Meski Lezat, 10 Bahaya Junk Food Bagi Pertumbuhan Anak

Meski rasanya yang sangat lezat, makanan cepat saji atau junk food ternyata bisa memberikan dampak buruk pada tumbuh kembang anak.
Ilustrasi anak sedang mengkonsumsi junk food. (Foto: Tagar/iStockphoto)

JakartaJunk food atau makanan cepat saji adalah jenis makanan yang tersedia dalam waktu cepat dan siap disantap, seperti fried chiken, hamburger, pizza dll. Makanan lezat ini mengandung banyak lemak dan gula, tetapi relatif rendah nutrisi seperti protein, serat, vitamin dan mineral.

Makanan cepat saji sangat menarik bagi kebanyakan orang, terutama anak-anak. Selain karena rasanya yang lezat, mudahnya memproleh makanan ini membuat hampir setiap orang menyukainya, ditambah dengan harganya yang relatif lebih rendah.

Namun, mengonsumsi junk food secara teratur dapat membuat anak kecanduan dan berdampak negatif pada kesehatan mereka. Junk food menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang seperti seperti obesitas, penyakit kronis, serta memengaruhi tumbuh kembang mereka.

Berikut efek berbahaya dari Junk food atau makanan cepat saji bagi anak dikutip pada laman firstcry parenting:

1. Kurang konsentrasi

Saat usia muda, anak-anak membutuhkan nustrisi yang tepat untuk otak agar dapat berkembang dengan baik. Sementara Junk food hanya berfungsi untuk mengisi perut sebentar dan hampir tidak memberikan apapun untuk membantu mengembangkan pertumbuhan anak.

Hal ini mengakibatkan anak-anak umumnya kurang konsentrasi saat mengerjakan tugas, gagal mengingat sesuatu dalam waktu yang lama, dan umumnya menjadi lemah dalam belajar.

2. Risiko Kelelahan

Perasaan kenyang yang datang setelah mengkonsumsi junk food tidak memberikan sumber energi bagi tubuh dalam bentuk protein atau karbohidrat apapun. Hal ini menyebabkan anak menjadi lelah dan lesu sepanjang waktu. Junk food dapat menghambat keikutsertaan anak-anak dalam kegiatan ekstrakurikuler karena tidak memberikan nutrisi yang cukup untuk aktivitas fisik mereka.

3 . Prestasi dan IQ rendah

Makanan cepat saji dapat menyebabkan gangguan kinerja akademis karena kadar gula yang tinggi diikuti oleh penurunan tingkat konsentrasi yang buruk membuat anak-anank sulit untuk menyelesaikan tugas-tugas yang membutuhkan perhatian atau fokus lebih. Fluktuasi gula darah juga dapat menyebabkan perubahan suasana hati dan kurangnya kewaspadaan, sehingga membuat anak tidak aktif di kelas.

4. Masalah Jantung

Keju yang banyak dan beberapa bahan berlemak lainnya sering dijumpai dalam berbagai jenis junk food. Lemak berlebih dapat meningkatkan kehadiran kolesterol yang mulai mengendap dalam tubuh. Kebiasaan mengkonsumsi junk food menimbulkan berbagai masalah yang berhubungan dengan jantung di kemudian hari.

5. Masalah Pencernaan

Makanan cepat saji merupakan makanan olahan yang kekurangan nutrisi, terutama serat. Hal ini membuat makanan cepat saji sulit untuk dicerna karena membatasi pergerakan usus hingga menyebabkan sembelit atau gangguan terkait usus lainnya.

6. Risiko Obesitas

Kandungan gula dan garam yang tinggi pada junk food dapat meningkatkan risiko obesitas atau berat badan di atas normal. Semua junk food yang rasanya lezat adalah hasil dari zat berlemak yang ada di dalamnya. Lemak ini hanya disimpan di dalam tubuh tetapi tidak memberikan energi berlebih sehingga membuat anak menjadi lesu. Hal ini menjadi awal timulnya obesitas pada anak.

7. Resiko Diabetes

Makanan cepat saji, terutama minuman manis dalam kemasan kaleng, juga bisa meningkatkan risiko diabetes. Hal ini karena minuman tersebut mengandung pemanis buatan yang tinggi, yang bisa mengganggu fungsi insulin di dalam tubuh.

Insulin dibutuhkan untuk mengelola gula darah. Apabila fungsi insulin terganggu, tubuh tidak bisa mengelola gula darah menjadi energi. Alhasil, gula darah akan terus menumpuk dan mengganggu fungsi organ-organ penting. Ini adalah awal mula terjadinya penyakit diabetes tipe 2.

8. Kecanduan

Terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji membuat anak-anak sulit untuk makan makanan sehat di kemudian hari, karena kebiasaan makan pada masa kanak-kanak mempengaruhinya sampai dewasa. Rasa makanan cepat saji yang enak membuat anak-anak ketagihan sehingga mereka tidak ingin menikmati rasa makanan biasa lainnya.

9. Masalah Ginjal

Peningkatan lemak dan kolesterol yang memberi tekanan pada jantung, menyebabkan peningkatan tekanan darah juga. Hal ini berdampak pada fungsi ginjal, mengakibatkan retensi air di dalam tubuh karena tingginya kadar natrium. Dokter mencari tanda-tanda tersebut untuk mendiagnosis ginjal yang tidak berfungsi dengan baik.

10. Sirkulasi darah lemah

Kadar garam tinggi yang ada dalam junk food memberikan dorongan pada tekanan darah dengan cara yang kurang baik. Garam mengandung natrium yang menyebabkan tidak mengembangnya sistem sirkulasi dengan baik.

(Viona Bono Valvinka)

Berita terkait
Awas, Ini Makanan yang Bahaya Jika Dipanaskan Ulang
Jangan sembarangan memanaskan makanan. Praktis memang tapi awas, bahaya mengancam.
Hindari Makanan Berbahaya Dimakan Sebelum Berenang
Ada beberapa makanan yang berbahaya jika dimakan sebelum berenang. Apa saja? Berikut Tagar rangkumkan.
Berbahaya, Hindari Makanan Ini Saat Sarapan
Berikut Tagar News rangkum beberapa makanan yang dihindari saat sarapan.
0
Nama Varian Covid-19 Dengan Alfabet Yunani Hindari Stigma
WHO akan ganti penyebutan nama varian Covid-19 untuk hapus stigma negara-negara di mana jenis varian baru virus corona pertama kali dilaporkan