Xiaomi Tantang Apple, Samsung, dan Huawei Pakai Jurus Andalan

Xiaomi resmi meluncurkan Mi 11 Ultra yang membuat perusahaan tersebut masuk dalam kompetisi ketat dengan Samsung dan Apple, juga Oppo dan Vivo.
Xiaomi Mi 11 Ultra. (Foto:Tagar/Specification Pro)

Jakarta - Xiaomi resmi meluncurkan Mi 11 Ultra yang membuat perusahaan tersebut masuk dalam kompetisi ketat dengan pemimpin pasar global saat ini seperti Samsung dan Apple, serta Oppo dan Vivo.

Wakil Presiden Riset Perangkat Klien IDC, Bryan Ma menyatakan, Xiaomi telah menampilkan hal yang luar biasa untuk Mi11 Ultra. Menurut Ma, setelah Mi11 series diluncurkan, Xiaomi pun tak bisa berdiam diri dengan nyaman. Sebab persaingan di kelas tersebut sangat ketat.

"Xiaomi mungkin berdebar-dear setelah peluncuran malam ini, namun kompetisi dari rivalnya sangat ketat yang membuat Xiaomi tidak bisa duduk lama dengan nyaman," tuturnya belum lama ini.

Mi11 Ultra, menjadi varian tertinggi dari seluruh ponsel yang diluncurkan malam tadi. Melansir GSM Arena, perangkat itu hadir dengan ukuran layar 6,81 inci dengan pelindung Corning Gorilla Victus di bagian depannya.

Logo Xiaomi

Logo Smartphone Xiaomi. (Foto: Twitter/@Xiaomi)

Kamera depannya yang beresolusi 20MP ditempatkan dalam punch hole. Sementara bagian belakang nya terdapat 50MP untuk wide, lensa periscope 48MP dengan kemampuan 5x optical zoom, serta ultrawide 48MP.

Sedangkan dapur pacunya menggunakan Qualcomm Snapdragon 888. Dari sisi baterai, Mi 11 Ultra memiliki 5000 mAh serta dukungan Fast Charging dan Fast Wireless Charging sebesar 67W.

Mi11 Ultra, dijual mulai dari 5999 yuan atau sekitar Rp13 jutaan dan versi tertingginya senilai 6999 yuan (Rp15,3 jutaan).

Pada kesempatan yang sama, Xiaomi juga meluncurkan Mi11 Lite dan Mi11 Lite 5G serta Mi 11 Pro.

Xiaomi mungkin berdebar-dear setelah peluncuran malam ini, namun kompetisi dari rivalnya sangat ketat yang membuat Xiaomi tidak bisa duduk lama dengan nyaman.

Di samping berhadapan dengan Apple dan Samsung, Xiaomi berusaha mengisi kekosongan yang ditinggal Huawei. Raksasa teknologi itu, diketahui tersandung masalah dengan mendapatkan sanksi dari Amerika Serikat.

Counterpoint Research melaporkan bahwa pengiriman global Huawei menurun 41 persen year-on-year pada kuartal keempat. Di benua Eropa, pengiriman Huawei juga anjlok mencapai 62 persen.

Sebaliknya, Xiaomi, Oppo dan Vivo mengalami pertumbuhan shipments dua digit dalam waktu yang sama. []

Berita terkait
Pemerintah China Gelar Pertemuan dengan Tencent hingga Xiaomi
Pemerintah China baru-baru ini memanggil sejumlah perusahaan teknologi lokal, termasuk Alibaba Group, Tencent, Xiaomi Corp dan lain-lain.
Xiaomi Luncurkan Redmi 9T "Jawaranya Batre Gede" di JD.ID
Xiaomi meluncurkan Redmi 9T "Jawaranya Batre Gede" di platform e-commerce JD.ID mulai hari ini.
Xiaomi Gugat Menhan AS, Ada Apa?
Xiaomi Corp mengajukan gugatan hukum terhadap Departemen Pertahanan dan Departemen Keuangan Amerika Serikat.
0
Pulihkan Ekonomi, Kementerian PDTT Dukung Work From Bali
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mendukung program pemerintah work from Bali dalam rangka memulihkan ekonomi yang terdampak pandemi Covid.19