UNTUK INDONESIA
Waspadai, Gejala Lyme Disease Mirip dengan Covid-19
Belum lama ini diketahui pasien yang mengidap lyme disease meningkat di Amerika Serikat. Gejala ini disebut-sebut ada kemiripan dengan Covid-19.
Ilustrasi Sakit Kepala. (Foto: emc.id)

Jakarta - Belum lama ini diketahui pasien yang mengidap lyme disease meningkat di Amerika Serikat. Gejala penyakit ini disebut-sebut memiliki kemiripan dengan Covid-19. 

Lyme disease ini adalah  penyakit infeksi bakteri yang ditularkan melalui gigitan kutu. Sehingga, masyarakat tidak boleh menganggap sepele dengan penyakit tersebut karena ada empat jenis bakteri yang menjadi penyebab terjadinya lyme disease, seperti Borrelia mayonii, Borrelia burgdorferi, Borrelia garinii, dan Borrelia afzelii. 

Memang penularannya disebabkan karena kulit kontak langsung dengan kutu selama beberapa menit. Cara penularan penyakit ini, kutu harus menempel selama 36 sampai 48 jam. Setelah kutu itu menggigit, bakteri tersebut akan menembus ke kulit dan akhirnya masuk ke dalam aliran darah. 

Bila kutu tersebut menempel lama di kulit, bakteri juga akan semakin banyak masuk ke dalam tubuh. Penyakit ini sangat jarang muncul di Indonesia dan paling sering terjadi di Amerika Serikat dengan rata-rata 300.000 kasus setiap tahunnya. 

Jadi bagaimana kemiripan gejala lyme disease dan Covid-19? Berikut kemiripan gejala kedua penyakit ini. 

Gejala lyme disease

  • Demam
  • Tubuh menggigil
  • Sakit kepala
  • Nyeri tubuh
  • Kelelahan
  • Kaku leher

Gejala Covid-19

  • Demam
  • Pusing
  • Sakit tenggorokan
  • Tubuh menggigil
  • Nyeri tubuh
  • Berkurangnya kemampuan indera penciuman dan perasa

Memang ini gejala yang normal dan sering dialami oleh pasien penderita penyakit lainnya. Meski ada kemiripan gejala dari kedua penyakit ini, tetapi ada beberapa perbedaan yang menonjol di antara lyme disease dan gejala Covid-19.

Gejala yang paling terlihat jelas dari lyme disease ini yaitu, munculnya ruam merah setelah Anda terinfeksi selama tiga hari. Ruam ini dinamakan erythema migrans (EM) dan biasanya setelah beberapa hari menyebar hingga 30 sentimeter. 

Pada sebagian orang ada yang mengalami ruam lebih dari satu tempat dan ada juga tidak mengalami ruam. Setelah beberapa lama, ternyata gejala lyme disease bisa berkembang dan hal itu tampak dari salah satu sisi wajah yang mengalami kelumpuhan. 

Berbeda dengan Covid-19, di mana penyakit menyerang paru-paru. Pasien yang terinfeksi virus Corona ini akan mengalami sesak napas dan batuk. 

Perbedaan yang menonjol lainnya dari kedua penyakit ini terletak pada pencegahan, penularan, dan penanganannya. Pada lyme disease, penyakit ini disebabkan oleh bakteri Borrelia dari gigitan kutu. Sedangkan virus Corona atau Covid-19 ini ditularkan dari droplet (tetesan air liur) yang dikeluarkan saat batuk, bersin, hingga berbicara. 

Pencegahan Covid-19 bisa dilakukan dengan menjaga jarak dari orang lain sekitar 1 hingga 2 meter, rutin cuci tangan, hingga memakai masker. Sementara lyme disease, penderita penyakit ini harus mengenakan pakaian tertutup dan mengoleskan salep anti serangga sebelum bepergian ke daerah yang lebat dengan rumput-rumput tinggi.

Jika Anda mulai merasakan gejala tersebut, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Terlepas dari penyakit tersebut, Anda harus tetap menjaga kesehatan dan melakukan upaya pencegahan agar virus penyakit tidak mudah menyerang tubuh. []

Baca juga:

Berita terkait
Sakit Perut Gejala Awal Corona yang Harus Diwaspadai
Sejumlah ilmuwan Amerika Serikat mengklaim sakit perut menjadi gejala awal seseorang terinfeksi Corona.
Gejala Baru Virus Corona: Mata Merah
Merebaknya kasus virus Corona tersiar informasi mengenai gejala baru seperti mata merah yang disebabkan dari virus berbahaya tersebut.
Ahli Kesehatan: Gejala Baru Corona Tampak dari Kaki
Sejumlah ahli kesehatan di Eropa menemukan cara efektif untuk mengidentifikasi infeksi virus Corona dengan cara melihat kaki seseorang.
0
Waspadai, Gejala Lyme Disease Mirip dengan Covid-19
Belum lama ini diketahui pasien yang mengidap lyme disease meningkat di Amerika Serikat. Gejala ini disebut-sebut ada kemiripan dengan Covid-19.