Ada Masyarakat Aceh di Wuhan Kena Virus Corona
Seluruh mahasiswa dan masyarakat Aceh yang tinggal di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina dipastikan berada dalam keadaan aman.
Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan
Belasan mahasiswa asal Aceh kekurangan stok makanan setelah pemerintah Cina menutup seluruh akses terkait penyebaran virus Corona.
DPRA Minta Pemerintah Jemput Mahasiswa Aceh di Cina
Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah diminta untuk segera menjemput mahasiswa Aceh di Cina terkait adanya Virus Corona.
0
GNPF Ulama Sumbar Tak Ikut Aksi 212 di Jakarta
GNPF Ulama Sumatera Barat mengklaim tidak mengirimkan anggota untuk mengikuti aksi 212 di Jakarta.