UNTUK INDONESIA
Zulkifli Hasan Ingin Lepas dari Bayangan Amien Rais
Zulkifli Hasan ingin menegaskan wajah asli PAN yang berbeda dengan bayang-bayang keinginan pribadi pendiri PAN Amien Rais.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. (Foto: Tagar/AF)

Jakarta - Pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti mengatakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan melalui manuver-manuvernya menunjukkan keinginan lepas dari bayang-bayang keinginan pribadi Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. 

Ray menyebut Zulkifli sudah beberapa kali mencoba memunculkan wajah PAN yang asli, lepas dari pengaruh Amien Rais. 

"Pak Zulkifli ingin menegaskan identitas PAN, yang berbeda dengan keinginan pribadi pendiri PAN Amien Rais," tegas Ray Rangkuti dalam diskusi 'No People No Power: Silaturrahim Politik Pasca-Pemilu', di Jakarta, Senin 29 April 2019.

Sebelumnya, Amien Rais mewacanakan people power apabila Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan kecurangan dalam Pemilu 2019. 

Ray menjelaskan, selain ingin menunjukkan wajah asli PAN yang berbeda dari pendapat pribadi Amien Rais, manuver Zulkifli juga untuk membuka celah bergabung dengan partai politik pendukung Joko Widodo. 

"Meskipun manuver ini tidak bisa begitu saja diterima, tapi PAN akan mencoba. PAN pernah punya pengalaman, bergabung mendukung Presiden Jokowi selama 2,5 tahun," kata Ray.

Selain itu, Ray Rangkuti menilai manuver Zulkifli Hasan bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, memberikan dua dampak.

"Pak Zulkifli Hasan yang sengaja membuat agenda pertemuan khusus dengan Presiden Joko Widodo di Istana, saat pelantikan Gubernur Maluku, memberikan dua dampak, yakni dampak internal maupun dampak eksternal," katanya. 

Pak Zulkifli ingin menegaskan identitas PAN, yang berbeda dengan keinginan pribadi pendiri PAN Amien Rais.

Menurut Ray, dampak eksternal yang dapat dicermati oleh publik adalah dapat mendinginkan tempratur politik nasional yang masih panas, setelah pemungutan suara Pemilu 2019 pada 17 April lalu.

Dari pertemuan antara Zulkifli Hasan dengan Presiden Joko Widodo di Istana, kata dia, pesan yang dapat diterima adalah pemilu sudah selesai dan berjalan tertib, aman, dan lancar, tinggal menunggu hasil penghitungan resmi dari KPU.

Dampak lainnya secara internal, kata dia, pertemuan tersebut memberikan dampak positif bagi partai-partai politik pengusung capres-cawapres 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, karena menunjukkan PAN mengakui hasil hitung cepat atau quick count yang dilakukan lembaga survei maupun hasil penghitungan riil yang dilakukan KPU.

Apalagi sebelumnya, kata dia, Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, sudah memberikan pernyataan resmi mengakui hasil penghitungan suara quick count yang dilakukan lembaga survei adalah valid dan mengingatkan untuk menunggu hasil penghitungan resmi oleh KPU. 

"Ada juga isyarat, 01 akan menerima putra Pak SBY, Agus Yudhoyono," tutur Ray.

Menurut Ray, pada pemilu presiden 2014, temperatur politik nasional juga memanas seperti saat ini. 

"Pak Prabowo waktu itu menyatakan tidak akan hadir pada pelantikan Presiden Jokowi. Namun, dengan pendekatan persuasif dari Pak Zulkifli, Pak Prabowo kemudian hadir," ucapnya. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Nirina Zubir Ceritakan Kronologi Ibunya Meninggal
Nirina Zubir mengaku bersyukur ketikan menemukan ibunya Cut Indria Martini yang meninggal dunia di rumahnya.