UNTUK INDONESIA
Warga di Medan Diancam Cabut BPJS Jika Pilih Bobby Nasution
Seorang IRT di Medan mendapatkan ancaman akan dicabut BPJS-nya jika mendukung Bobby Nasution di Pilkada Medan.
IRT di Medan, Kasiem mengaku diancam seorang wanita mengaku dari PKS.(Foto: Tagar/Screenshot)

Medan - Seorang ibu rumah tangga (IRT), Kaisem disebut-sebut mendapatkan ancaman jika memilih calon Wali Kota Medan Bobby Nasution di Pemilihan Kepala Daerah pada 9 Desember 2020. Ancaman itu berupa pencabutan atau dikeluarkan dari kepesertaan jaminan pengaman sosial ataupun jaminan kesehatan.

Warga Jalan Karya, Gang Karang Sari, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Medan itu mengaku ancaman pencabutan BPJS Kesehatan diterima melalui anaknya.

Saya mendukung pak Bobby, tapi jaminan sosial saya mau diputus, tolong saya pak.

"Anak saya diancam, hak BPJS akan dicabut sebagai peserta oleh salah seorang bernama Juli mengaku dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan," kata wanita yang diketahui berusia 65 tahun ini, melalui video yang diterima oleh Tagar, Rabu 21 Oktober 2020.

Dalam video berdurasi 2 menit 14 detik ini, Kaisem mengaku mendukung Bobby Nasution sepenuhnya. Ia pun meminta tolong kepada Bobby Nasution.

Baca juga:

"Saya mendukung pak Bobby, tapi jaminan sosial saya mau diputus, tolong saya pak," kata Kaisem.

Dia juga menceritakan awal mula adanya ancaman pemutus itu, ancaman itu dilakukan oleh Juli.

"Kalau saya dukung pak Bobby, jaminan sosial saya diputus yang ngomong begitu ini Juli dari PKS. Aku siap mendukung pak Bobby sampai titik darah. Aku rakyat kecil siapa yang akan mendukung saya jika saya dilabrak oleh Bu Juli. Kapanpun aku siap mendukung pak Bobby," kata Kaisem.

Wanita ini juga mendoakan agar Bobby menjadi orang yang baik dan mau menolong rakyat miskin atau rakyat kecil.

"Memang dulunya aku mendukung pak Rajudin (anggota DPRD Kota Medan dari PKS). Tapi sekarang aku mendukung pak Bobby sampai kapanpun. Tolong ya pak Bobby," ucapnya berurai air mata.

Anggota DPRD Kota Medan, Rajudin Sagala ketika dikonfirmasi Tagar adanya informasi itu mengaku akan mengecek kebenarannya.

"Saya banyak teman dan keluarga, jadi Juli yang dimaksud itu Juli mana, apakah anggota perwiritan atau Juli kader PKS. Jadi untuk kebenarannya, kami cek dulu ya. Intinya kami tidak pernah menyuruh kader mengancam warga bahkan sampai mencabut BPJS," ucapnya.[]

Berita terkait
Pengakuan Pelapor Kampanye Akhyar Nasution ke Bawaslu Medan
Hasan Basri Sinaga memenuhi panggilan Bawaslu Kota Medan, untuk dimintai klarifikasi atas dugaan pelanggaran pidana kampanye Akhyar Nasution.
Bawaslu Medan: Akhyar Nasution Diduga Melanggar Pidana Pemilu
Diduga melakukan pelanggaran pidana pemilu, Akhyar Nasution belum memenuhi panggilan dari Badan Pengawas Pemilu Kota Medan.
Pembunuh Sopir Ojol di Medan Meninggal Dunia di Rumah Sakit
Fery Pasaribu, pelaku pembunuhan sopir ojek online yang juga istri sirinya bernama Fitri Yanti meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.
0
Pria Botak di Sumut Diancam 15 Tahun Penjara, Ini Kasusnya
Pria botak di Deli Serdang, Sumatera Utara, nodai adik ipar. Penjara 15 tahun menantinya.