UNTUK INDONESIA
Warga Meninggal Hanyut di Sungai Winongo Yogyakarta
Warga Pingit, Kecamatan Jetis ditemukan meninggal setelah hanyut di sungai Winongo Yogyakarta. Korban diduga terpeleset saat akan buang air besar.
Warga mengevakuasi korban Surnia yang hanyut di sungai Winongo Yogyakarta, Minggu 2 Februari 2020. (Foto: Dok warga/ Tagar/Kurniawan Eka Mulyana)

Yogyakarta - Surnia 45 tahun, warga RT 01 RW 01 Pingit, Kelurahan Bumijo, Kecamatan Jetis, Yogyakarta, meninggal dunia akibat terseret arus sungai Winongo. Diduga Surnia terpeleset saat akan buang air besar di tepi sungai.

Surnia ditemukan oleh warga di wilayah RT 48 RW 11 Badran, Kelurahan Bumijo, Kecamatan Jetis, pada Minggu, 2 Februari 2020, sekitar pukul 13.30 WIB. Jasadnya ditemukan hanya berjarak sekitar 500 meter dari lokasi awal terpeleset.

Seorang warga setempat, Maryati mengatakan, menurut informasi yang beredar, korban hendak buang air besar di tepi sungai, tapi terpeleset karena licin. Lalu dia mendengar suara orang berteriak-teriak dari arah utara, bahwa ada orang terpeleset dan hanyut di sungai.

"Jarene sempat dicekel tangane karo wong, tapi mrucut meneh njuk keli (katanya sempat dipegang tangannya oleh orang, tapi terlepas kembali terus hanyut)," katanya, Minggu 2 Februari 2020.

Warga lainnya Binsar yang turut membantu mengangkat Surnia dari tengah sungai, mengatakan bersama beberapa warga lain mendengar orang berteriak bahwa ada orang hanyut. Lalu dia dan beberapa rekannya menuju ke sungai. "Nyangkut teng karamba niku, Mas (tersangkut di karamba itu, Mas)," ucapnya saat ditemui di lokasi penemuan.

Adalah Hafidz, seorang anak yang rumahnya di pinggir sungai yang melihat sosok Sutrnia tersangkut di karamba sungai. Dia saat itu berada di lantai dua rumahnya.

Nyangkut teng karamba niku, Mas.

Warga yang berhasil mengevakuasi korban kemudian mengangkatnya ke tepi sungai. Kemudian dibawa ke Balai RT 48, Surnia sudah tidak sadarkan diri. Warga pun mencoba menolong dengan memberikan cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau resusitasi jantung paru, namun korban tetap tidak bergerak.

Kepala Unit II SPKT Polres Yogyakarta, Ipda Andi Arciana, yang juga ditemui di lokasi penemuan korban, mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh kepolisian adalah mendatangi lokasi atau tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan saksi dan keterangan warga.

"Bahwa di tempat kejadian ini korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Kemudian dicoba untuk diselamatkan, dan dibawa ke RS Ludiro tapi sudah tidak tertolong lagi," jelasnya.

Saat ini polisi masih melakukan investigasi, dan mengumpulkan keterangan dari para saksi.  Menurut keterangan warga, yang bersangkutan terpeleset di pinggir sungai, kemudian warga berusaha mencari. "Setelah 500 meter ada yang melihat korban kemudian ditolong tapi sudah tidak sadarkan diri," katanya. []

Baca Juga:

Berita terkait
Geger Meninggal Urus STNK di Samsat Depok Sleman
Dwi Sapto 54 tahun, warga Kotagede, Yogyakarta meninggal mendadat saat mengurus STNK di Samsat Depok Sleman. Dia meninggal diduga serangan jantung.
Terbawa Arus, Bocah di Maros Meninggal Dunia
Bocah 9 tahun di Kabupaten Maros, meninggal dunia akibat terbawa arus sungai saat mandi bersama teman-temannya.
Kakek Hanyut di Sungai Bogowonto Purworejo Ditemukan
Kakek asal Purworejo, Jawa Tengah yang hanyut di sungai Bogowonto akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal.
0
Jokowi Lantik Hakim Konstitusi Manahan MP Sitompul
Presiden Joko Widodo hari ini, Kamis, 30 April 2020 resmi melantik Manahan MP Sitompul sebagai Hakim Konstitusi 2020-2025.