UNTUK INDONESIA
Yenny Wahid, Komisaris Independen Garuda Indonesia
Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Yenny Wahid sebagai komisaris independen PT Garuda Indonesia dalam RUPSLB 22 Januari 2020
Yenny Wahid (Foto: instagram @yennywahid.jpg)

Jakarta – Putri kedua pasangan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Sinta Nuriyah, Yenny Wahid, ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bersamaan dengan Irfan Setiaputra sebagai Direktur Utama dan Triawan Munaf sebagai komisaris Utama. 

Penetapan Yenny Wahid sebagai Komisaris Independen diumumkan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Auditorium Garuda City Center, Jakarta pada 22 Januari 2020.

Penunjukan Yenny Wahid diakui Erick Thohir selaku Menteri BUMN, dapat menjadi sosok pelindung khususnya bagi pramugari, front office perempuan, dan seluruh karyawan perempuan di PT Garuda Indonesia.

“Kalau Ibu Yenny nggak usah dipertanyakanlah. Dia figur wanita yang bagus. Di mana dengan adanya Bu Yenny tentu sekarang pramugari, front office perempuan, paling tidak ada yang melindungi atau ada yang bisa diajak bicara. Khususnya Bu Yenny itu background-nya jelas, pergerakan, dan Bu Yenny itu posisinya Komisaris Independen wakil publik,” ujar Erick.

Di samping itu, Yenny mengaku mendapat pesan langsung dari Erick untuk memperbaiki kinerja Garuda serta menjalankan fungsi-fungsi pengawasan.

“Beliau cuma minta agar membantu untuk memperbaiki kinerja Garuda. Yang sudah baik diperbaiki lagi, yang mungkin masih ada kekurangan-kekurangan kita bisa membantu untuk melakukan fungsi-fungsi pengawasan ke dalam,” kata Yenny.

yenny2Yenny Wahid (Foto: instagram @yennywahid.jpg)

Perempuan berusia 45 tahun ini dikenal sebagai seorang aktivis Islam dan politisi Indonesia. Ia merupakan lulusan SMAN 28 Jakarta (1992). Setelah lulus SMA, Yenny sempat menjadi mahasiswa Psikologi di Universitas Indonesia (UI) sebelum akhirnya memutuskan pindah ke Jurusan Visual di Universitas Trisakti atas saran sang ayah. 

Usai mendapat gelar S1, Yenny melanjutkan pendidikannya di Harvard Kennedy School of Government, Boston, Amerika Serikat pada jurusan Administrasi Publik.

Pada 15 Oktober 2009, Yenny menikah dengan Dhorir Farisi dan dikarunia dua orang anak, Malica Aurora dan Amira.

1. Menjadi Wartawan

Usai mendapat gelar sarjana di Trisakti, perempuan bernama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh ini sempat menjajaki karir sebagai reporter. Ia menjadi salah satu koresponden untuk Koran The Sydney Morning Herald dan The Age terbitan Australia.

Sekitar tahun 1997-1999, Yenny bertugas sebagai reporter di Timor-Timur dan Aceh. Namun, sejak mendapat perlakuan kasar dari milisi (pasukan liar/ kelompok penduduk sipil) di Timor-Timur, ia memutuskan kembali ke Ibu kota. Setelah seminggu di Jakarta, Yenny kembali ke Timor-Timur untuk melakukan liputan terkait pasca referendum di Timor-Timur. Hasil liputan tersebut mendapat penghargaan Walkley Award.

Walkley Award merupakan sebuah penghargaan yang ditujukan kepada pegiat jurnalisme. Finalis dari Walkley Award dipilih oleh dewan independen wartawan dan fotografer terkemuka. Penghargaan ini mencakup semua jenis media baik cetak, elektronik, maupun online.

Karirnya selama menjadi wartawan tak selalu mulus. Perempuan kelahiran Jombang, Jawa Timur, 29 Oktober 1974 ini pernah mengalami pengalaman traumatis saat tengah meliput gonjang-ganjing pemerintahan pada 1998 era Presiden Soeharto. Saat itu, Yenny mengaku pernah ditodong senjata laras panjang yang diarahkan ke kepalanya oleh oknum anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) yang sedang mengamankan Ring Road Trisakti.

yenny3Yenny Wahid (Foto: instagram @yennywahid.jpg)

“Bahkan waktu itu ada sekelompok pasukan berusaha untuk mensterilkan tempat di ring road di atas Trisakti ini. Setelah itu ada penembakan-penembakan yang terjadi. Saya pas di situ. Tempat itu harus di-clear-kan. Saya ikut diacungi senjata laras panjang di kepala saya,” tutur Yenny pada acara diskusi tentang reformasi di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat.

Hingga saat ini Yenny tidak mengetahui siapa oknum di balik penodongan senjata yang dialaminya. “Siapa yang mengacungi itu, Wallahuallam. Itu bagian dari proses reformasi waktu itu,” ujarnya.

2. Perjalanan Politik

Yenny memutuskan keluar dari profesinya sebagai wartawan setelah ayahnya, Gus Dur, terpilih sebagai presiden keempat Republik Indonesia (1999-2001). Saat itu, ia selalu berusaha untuk mendampingi kemanapun sang ayah pergi.

Setelah Gus Dur turun tahta, Yenny sukses memperoleh gelar Master’s in Public Administration di Harvard University dibawah beasiswa Mason. Selanjutnya, ia kembali ke Jakarta dan menjabat sebagai Direktur di The Wahid Institute. Lembaga yang didirikan pada 2004 ini bertujuan untuk mewujudkan prinsip dan cita-cita Gus Dur untuk membangun pemikiran Islam moderat yang mendorong terciptanya demokrasi, toleransi, multikulturalisme, serta kesejahteraan dan perdamaian di Indonesia dan dunia.

Semasa pemerintahan SBY (2006), Yenny kembali aktif di pemerintahan dengan menjabat sebagai Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik sekaligus sebagai Sekretaris Jenderal Partai kebagkitan Bangsa (2005-2010). Namun pada 2008 Yenny dipecat oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Setelah keluar dari Partai Kebangkitan Bangsa, kakak dari Alisa Wahid ini kemudian mendirikan sebuah partai politik yang diberi nama Partai Kedaulatan Bangsa (PKB) dan menjabat sebagai Ketua Umum selama periode 2008-2012. Pada 2012, PKB dan Partai Indonesia Baru (PIB) memutuskan untuk melebur menjadi satu dan berganti nama menjadi Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB). Di PKBIB Yenny kembali dipercaya menjadi Ketua Umum partai.

3. Lain-lain

Pada 2009, Yenny didapuk sebagai Young Global Leader oleh World Economic Forum (WEF).

Yenny Wahid juga telah memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Komisaris Independen di PT Merdeka Copper Gold TBK (MDKA), sebuah perusahaan tambang yang didirikan sejak 2012.

Profil:

Nama: Zannuba Ariffah Chafsoh

Lahir: Jombang, 29 Oktober 1975

Suami: Dhorir Farisi

Anak: Malica Aurora Madhura, Amira

Pendidikan:

1992: SMAN 28 Jakarta

S1: Jurusan Visual, Universitas Trisakti, Jakarta

S2: Harvard Kennedy School of Government, Amerika Serikat

Karier:

1997-1999: Wartawan

2004: The Wahid Institute

2006: Staf Khusus Presiden SBY bidang Komunikasi Politik

2005-2008: Sekjen Partai Kebangikatn Bangsa

2008-2012: Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa

2012: Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia baru

2019: Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk []

Berita terkait
Terobosan Yenny Wahid Komisaris Independen di Garuda
Yenny Wahid, Komisaris Independen Garuda periode anyar membuka pengaduan bagi semua pekerja wanita yang merasa diperlakukan tidak adil perusahaan.
0
PSI Anggap Anies Baswedan Tak Peduli Banjir Jakarta
Anggota Fraksi PSI DKI Justin Adrian menganggap Gubernur Anies Baswedan merasa di atas angin karena lembaga survei. Setelah itu tak peduli banjir.