Waspadai 11 Gejala Diabetes pada Anak dan Remaja

Orang tua harus mewaspadai gejala diabetes pada anak mereka, yang terkadang sulit dideteksi.
Ilustrasi. (Foto: Tagar/iStock)

Jakarta - Penyakit diabetes tak hanya menyerang orang dewasa dan lansia, tapi juga bisa menyerang anak-anak. Dilansir dari Boldsky, kasus siabetes pada anak-anak (diabetes remaja) sangat banyak, terutama bila dimulai pada usia yang sangat dini.

Diabetes tipe 1 umum terjadi pada anak-anak, suatu kondisi autoimun di mana sel beta pankreas dihancurkan, menyebabkan produksi insulin yang tidak mencukupi dan menyebabkan kadar gula darah tinggi. Diabetes tipe 2 juga menyerang anak-anak yang kemungkinan besar disebabkan oleh obesitas, tapi prevalensinya lebih rendah dibandingkan dengan orang dewasa.

Karena itulah, diagnosis dini dan pengobatan awal anak dengan diabetes sangat penting. Diabetes tipe 1 menunjukkan gejala dengan cepat dalam beberapa minggu sementara gejala diabetes tipe 2 berkembang perlahan seiring waktu.

Orang tua harus mewaspadai gejala diabetes pada anak mereka, yang terkadang sulit dideteksi. Berikut gejala diabetes pada anak yang harus diwaspadai

1. Polidipsia atau rasa haus yang berlebihan

Polidipsia atau rasa haus yang berlebihan bisa disebabkan karena diabetes insipidus pada anak. Pada tipe diabetes ini, terdapat ketidakseimbangan cairan dalam tubuh yang menyebabkan rasa haus yang berlebihan, meskipun Anda baru saja minum sesuatu beberapa menit yang lalu.


2. Poliuria atau sering buang air kecil

Poliuria sering diikuti oleh polidipsia. Ketika glukosa tubuh melonjak, ginjal memberi isyarat untuk mengeluarkan glukosa ekstra dari tubuh melalui buang air kecil. Hal ini menyebabkan poliuria, yang pada gilirannya menyebabkan kebutuhan yang berlebihan untuk minum air atau polidipsia.


3. Lapar

Jika Anda mengamati bahwa anak Anda selalu lapar, dan bahkan asupan makanan yang berlebihan tidak dapat mencukupinya, konsultasikan dengan ahli medis karena ini mungkin merupakan tanda diabetes. Tanpa insulin, tubuh tidak dapat menggunakan glukosa untuk energi, dan kekurangan energi ini menyebabkan rasa lapar meningkat.


4. Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan

Gejala diabetes melitus lainnya pada anak-anak adalah penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. Anak-anak yang menderita diabetes cenderung kehilangan banyak berat badan dalam waktu yang sangat singkat. Ini karena, ketika konversi glukosa menjadi energi dibatasi karena produksi insulin yang rendah, tubuh mulai membakar otot dan menyimpan lemak untuk energi, menyebabkan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.


5. Nafas bau buah

Nafas bau buah disebabkan oleh diabetes ketoasidosis (DKS), suatu kondisi yang muncul akibat kekurangan insulin dalam tubuh. Ini dianggap sebagai gejala diabetes yang fatal pada anak-anak. Di sini, dengan tidak adanya glukosa, tubuh mulai membakar lemak untuk energi, dan proses tersebut menghasilkan keton (asam darah). Bau khas keton dapat dikenali dari bau seperti buah pada nafas.


6. Masalah perilaku

Menurut sebuah penelitian, masalah perilaku pada anak diabetes lebih besar dibandingkan dengan anak non diabetes. Sekitar 20 dari 80 anak penderita diabetes menunjukkan perilaku buruk seperti melanggar pola makan, temperamen tinggi, introversi atau menolak disiplin dan otoritas.

Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti toleran terhadap penyakit, pengaturan ketat di rumah, perhatian ekstra pada saudara kandung yang normal oleh orang tua atau perasaan 'berbeda' antara lain. Semua faktor ini dapat menyebabkan perubahan suasana hati, kecemasan, dan depresi.


7. Kulit menjadi gelap

Acanthosis nigricans (AN) atau penggelapan kulit biasanya dikaitkan dengan diabetes. Pada anak-anak dan remaja, lokasi umum AN adalah leher posterior. Penebalan dan penggelapan lipatan kulit terutama disebabkan oleh hiperinsulinemia yang disebabkan oleh resistensi insulin.


8. Selalu lelah

Kelelahan atau rasa lelah sepanjang waktu dapat dengan mudah dikenali pada anak penderita diabetes. Seorang anak penderita diabetes tipe 1 tidak memiliki cukup insulin untuk mengubah glukosa menjadi energi. Kekurangan energi justru membuat mereka mudah lelah atau setelah melakukan aktivitas fisik kecil


9. Masalah penglihatan

Prevalensi penyakit mata pada anak diabetes lebih banyak dibandingkan dengan anak normal. Gula darah tinggi merusak saraf mata dan menyebabkan masalah mata seperti penglihatan kabur atau kebutaan total, jika diabetes tidak terkontrol setelah didiagnosis. Gejala diabetes pada anak-anak ini seringkali terabaikan.


10. Infeksi jamur

Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa infeksi jamur lebih tinggi pada anak-anak dengan diabetes mellitus tipe 1, terutama pada anak perempuan yang menderita penyakit tersebut. Mikrobiota usus merupakan faktor penting yang mencegah terjadinya penyakit autoimun seperti diabetes. Ketika glukosa tubuh yang tinggi mengganggu mikrobiota, pertumbuhan mikroorganisme terpengaruh, yang menyebabkan peningkatan produksi yang berkontribusi pada infeksi jamur.


11. Penyembuhan luka tertunda

Gula darah yang tinggi dalam tubuh mengganggu fungsi sistem kekebalan tubuh, meningkatkan peradangan, mencegah konversi glukosa menjadi energi dan menyebabkan berkurangnya suplai darah ke bagian tubuh. Semua faktor ini menyebabkan penyembuhan luka tertunda pada anak-anak, yang menyebabkan komplikasi yang lebih serius. []


Baca Juga :

Lima Penyakit 'Lansia' ini Bisa Jangkiti Anak Muda

Awas! Banyak Salah Kaprah Soal Makanan Diabetes

Menakjubkan, Tujuh Khasiat Minyak Ikan untuk Anak

Meski Lezat, 10 Bahaya Junk Food Bagi Pertumbuhan Anak






Berita terkait
Cornflakes, Makanan yang Baik untuk Penderita Diabetes
Sarapan dengan Cornflakes bisa membantu penurunan risiko penyakit kronis, salah satunya diabetes.
Makanan Pahit yang Sehat untuk Penderita Diabetes
Nutrisi pada makanan pahit membantu mencegah berbagai macam penyakit kronis, termasuk diabetes.
Tanda-tanda Diabetes yang Patut Diwaspadai
Diabetes adalah penyakit kronis yang memiliki beberapa ciri-ciri yang patut diwaspadai.
0
Video Jokowi 'Menghadap' Megawati Sangat Tidak Elok Dipertontonkan
Tontonan video Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang sedang bertemu dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri, sangat tidak elok.